Sunday, December 23, 2018

Dari tanggal 24 Desember 2018 ke 24 Januari 2019: Ada Apa?

Dari tanggal 24 Desember 2018 ke 24 Januari 2019: Ada Apa?
Mengapa menulis tanggal 24 Desember 2018? Dalam tradisi kami di Indonesia Timur, sesuai warisan doktrin Calvinis yang mempengaruhi komunitas gereja, kami biasanya mengadakan doa bersama keluarga menjelang pukul 12.00. untuk menyambut datangnya hari kelahiran Yesus Kristus. Kami kumpul dalam rumah, orang tua memimpin dalam ibadah keluarga, membaca firman TUHAN dari Alkitab dan menjelaskannya, kemudian kami berdoa bersama-sama. Setelah pukul 12.00 lewat, kami selesai berdoa dan mulai mencari sanak saudara untuk mengucapkan selamat natal: Bapak, Selamat Natal mama, selamat natal tante, selamat natal om, selamat natal adik, selamat natal kaka, selamat natak bay, sambil memeluk dan mencium. Terasa nuansa bahagia dan sedih bercampur aduk.

Keindahan dalam suasana kebersamaan kami lewati dalam keyakinan bahwa hal yang sama akan terjadi dalam kehidupan kami pada tahun 2019. Itulah sebabnya kami meyakini pimpinan-Nya dalam liku-liku kehidupan hari demi hari sampai mengakhiri tahun 2019 nanti.


Mereka yang punya motor dan mobil pasti mengunjungi keluarga yang jauh. Pergi bersama keluarga bersalam dengan keluarga yang lain. Saya tidak tahu kondisi sekarang di daerahku. Tetapi seiring perkembangan tranportasi, khususnya mudahnya orang membeli motor dan mobil di dealer-dealer motor dan mobil yang ada di daerah maka pasti acara hari ini tanggal 24 Desember pasti bertambah meriah.Pasti juga ada yang belanja celana kesukaan seperti Jeans-jeans yang disuka anak muda, jam tangan, sepatu dan handphone yang baru, serta anting-anting untuk mereka yang wanita. Semuanya melengkapi menyambut hari malam natal.

Jadi, tanggal 24 Desember adalah tanggal dimana kami menyiapkan diri untuk malamnya kami doa bersama dan setelah lewat jam 24.00 kami keluar rumah untuk bersalam natal. Itulah tradisi yang dibangun dalam diri kami. Namun kini dalam rantau tradisi itu mungkin ada tetapi sebagian menjadi hilang atau tidak lagi. Ada doa bersama pada tanggal 24 Desember namun untuk bersalaman dan mengucapkan selamat natal hanya dilakukan melalui WA, maupun telepon kepada keluarga yang nun jauh. Komunikasi ini dapat terlaksana dengan baik karena ada sarana telekomunikasi. Perkembangan telekomunikasi itu sangat pesat di Nusantara. Baru-baru ini saya hadir di sebuah kota yaitu kota Kupang, saya melihat banyak perkembangan, ada tover yang saya tidak pernah lihat ketika saya berada di kupang pada tahun 1998, namun pada awal Januari 2019 ketika saya terbang dengan sebuah pesawat komersial yang punya jadwal penerbangan langsung Jakarta ke Kupang, saya menyaksikan banyak kemajuan di kota Kupang. Perkembangan ini tentu ditopang dengan sistem kepemimpinan Nasional yang baik. Jalan-jalan dibangun secara baik, ada perbaikan bandar udara di kota yang saya tuju. Ada alat-alat teknologi mutakhir yang dipergunakan untuk pembangunan dimaksud.


Kami melakukan tradisi ini dalam sebuah keyakinan yang pasti bahwa orang yang percaya Yesus Kristus Pasti Selamat atau memiliki hidup kekal. Ini ajaran Alkitab yang diformulasikan dalam teologi Calvin dengan penegasan: Sekali selamat tetap selamat. Selamat tidak akan hilang. Ada predestinasi bagi orang-orang pilihan-Nya. TUHAN yang memilih siapa yang diselamatkan atau dipindahkan dari sona merah yaitu kondisi gawat darurat (dosa = maut) kepada keadaan aman yaitu keselamatan kekal. Ini sebuah doktrin yang diajarkan kepada kami orang-orang Kristen, khususnya Gereja arus Calvinis. Pengorbanan Yesus itulah yang membuat kami pasti selamat. Demikian pengajaran orangtua kepada kami sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Ini kayakinan saya sebagai orang Kristen.
Sebuah lagu Kristen yang menyatakan begini: Sandaranku tidak yang lain, melainkan darah dombahu, diatas Yesus Karangku, aku berdiri dan teguh, dasar yang lain rebah runtuh. Sgenap amalku (perbuatan baikku) tidak yang lain melainkan darah dombahu ...". Lagu ini mengajarkan orang Kristen untuk tetap berpegang kepada Yesus Kristus. Perbuatan baik orang Kristen bukan syarat diselamatkan tetapi hanya sebagai indikator selamat yang sudah dimiliki orang Kristen yang percaya kepada Yesus Kristus.

Lalu ada apa dengan tanggal 24 Januari 2019. Ya pembaca pasti sudah menebak, yaitu bebasnya seorang yang disebut AHOK dari tahanan di Maka Brimod. Masa tahanan sudah selesai sehngga Ahok akan bebas pada tanggal 24 Januari 2019. Doa saya Tuhan memberkati pak Ahok dan selamat Natal untuk pak Ahok. Ahok pernah menyatakan dengan begitu tegas dan berani: "Saya mati pasti masuk surga". Itulah keyakinan Ahok. Keyakinan itu tentu punya dasar yaitu ajaran Alkitab, lihat Yohanes 3:16.

Salam Natal


Menikmati Nimatnya Nasi Kotak dalam Perayaan Natal

Menikmati Nimatnya Nasi Kotak dalam Perayaan Natal
Setiap Desember tiba, staf dan karyawan yang bekerja di kantor pemerintah maupun swasta biasanya mempersiapkan natal untuk para staf dan karyawan pada kantor yang bersangkutan. Sayapun demikian, saya bekerja di sebuah institusi pendidikan teologi yang didirikan oleh seorang pengusaha dan ia juga memiliki PT (Perusahan Terbatas). Dalam acara tertentu, kami bergabung dengan staf dan karyawan misalnya pada acara "pembinaan mental dan spiritual" yang diadakan pada setiap hari Senin mulai pukul 08.00-09.00. Sedangkan dalam acara Natal tentu dilakukan oleh karyawan yang beragama Kristen.
Tahun ini kantor di tempat saya bekerja mengadakan Natal pada tanggal 21 Desember 2018 di aula kedokteran Universitas Kristen Indonesia.
Sebuah pengalaman yang menarik untuk saya narasikan disini yakni menikmati nikmatnya nasi kotak, di atas kotak nasi yang dibagikan tertulis "Bali Indah". Saya kemudian berpikir sebagai blogger, mengambil foto dengan maksud untuk tidak melupakan momen ini untuk menjadi bahan saya dalam menulis sebuah artikel untuk siap dipublikasikan dalam weblog ini. Mungkin pembaca bertanya,apa urgennya menulis tentang nasi kotak? Ya bagi saya apa saja yang saya dapatkan dan saya pikir bermanfaat maka saya pasti menulisnya. Itulah sebabnya hari ini tanggal 24 Desember 2018 saya menulis tentang nasi kotak. Selain itu, kehadiran nasi kotak dalam setiap acara, termasuk perayaan natal tentu tidak dapat diabaikan. Biasanya panitia natal membuat anggaran untuk membeli nasi kotak sesuai undangan, atau paling tidak ada persiapan lebihnya. Kelebihan ini sebagai antisipasi jika undangan yang hadir lebih dari jumlah undangan.

Dalam acara natal, saya memang tidak ada dalam kepanitiaan. Saya sejak tanggal 8 - 17 Desember 2018 berada di wilayah Sampit untuk mengikuti perayaan Natal di beberapa gereja oikumene yang mengundang saya untuk menjadi pembicara dengan tema: "Yesus Kristus Hikmat Kita" (I Korintus 1:30a). Oleh karena itu saya tidak tahu seperti apa rencana panitia termasuk pesanan nasi kotak. Saya kembali ke Jakarta tanggal 17 Desember 2018 dan masuk kantor tanggal 18 Desember 2018, kemudian tanggal 21 Desember 2018 pukul 17.00 mengikuti Ibadah dan Perayaan Natal Bersama. Setelah selesai ibadah, panitia membagikan Nasi Kotak, sebelum makan seorang yang ditunjuk panitia memimpin dalam doa makan. Selesai doa, kami mulai makan nasi kotak. Saya merasakan lezatnya masakan dalam nasi kotak ini berbeda dengan nasi kotak yang pernah saya makan. Setelah saya mencari informasi di Google hasilnya ternyata Bali Indah Catering, letaknya di wilayah Jakarta Timur. Itu artinya tidak jauh dari wilayah kantor saya. Sama-sama Jakarta Timur, acara natalpun di wilayah Jakarta Timur yaitu di Universitas Kristen yang ada di Cawang.


Perbedaan rasa inilah membuat saya mengambil keputusan untuk mengambil foto dengan kamera Handphone Siaomi Redmi Note 5 sebagaimana yang saya ceritakan di atas. Foto ini hanya menolong saya untuk tidak lupa nama yang tertulis di kotak Nasi. Di atas kotak Nasi itu tertulis "Bali Indah The Caterer" lengkap dengan Nomor Telp: 0218195185 dan handphone: 081291108336. Saya menulis ini dengan prinsip: "Hidup ini harus menjadi berkat". Itulah sebabnya saya mencantumkan info di atas nasi kotak yang pernah saya makan. Bila ada yang memerlukan maka dapat menghubungi Bali Indah dengan nomor yang saya cantumkan. Tulisan ini tidak ada hubungan dengan komisi yang saya terima. Namun prinsip yang mendorong adalah kalau saya sudah mendapat manfaat maka saya harus berbagi informasi kepada orang lain yang sedang membutuhkan informasi. Mudah-mudahan informasi ini menolong mereka, khususnya panitia acara yang mencari nasi kotak.

Menjadi seorang blogger, selalu ada ide menulis. Seorang blogger mampu mengubah apa saja menjadi topik tulisan. Tentu tulisan yang memberi manfaat. Manfaat yang diperoleh pembaca dapat berupa informasi dan informasi itu menolong untuk mengatasi maslah yang dihadapi. Dalam konteks ini, bila ada kendala dalam mencari nasi kotak maka silakan cari informasi seperti pada nomor yang saya cantumkan di atas.

Kini untuk mencari informasi tidak sulit lagi karena kita tinggal mencari informasi di Google. Pencarian informasi dapat dilakukan melalui handphone Android dari berbagai merek handphone yang ada dijual di pasar Indonesia. Pilihlah Handphone dengan kamera yang berkualitas dan ukuran pixel yang lebih besar. Dengan maksud agar hasil foto lebih memuaskan. Kehadiran Hanphone memudahkan seseorang untukmelakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mempermudah mendapatkan informasi seperti mencari Katering untuk acara-acara seperti: ulang tahun, arisan, acara Natal dll.

Semoga Bermanfaat

Saturday, December 22, 2018

Efektif Merayakan Natal dalam Ragam Budaya

Efektif Merayakan Natal dalam Ragam Budaya
Saya punya pengalaman terindah di beberapa gereja Oikumene di wilayah Kota Waringin Timur seperti perayaan Natal di Sebabi. Dalam Natal itu, anggota jemaat mendapat tugas untuk membacakan ayat-ayat Alkitab yang berhubungan dengan penciptaan, Nubuatan dan kelahiran Yesus Kristus. Selain itu ada beberapa tari yang ditampilkan seperti kesenian tari dari Kalimantan Tengah, khususnya di Sebabi (Maaf kalau ada yang salah). Berikut beberapa pertunjukan seni tari yang ditampilkan oleh anak-anak Sekolah Minggu.

Acara Natal di daerah, anak-anak tampil dalam budaya. Mereka mempermuliakan Tuhan melalui budaya.

Ucapan Selamat Natal

“Ia Membenarkan, Ia Menguduskan, Ia Menebus” (I Kor. 30b)
Dalam Natal Tahun 2018, saya meyakini apa yang dikatakan rasul Paulus dalam I Korintus 1:30b, yaitu: Ia [Yesus Kristus] membenarkan, Ia [Yesus Kristus] menguduskan, Ia [Yesus Kristus] Menebus atau menyelamatkan. Orang yang percaya kepada Yesus Kristus pasti dibenarkan di hadapan Allah yang Maha Benar, orang yang percaya kepada Yesus Kristus pasti dikuduskan/dijadikan spesial untuk maksud-Nya, orang yang percaya kepada Yesus Kristus pasti diselamatkan (ditebus)

Melalui kesempatan ini,sebagai orang Kristen saya mengucapkan selamat Natal kepada seluruh saudara seiman di dalam Yesus Kristus yang ada di Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua dan tempat lain yang saya tidak sebutkan disini. Saya mengucapkan:



TUHAN YESUS MEMBERKATI

Doa dan Harapan kita agar Perayaan Natal dan Tahun baru berlangsung dalam pertolongan TUHAN. Foto di atas adalah hasil foto ketika saya mengikuti perayaan Natal di aula kedokteran UKI-Cawang pada tanggal 21 Desember 2018. Hasil foto ini saya sangat senang. Tentu fotografer adalah para seniman profesional. Hasil yang diabadikan tentu sangat memuaskan. Hanya saja ketika dimuat dalam blog ini, saya harus foto ulang dengan kamera Hp Siaomi Redmi Note 5. Kemarin dalam acara Adat Batak untuk pesta adat memberi marga Br kepada orang non Batak yang menikah dengan seorang lelaki Batak. Sayapun menikah dengan seorang perempuan Batak, dan bila dimargakan maka harus mengikuti pesta adat. Saya melihat para fotografer menggunakan kamera Sony Made in Japan.



Pakaian Natal yang saya gunakan adalah Jas dari "Vaelnsa", sebuah jas yang sudah lama saya gunakan. Saya sangat suka menggunakan Jas ini berbagai tempat. Kemudian celana panjang bermrek "Andre Laurenz", saya senang memilih dan menggunakan celana panjang Andre Laurent yang saya beli di Matahari Mall Kramat Jati, sedangkan baju bermerk Stanley Adams, ikat pinggang bermerek JPSP, ikat pinggang ini merupakan hadiah dari staf dan karyawan Kristen dalam acara Natal Keluarga Besar PT GBSM (Estate-Mill), PT MLK dan PT HPS Triputra Argo Persada, sedangkan sepatu bermerek Cole yang saya beli di Mall Matahari Kramat Jati dengan diskon yang cukup menarik. Dengan beberapa fasilitas di atas, memperganteng penampilan saya sebagaimana nampak dalam foto di atas. Ha ha ha.


Foto di atas menunjukkan bahwa ikat pinggang yang diberi oleh jemaat kepada saya tentu merupakan pemberian yang berguna bagi saya. Ikat pinggang bermanfaat untuk saya dalam melengkapi keperluang merapikan pakaian pakaian, khususnya ketika baju harus dimasukan dalam celana dan ikat pinggang berfungsi untuk menahan celana dan mempesona penampilan seseorang. Tentu manfaat ikat pinggang sangat banyak. Saya hanya menampilkan gambar ikat pinggang di atas sebagai bukti kenang-kenangan jemaat untuk saya. Saya senang atas pemberian jemaat.
Saya tidak tahu berapa harga ikat pinggang bermerek JPSP, namun saya menduga ikat pinggang ini masuk dalam kategori ikat pinggang berkualitas dan tentu harganya pasti mahal. Dalam kepala ikat pinggang tertulis merek JPSP dan pada alat penyangga ikat pinggal tertulis Crocodile. Tentu ikat pinggang ini ikat pinggang yang dibeli di tempat-tempat seperti Mall dan sejenisnya. Ikat pinggang ini tidak dijual di sembarangan tempat.
Dengan demikian dalam bulan desember ini sebagai orang Kristen saya sampaikan selamat natal dan selamat hidup rukun dalam masyarakat Multikultural di Negara kita tercinta Indonesia.


Setelah natal berlibur ke mana?
Ada yang memilih berlibur bersama keluarga ke puncak, ada pula yang ke Bali, ada pula yang pulang kampung seperti ke Papua, Ambon, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, ke Samosir (Danau Toba), ke Nias dll. Ada berbagai tempat yang dapat kita pilih untuk menjadi tempat liburan akhir tahun. Sekarang rata-rata hari libur sudah dimulai tanggal, 20 Desember sampai 4 Desember 2018, masuk kantor pada tanggal 7 Januari 2018.

Salam Noel 2018

Suasana Natal 2018 di Tempat Berbelanja

Suasana Natal 2018 di Tempat Berbelanja
Suasana Natal 2018 di tempat berbelanja yang saya maksudkan disini yakni di sebuah Mall. Mall sebagaimana lazimnya menjadi tempat untuk siapa saja yang datang ke sana untuk berbelanja ragam kebutuhan dengan diskon yang bervariasi. Jadi, judul postingan ini tidak terjadi di berbagai tempat belanja, pengalaman itu saya dapatkan ketika berbelanja di sebuah tempat belanja yaitu di Mall yang ada di Wilayah Jakarta Timur. Disana saya menemukan suasana Natal ketika saya memasuki Mall tersebut.

Natal adalah kisah yang mendunia tentang lahirnya Yesus Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah peristiwa sejarah. Artinya benar-benar terjadi. Tempat kelahiran Yesus Kristus di Betlehem. Kelahiran Yesus Kristus merupakan penggenapan nubuatan oleh para Nabi dalam Perjanjian Lama. Para nabi itu menjadi pembicara TUHAN. Artinya TUHAN berbicara kepada manusia melalui Nabi. Para nabi yang diperkenalkan dalam Alkitab, khususnya Perjanjian Lama dikelompokkan dalam Jabatan Nabi Besar dan Nabi Kecil.
Para Nabi besar Menurut Perjanjian Lama, yaitu:

1. Nabi Musa
2. Nabi Samuel
3. Nabi Natan
4. Nabi Elia
5. Nabi Elisa
6. Nabi Yesaya
7. Nabi Yeremia
8. Nabi Daniel
9. Nabi Yehezkiel
10. Nabi Zakharia

Dalam Pengantar Perjanjian Lama yang disajikan secara akademis yang didasarkan pada kanon Kristus yaitu Alkitab, para nabi kecil atau biasanya disebut 12 nabi kecil merupakan sekelompok nabi Ibrani ( Israel), para nabi kecil itu berbicara atas nama TUHAN dan tercatat dalam kitab suci atau berdasarkan kitab suci yang sesuai dengan nama para nabi kecil. Kedua belas nabia kecil dapat kita baca dalam kitab suci Perjanjian Lama Alkitab Kristen sebagai berikut:

1. Hosea (Nama kitabnya Hosea/kitab Hosea, ada dalam Perjanjian Lama)
2. Yoël (Nama kitabnya Yoel /kitab Yoel, ada dalam Perjanjian Lama)
3. Amos (Nama kitabnya Hosea/kitab Amos, ada dalam Perjanjian Lama)
4. Obaja (Nama kitabnya Obaja/kitab Obaja, ada dalam Perjanjian Lama)
5. Yunus (Nama kitabnya Yunus/kitab Yunus, ada dalam Perjanjian Lama)
6. Mikha (Nama kitabnya Mikha/kitab Mikha, ada dalam Perjanjian Lama)
7. Nahum (Nama kitabnya Nahum/kitab Nahum, ada dalam Perjanjian Lama)
8. Habakuk (Nama kitabnya Habakuk/kitab Habakuk, ada dalam Perjanjian Lama)
9. Zefanya (Nama kitabnya Zefanya/kitab Zefanya, ada dalam Perjanjian Lama)
10.Hagai (Nama kitabnya Hagai/kitab Hagai, ada dalam Perjanjian Lama)
11.Zakharia (Nama kitabnya Zakharia/kitab Zakharia, ada dalam Perjanjian Lama)
12.Maleakhi (Nama kitabnya Maleakhi/kitab Maleakhi, ada dalam Perjanjian Lama)

Para Nabi tersebut di atas, telah menubuatkan kelahiran Yesus Kristus. Kelahiran Yesus Kristus kemudian dirayakan oleh orang yang menjadi pengikut Yesus Kristus atau disebut Kristen dalam perayaan yang disebut “Natal”. Natal berarti kelahiran. Kelahiran yang diperingati orang Kristen adalah kelahiran Yesus Kristus. Sedangkan tanggal 25 Desember merupakan sikap gereja secara kontekstual kala itu. Tanngalnya bisa dipersoalkan, sementara kelahiran Yesus Kristus tidak dapat dibantahkan. Kalaupun ada, maka bantahan itu biasanya bagi mereka yang mencari-cari alasan yang tidak masuk akal. Dikatakan demikian karena kelahiran Yesus Kristus itu peristiwa historis dan disaksikan oleh lebih dari satu orang dan tercatat dalam kitab suci Kristen yaitu Alkitab Perjanjian Baru seperti dalam kitab Matius dan beberapa bagian kitab suci Perjanjian Baru.

Dalam rangka perayaan natal akan peringatan hari kelahiran Yesus Kristus maka setiap tahun ada suasana natal di berbagai tempat. Misalnya pada tanggal 20 Desember 2018 pukul 18.00 – 20.00 WIB, saya bersama isteri ke sebuah tempat belanja di bilangan Jakarta Timur yaitu di Kramat Jati, saya melihat suasana di tempat belanja yang ramai dikunjungi pengunjung untuk berbelanja. Tentu orang Kristen membeli beberapa keperluan untuk Natal. Saya memperhatikan ada yang beli celana panjang Adre Lauren, ada pula yang membeli sepatu, membeli Jeans, baju kemeja tangan panjang dan lengan pendek, ikat pinggang, dan masih banyak lagi. Ada pula yang non Kristen yang membeli produk-produk sesuai kebutuhan. Belanja akan semakin menarik apabila ada diskon. Artinya ketika kita hadir di tempat belanja kemudian ada penawaran diskon 50 % - 70 %. Dengan diskon yang sebegitu besar kita dapat berbelanja secara efektif.



Hal yang hendak saya sampaikan disini yakni suasana Natal yang muncul ketika saya memasuki tempat belanja tersebut. Ada hiasan-hiasan Natal. Tentu bagi kami orang Kristen menambah damai dalam hati. Kami yang berbelanja pada tanggal 20 Desember 2018 pasti terdiri dari orang Kristen dan sesama anak bangsa yang non Kristen. Terjadi suasana yang menunjukkan toleransi sebagaimana yang dianut di Indonesia.

Saya bersama isteri belanja celana dan baju kemeja lengan panjang dan pendek dengan diskon yang ditawarkan di Matahari Mall. Ada diskon 50 %, ada pula yang beli 2 dapat 1 secara gratis. Saya membeli sepatu dengan diskon 50 %. Ya lumayan untuk dipakai dalam merayakan Natal 2018. Ada pula keperluan kaum ibu seperti Make Up dengan kualitas yang tentu berbeda. Saya katakan demikian karena sebuah Mall pasti menjual produk yang berkualitas. Bagi kaum perempuan, make up tidak dapat dipisahkan dari dirinya. Khususnya bagi yang Kristen, dalam menyongsong Natal tentu memerlukan produk-produk kosmetik untuk make up sebelum mengikuti Natal. Bagi yang laki-laki, ada produk Jeans, emba dengan kualitas yang tentu menyenangkan bagi mereka yang membeli dan menggunakan Jeans Emba.

Salam Natal 2018

Thursday, December 20, 2018

Pengalaman Perjalanan dengan Mobil Hilux

Pengalaman Perjalanan dengan Mobil Hilux
Menggunakan Mobil Toyota Hilux tentu menyenangkan. Beberapa Minggu yang sudah lewat, saya ke Sampit, tepatnya tanggal 8 Desember 2018 dan selama di Sampit, yaitu di desa Sebabi, saya harus mengadakan perjalanan ke beberapa tempat untuk mengikuti ibadah Natal dan berkhotbah tentang tema: Yesus Kristus Hikmat Kita (I Korintus 1:30a). Perjalanan ke 4 tempat pelayanan, saya kadang dijemput dengan mobil HILUX. Mobil Hilux adalah salah satu mobil yang dimiliki oleh perusahan. Mobil ini yang antar jemput kami untuk ke beberapa tempat yang mengadakan ibadah dan perayaan Natal di bulan Desember 2018. Jadwal saya yaitu tanggal 9 Desember 2018 di Gereja POUK Jemaat Piladelfia, Jemaat di Desa Baung Kalimantan Tengah, sedangkan dua tempat lainnya menggunakan mobil non Hilux


Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam kamipun sampai di rumah seorang rekan yang tempatnya menjadi penginapan bagi saya selama satu minggu di wilayah kota waringin Timur-Sampit Kalimantan Selatan. Esoknya hari minggu, saya beribadah di Gereja Oikumene yang ada di salah satu perkebunan kelapa sawit. Gereja ini diperuntukkan untuk orang-orang Kristen yang bekerja di Perusahan Sawit, ada yang menjadi staf dan karyawan PT yang menangani perkebunan dan pengolahan Kelapa Sawit. Ibadah Minggu dimulai jam 09.00 WIB. Setelah selesai ibadah Minggu,saya kembali ke tempat penginapan untuk persiapan pelayanan di salah satu gereja Oikumene yang berada di salah satu daerah. Menjelang waktu untuk keberangkatan, mobil yang kami gunakan sudah tiba dan berhenti di depan rumah, kami kemudian masuk ke mobil jemputan untuk selanjutnya ke tempat pelayanan untuk kegiatan perayaan Natal yang dilaksanakan pukul 17.00.

Setelah menempuh perjalanan dari Sebabi ke lokasi Gereja Oikumene Jemaat Filadelfia yang berada di lokasi PT Sarana Titian Permata, kamipun tiba dengan selamat dan panitia menyambut kami dengan baik dan kamipun dipersilakan memasuki ruang rumah Gereja. Hal yang menarik adalah bahwa PT Sarana Titian Permata menyediakan sarana ibadah di kompleks PT yang memungkinkan karyawan untuk beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Misalnya staf dan karyawan yang beragama Kristen beribadah di rumah gereja yang disiapkan oleh PT, sementara saudara-saudara kita yang beragama non Kristen juga ada tempat ibadah yang disiapkan oleh pihak PT. Jadi, saya diundang oleh panitia Natal Jemaat Piladelfia untuk menjadi pembicara di ibadah dan perayaan Natal. Ibadah itu berlangsung Minggu tanggal, 9 Desember 2018.
Tema yang diberikan oleh panitia yaitu: Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (I Korintus 1:30a). Berdasarkan tema ini, saya membicakan 3 hikmat, yaitu: (1) Yesus Kristus Membenarkan Kita, (2) Yesus Kristus Menguduskan Kita, (3) Yesus Kristus Menebus Kita atau menyelamatkan kita. Tiga pokok ini saya persingkat dalam hikmat (kebenaran iman Kristen), yaitu: orang yang percaya Yesus Kristus pasti dibenarkan dihadapan Allah yang Maha Benar, orang Kristen yang percaya Yesus pasti dijadikan orang yang spesial untuk melaksanakan maksud-Nya yaitu rancangan damai sejahtera atau pembawa Eirene (kabar sukcita), dan orang yang percaya Yesus Kristus memiliki kepastian keselamatan (Pasti Selamat dari bahaya Naraka atau tidak masuk Neraka tetapi hidup selamanya di Sorga Rumah Bapa). Ini keyakinan saya sebagai orang Kristen dan juga saudara-saudara seiman yang percaya kepada Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Lagi-lagi ini keyakinan saya sebagai orang Kristen. Jadi, tanggal 9 Desember 2018 merupakan hari pertama kegiatan saya dalam peristiwa ibadah dan perayaan Noel di Kota Waringin Timur.
Selanjutnya pada tanggal 14 Saya berkhotbah di Gereja Oikumene Umat Kristen (POUK) PT SSM (Estate dan PKS/Pabrik Kelapa Sawit), PT Mas (Sarimas I). Di tempat ini saya menyampaikan khotbah dengan tema Natal: Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (I Korintus 1:30a). Para staf dan karyawan yang beragama Kristen yang ada di PT hadir dalam acara natal tersebut. Ya acara ini memang untuk para staf dan karyawan Kristen. Mereka diberi tempat ibadah, yaitu sebuah rumah ibadah atau rumah gereja, saya juga melihat ada rumah ibadah agama lain yang disediakan oleh PT dan ada di lokasi PT. Rumah ibadah seperti Masjid juga ada. Ada sikap toleransi di tempat ini.

Pada kegiatan yang ketiga, saya menempuh perjalanan yang relatif jauh. Waktu tempuhnya 3-4 Jam. Kami dijemput dengan mobil perusahan. Tempat yang saya tuju yaitu Gereja Oikumene di mana Keluarga Besar PT GBSM (Estate-Mill), PT Mlk dan PT HPS Triputra Argo Persada, yaitu staf dan karyawan yang beragamma Kristen melaksanakan ibadah perayanaan Natal. Setelah tiba di lokasi PT, kami menginap di penginapan yaitu perumahan yang disiapkan untuk para Manajer. Saya bersama beberapa orang yang menyertai saya beristerahat beberapa jam sebelum ikut ibadah Natal pada pukul 18.00.
Kami dilayani secara baik, kami disuguhkan sajian maka siang, makan malam dan sarapan pagi.

Pada pukul 16.00 kami mandi kemudian bersiap-siap ke tempat ibadah Natal yang letaknya tidak jauh namun kami harus menggunakan mobil karena hujan. Panitia mengirim jemputan dan kamipun tiba di rumah gereja dan disambut panitia Natal. Acara ibadah Natalpun segera dimulai. Setelah beberapa kegiatan ibadah, saya kemudian diberi kesempatan untuk berhomilia (menyampaikan penjelasan tentang teks yang dijadikan sebagai tema Natal. Teks kitab suci diambil dari I Korintus 1:30a. Temanya: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita". Penekanan saya pada tiga kata yang digunakan rasul Paulus, yaitu: (1) Yesus Kristus membenarkan, (2) Yesus Kristus menguduskan kita, (3) Yesus Kristus Menebus atau menyelamatkan kita. Acara Natal ini dilaksanakan hari Sabtu atau malam Minggu tanggal 15 Desember 2018. Keesokan harinya yaitu hari Minggu kami kembali ke Sebabi dengan menggunakan mobil renatl yang disewa panitia Natal. Harga sewa mobil Rp 700.000,00. Setelah diantar dan sampai ke Sebabi, sopir meminta tambahan Rp 100.000,00 karena tempat yang kami tuju relatif jauh. Perjalanan hampir 5 Jam. Lamanya ini disebabkan karena kondisi jalan yang diguyur hujan, sebagian jalan berlubang dan lumpur sehingga kami harus hati-hati. Selain itu kami menggunakan beberapa jam untuk mampir di sebuah tempat istirahan untuk ngopi dan makan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke sebabi.
Dalam perjalanan itu saya melihat ada hotel khusus untuk burung yang bernilaia sangat ekonomis, yaitu burung walet. Rumah burung walet dibuat bertingkat, lokasi antara satu bangunan burung walet juga kadang berdekatan. Tentu burung walet pasti senang, apalagi pemilik rumah burung walet. Saya mendengar bahwa sarang burung walet harganya sangat mahal. Jadi usaha di sarang walet tentu menggiurkan. Sukses untuk masyarakat yang membangun rumah sarang walet. Rejeki harus diperoleh dengan kerja keras. Salah satunya yakni memperoleh rejeki melalui buurung walet.
Dalam perjalanan yang mellelahkan dan terasa cape duduk di mobil, akhirnya kamipun sampai di Sebabi. Setelah istirahat 5 menit, saya harus mandi untuk persiapan pelayanan Natal di Gereja Oikumene yang juga kami harus tempuh dengan menggunakan mobil.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam kami tiba di lokasi gereja Oikumene PT Globalindo Alam Perkasa. Kegiatan Natal dilaksanakan tanggal 16 Desember 2018 pukul 18.00. Di tempat ini saya membicarakan tema yang sama. Setelah selesai ibadah Natal kami harus berangkat menuju kota sampit karena hari Senin saya harus berangkat ke Jakarta. Mobil yang kami gunakan adalah mobil sewaan. Setelah menemupuh perjalanan 2 Jam kamipun sampai di kota Sampit. Saya bersama rombongan yang mengantar, istirahat bersama di ruang depan di rumah teman pendeta. Kemudian keesokan harinya kami berangkat menuju Bandara Sampit untuk penerbangan ke Jakarta dengan pesawat NAM AIR.

Teman yang mengantar saya dengan beberapa anggota jemaat Gereja Oikumene, berhenti sejenak di sebuah tempat untuk membeli oleh-oleh dari Sampit. Teman itu membeli Tas Perempuan untuk isteri saya dan sebuah baju batik corak atau motif Sampit. Tentu Batik Motif sampit saya menyukainya. Batik Sampit itu kami beli di Duta Borneo Collection. Saya kemudian menerima tas dan baju batik yang sudah dibeli oleh teman. Kemudian saya mengucapkan terimakasih karena sudah mendapat oleh-oleh Sampit.

Kami kemudian melanjutkan ke Bandara, setelah tiba di Bandara kami kemudian turun dari mobil dan ngobrol sebentar sambil dibuka layanan untuk masuk ke ruaang Chekin dan ruang tunggu untuk penerbangan dengan pesawat NAM AIR ke Jakarta.
Setelah masuk ke ruang tunggu saya kemudian memesan kopi untuk minum sambil menunggu masuk ke ruang tunggu keberangkatan. Akhirnya pesawat tiba dari Jakarta dan kami dipersilahkan memasuki pesawat. Kemudian setelah terbang dalam waktu 1,20 menit kami tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Dan selanjutnya menuju rumah.
Perjalanan yang menyenangkan.

Salam Noel/Selamat Natal 2018

Kegiatan Noel Selama 8 hari di Sampit

Kegiatan Noel Selama 8 hari di Sampit
Pada tanggal 8 Desember 2018 saya berangkat dari bandara Soekarno-Hatta ke Sampit dengan menggunakan layanan penerbangan NAM AIR. Saya tiba di Bandara Sampit dan kemudian meneruskan perjalanan ke rumah saudara di kota Sampit, setelah beritirahat beberapa menit kami kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat yang saya tuju untuk kegiatan "Noel" (perayaan akan kelahiran Yesus Kristus atau yang sering disebut Natal). Tempat yang saya tuju adalah SeBabi Waringin Timur. Perjalanan ke desa Sebabi kami lakukan melaui transportasi darat yaitu sewa taksi. Harganya saya tidak tahu karena hal itu menjadi urusan panitia. Saya hanya naik mobil, duduk dan diantar sampai tempat tujuan.Saya sungguh menikmati perjalanan ini,khususnya dengan Mobil Jemputan HILUX. Mobil Hilux tentu berbeda dengan mobil yang lain, khususnya dalam medan yang kami tempu selama di tempat pelayanan


Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam kamipun sampai di rumah seorang rekan yang tempatnya menjadi penginapan bagi saya selama satu minggu di wilayah kota waringin Timur-Sampit Kalimantan Selatan. Esoknya hari minggu, saya beribadah di Gereja Oikumene yang ada di salah satu perkebunan kelapa sawit. Gereja ini diperuntukkan untuk orang-orang Kristen yang bekerja di Perusahan Sawit, ada yang menjadi staf dan karyawan PT yang menangani perkebunan dan pengolahan Kelapa Sawit. Ibadah Minggu dimulai jam 09.00 WIB. Setelah selesai ibadah Minggu,saya kembali ke tempat penginapan untuk persiapan pelayanan di salah satu gereja Oikumene yang berada di salah satu daerah. Menjelang waktu untuk keberangkatan, mobil yang kami gunakan sudah tiba dan berhenti di depan rumah, kami kemudian masuk ke mobil jemputan untuk selanjutnya ke tempat pelayanan untuk kegiatan perayaan Natal yang dilaksanakan pukul 17.00.

Setelah menempuh perjalanan dari Sebabi ke lokasi Gereja Oikumene Jemaat Filadelfia yang berada di lokasi PT Sarana Titian Permata, kamipun tiba dengan selamat dan panitia menyambut kami dengan baik dan kamipun dipersilakan memasuki ruang rumah Gereja. Hal yang menarik adalah bahwa PT Sarana Titian Permata menyediakan sarana ibadah di kompleks PT yang memungkinkan karyawan untuk beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya. Misalnya staf dan karyawan yang beragama Kristen beribadah di rumah gereja yang disiapkan oleh PT, sementara saudara-saudara kita yang beragama non Kristen juga ada tempat ibadah yang disiapkan oleh pihak PT. Jadi, saya diundang oleh panitia Natal Jemaat Piladelfia untuk menjadi pembicara di ibadah dan perayaan Natal. Ibadah itu berlangsung Minggu tanggal, 9 Desember 2018.
Tema yang diberikan oleh panitia yaitu: Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (I Korintus 1:30a). Berdasarkan tema ini, saya membicakan 3 hikmat, yaitu: (1) Yesus Kristus Membenarkan Kita, (2) Yesus Kristus Menguduskan Kita, (3) Yesus Kristus Menebus Kita atau menyelamatkan kita. Tiga pokok ini saya persingkat dalam hikmat (kebenaran iman Kristen), yaitu: orang yang percaya Yesus Kristus pasti dibenarkan dihadapan Allah yang Maha Benar, orang Kristen yang percaya Yesus pasti dijadikan orang yang spesial untuk melaksanakan maksud-Nya yaitu rancangan damai sejahtera atau pembawa Eirene (kabar sukcita), dan orang yang percaya Yesus Kristus memiliki kepastian keselamatan (Pasti Selamat dari bahaya Naraka atau tidak masuk Neraka tetapi hidup selamanya di Sorga Rumah Bapa). Ini keyakinan saya sebagai orang Kristen dan juga saudara-saudara seiman yang percaya kepada Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Lagi-lagi ini keyakinan saya sebagai orang Kristen. Jadi, tanggal 9 Desember 2018 merupakan hari pertama kegiatan saya dalam peristiwa ibadah dan perayaan Noel di Kota Waringin Timur.
Selanjutnya pada tanggal 14 Saya berkhotbah di Gereja Oikumene Umat Kristen (POUK) PT SSM (Estate dan PKS/Pabrik Kelapa Sawit), PT Mas (Sarimas I). Di tempat ini saya menyampaikan khotbah dengan tema Natal: Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (I Korintus 1:30a). Para staf dan karyawan yang beragama Kristen yang ada di PT hadir dalam acara natal tersebut. Ya acara ini memang untuk para staf dan karyawan Kristen. Mereka diberi tempat ibadah, yaitu sebuah rumah ibadah atau rumah gereja, saya juga melihat ada rumah ibadah agama lain yang disediakan oleh PT dan ada di lokasi PT. Rumah ibadah seperti Masjid juga ada. Ada sikap toleransi di tempat ini.

Pada kegiatan yang ketiga, saya menempuh perjalanan yang relatif jauh. Waktu tempuhnya 3-4 Jam. Kami dijemput dengan mobil perusahan. Tempat yang saya tuju yaitu Gereja Oikumene di mana Keluarga Besar PT GBSM (Estate-Mill), PT Mlk dan PT HPS Triputra Argo Persada, yaitu staf dan karyawan yang beragamma Kristen melaksanakan ibadah perayanaan Natal. Setelah tiba di lokasi PT, kami menginap di penginapan yaitu perumahan yang disiapkan untuk para Manajer. Saya bersama beberapa orang yang menyertai saya beristerahat beberapa jam sebelum ikut ibadah Natal pada pukul 18.00.
Kami dilayani secara baik, kami disuguhkan sajian maka siang, makan malam dan sarapan pagi.

Pada pukul 16.00 kami mandi kemudian bersiap-siap ke tempat ibadah Natal yang letaknya tidak jauh namun kami harus menggunakan mobil karena hujan. Panitia mengirim jemputan dan kamipun tiba di rumah gereja dan disambut panitia Natal. Acara ibadah Natalpun segera dimulai. Setelah beberapa kegiatan ibadah, saya kemudian diberi kesempatan untuk berhomilia (menyampaikan penjelasan tentang teks yang dijadikan sebagai tema Natal. Teks kitab suci diambil dari I Korintus 1:30a. Temanya: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita". Penekanan saya pada tiga kata yang digunakan rasul Paulus, yaitu: (1) Yesus Kristus membenarkan, (2) Yesus Kristus menguduskan kita, (3) Yesus Kristus Menebus atau menyelamatkan kita. Acara Natal ini dilaksanakan hari Sabtu atau malam Minggu tanggal 15 Desember 2018. Keesokan harinya yaitu hari Minggu kami kembali ke Sebabi dengan menggunakan mobil renatl yang disewa panitia Natal. Harga sewa mobil Rp 700.000,00. Setelah diantar dan sampai ke Sebabi, sopir meminta tambahan Rp 100.000,00 karena tempat yang kami tuju relatif jauh. Perjalanan hampir 5 Jam. Lamanya ini disebabkan karena kondisi jalan yang diguyur hujan, sebagian jalan berlubang dan lumpur sehingga kami harus hati-hati. Selain itu kami menggunakan beberapa jam untuk mampir di sebuah tempat istirahan untuk ngopi dan makan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke sebabi.
Dalam perjalanan itu saya melihat ada hotel khusus untuk burung yang bernilaia sangat ekonomis, yaitu burung walet. Rumah burung walet dibuat bertingkat, lokasi antara satu bangunan burung walet juga kadang berdekatan. Tentu burung walet pasti senang, apalagi pemilik rumah burung walet. Saya mendengar bahwa sarang burung walet harganya sangat mahal. Jadi usaha di sarang walet tentu menggiurkan. Sukses untuk masyarakat yang membangun rumah sarang walet. Rejeki harus diperoleh dengan kerja keras. Salah satunya yakni memperoleh rejeki melalui buurung walet.
Dalam perjalanan yang mellelahkan dan terasa cape duduk di mobil, akhirnya kamipun sampai di Sebabi. Setelah istirahat 5 menit, saya harus mandi untuk persiapan pelayanan Natal di Gereja Oikumene yang juga kami harus tempuh dengan menggunakan mobil.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam kami tiba di lokasi gereja Oikumene PT Globalindo Alam Perkasa. Kegiatan Natal dilaksanakan tanggal 16 Desember 2018 pukul 18.00. Di tempat ini saya membicarakan tema yang sama. Setelah selesai ibadah Natal kami harus berangkat menuju kota sampit karena hari Senin saya harus berangkat ke Jakarta. Mobil yang kami gunakan adalah mobil sewaan. Setelah menemupuh perjalanan 2 Jam kamipun sampai di kota Sampit. Saya bersama rombongan yang mengantar, istirahat bersama di ruang depan di rumah teman pendeta. Kemudian keesokan harinya kami berangkat menuju Bandara Sampit untuk penerbangan ke Jakarta dengan pesawat NAM AIR.

Teman yang mengantar saya dengan beberapa anggota jemaat Gereja Oikumene, berhenti sejenak di sebuah tempat untuk membeli oleh-oleh dari Sampit. Teman itu membeli Tas Perempuan untuk isteri saya dan sebuah baju batik corak atau motif Sampit. Tentu Batik Motif sampit saya menyukainya. Batik Sampit itu kami beli di Duta Borneo Collection. Saya kemudian menerima tas dan baju batik yang sudah dibeli oleh teman. Kemudian saya mengucapkan terimakasih karena sudah mendapat oleh-oleh Sampit.

Kami kemudian melanjutkan ke Bandara, setelah tiba di Bandara kami kemudian turun dari mobil dan ngobrol sebentar sambil dibuka layanan untuk masuk ke ruaang Chekin dan ruang tunggu untuk penerbangan dengan pesawat NAM AIR ke Jakarta.
Setelah masuk ke ruang tunggu saya kemudian memesan kopi untuk minum sambil menunggu masuk ke ruang tunggu keberangkatan. Akhirnya pesawat tiba dari Jakarta dan kami dipersilahkan memasuki pesawat. Kemudian setelah terbang dalam waktu 1,20 menit kami tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Dan selanjutnya menuju rumah.
Perjalanan yang menyenangkan.

Salam Noel 2018

Perjalanan Noel Jakarta ke Sampit

Perjalanan Noel Jakarta ke Sampit
Pada beberapa bulan lalu, panitia Natal beberapa Gereja Oikumene di wilayah Sampit mengundang saya untuk menjadi pembicara dalam acara Natal. Mereka memberi jadwal pelayanan kepada saya untuk 4 tempat. Jarak antara satu tempat ke tempat yang lain tentu relatif jauh. Perjalanan membutuhkan waktu 1 sampai 4 Jam perjalanan. Jalan yang dilalui juga bukan jalan utama, karena jalan utama sudah di aspal sementara beberapa jalan yang menuju ke kebun kelapa Sawit ada yang sudah diaspal dan ada juga yang sedang dalam proses. Ketika kami melawati jalan kebun sawit, mobil yang kami gunakan tentu berbeda dengan mobil perusahan sawit, hal ini membuat kami sangat berhati-hati ketika melewati beberapa bagian jalan yang banyak lumpur. Pada hari terakhir, sebelum saya kembali ke Jakarta, mobil yang kami gunakan hampir tertanam dalam lumpur. Bila hal itu terjadi maka kami sulit keluar karena hari sudah malam dan sedang hujan. Namun sopir yang membawa kami sangat paham dengan karakteristik mobil dan jalan yang kami lalui.
Sunggus luar biasa pemandangan di beberapa tempat yang saya lalui di daerah Sampit. Saya senang dengan lingkungan alam daerah sampit.


Ketika saya berangkat dari Jakarta ke Sampit, saya berdoa agar cuaca selama penerbangan tidak banyak awan dan hujan. Saya menumpang di sebuah pesawat yang memiliki rute penerbangan Jakarta ke Sampit dan dari Sampit ke Jakarta. Sewaktu saya dari Jakarta ke Sampit, saya disambut oleh anggota keluarga dari panitia yang mengundang saya. Saya disambut dengan baik di bandar udara dan diantar ke tempat penginapan. Pesawat yang saya tumpangi menunda beberapa jam keberangkatan. Artinya saya terbang dengan pesawat tidak sesuai dengan ketika membeli tiket. Ada perubahan jam keberangkatan dari Jakarta ke Sampit dan dari Sampit ke Jakarta.
Ya penundaan ini tentu mempertimbangkan beberapa faktor seperti keselamatan dll. Secara iman, seorang yang percaya Yesus memiliki kepastian keselamatan. Ringkatnya orang Kristen meyakini bahwa ia memiliki kepastian keselamatan karena Yesus Kritus.

Penerbangan Jakarta ke Sampit ditempuh dalam waktu 1,20 mmenit. Saya kemudian tiba di Bandara Sampit dengan keadaan selamat.

Happy Noel untuk Anak Bungsu

Happy Noel untuk Anak Bungsu
Efektivitas kali ini memposting pengalaman di sebuah Mall untuk belanja kebutuhan Natal. Hari ini saya mendengar anak kami yang bungsu mendapat sebuah prestasi dari guru mata pelajaran agama. Ia kemudian memberitahukan ke mamanya. Mamanya kemudian membeli Donuts yang paling disukai di salah satu J.CO yang ada di bilangan Jakarta Timur, yaitu di PGC. Isteri saya kemudian menelpon saya, kebetulan kantor kami berbeda, kami mengadakan janjian untuk belanja beberapa keperluan Natal 2018 setelah pulang kantor. Saya kemudian menyewa ojek online untuk ke Mall Matahari Kramat Jati, di tempat ini saya melihat-lihat celana panjang yang akan saya beli. Saya kemudian mencari celana panjang yang bertuliskan merek Adre Lauren dengan harga Rp 169.000,00. Saya suka dengan celana dengan merek ini karena beberapa celana saya yang bermerek Lauren bertahan dalam waktu yang relatif lama. Ada yang saya beli tahun 1998 dan masih bertahan sampai sekaran. Sambil menunggu isteri, saya mencoba celana panjang yang akan saya beli di kamar pas, celana yang saya ukur pertama ternyata terlalu kecil ukurannya untuk pinggangku. Saya kemudian mencari lagi zise 36, ukuran ini ternyata cocok, Beberapa jam kemudian, isteri saya datang dan kami mulai mencari baju kemeja yang cocok untuk saya. Kami mencari yang diskon beli 2 dapat 1 secara gratis. Jadi, saya mendapat 3 baju kemeja berlengan panjang. Ada pula produk-produk lain yang kami beli dengan diskon semarak Natal 50 %. Salah satunya yakni sepatu. Saya mendapat diskon 50 % dari harga Rp 499.000,00 dan setelah dikurang dengan diskon maka saya kemudian membayar Rp 250.000,00 tetapi harga ini berkurang lagi karena saya menukar poin pada kartu belanja Matahari. Jelasnya banyak produk yang diberi diskon dengan diskon yang relatif besar. Setelah itu kami kembali ke rumah.


Sewaktu pulang, saya membawa Donuts yang sudah dibeli isteri. Donuts ini akan diberi kepada anak bungsu. Kami kemudian tiba di rumah dan langsung memberi donuts tersebut kepada anak kami yang bungsu. Ia merasa sangat senang dengan perhatian tersebut. Ia kemudian memakan beberapa donuts, yang lainnya dibagikan kepada kedua kakaknya. Kami memiliki 3 anak. Donuts yang dibeli tentu diberikan kepada anak bungsu.
Ketika di Matahari Mall, saya memperhatikan kantong plastik tempat donuts yang dibeli isteri dari J.CO. Ada tulisan yang menarik bagi saya sebagai seorang blogger part time, tulisan yang saya maksud yaitu: Bali, Jakarta, Kuala Lumpur, Singapore, Manila, Hong Kong, Saudi Arabia. Tentu nama-nama tempat ini tidak asing lagi di telinga kita. Tempat-tempat yang disebut ini bisa menjadi tempat usaha Donuts atau penerbangan dengan pesawat ke berbagai tempat yang disebut atau tertulis dalam kantong plastik yang berisi donuts.

Selanjutnya yang saya maksudkan dengan Happy Noel untuk anak bungsu yakni kegembiraan Natal untuk anak kami yang bungsu. Kami berharap anak kami yang bungsu mengalami Happy Noel. Noel artinya Natal. Kata Noel tentu bukan bahasa kita tetapi bahasa Perancis dan Polandia. Di Perancis dan Polandia, kata Noel berarti Natal atau kelahiran.
Kata Noel biasanya dipakai untuk anak laki-laki.
Nama ini menjadi populer di kalangan keluarga Kristen yang memberi nama anaknya dengan nama Noel dan diikuti dengan marga. Misalnya Noel Muanley, Noel Boehlke,dll.Bila anak perempuan maka diberi nama "Noela".

Salam

Saturday, December 1, 2018

Rencana Indah Menyongsong Natal 2018

Rencana Indah Menyongsong Natal 2018

Rencana Indah yang saya maksudkan disini yaitu rencana damai sejahtera, rencana eirene (rencana bahagia) yang dapat diwujudkan oleh setiap orang Kristen di seluruh dunia. Saya sebut seluruh dunia karena orang Kristen pasti ada di berbagai Negara seperti Eropa, Amerika, Afrika, Korea, Jepang, Singapura dan negara-negara lain yang saya tidak rinci disini. Memang di negara-negara tertentu mungkin kita tidak dapati orang Kristen disana sehingga perayaan natal tidak dilakukan disana. Setiap orang-orang Kristen pasti memiliki rencana natal, ada yang memiliki kemampuan finasial yang sangat mapan, mereka merencanakan natal di luar negeri, sementara yang lain merencanakan natal di dalam negeri dengan cara pulang kampung dan merayakan natal 2018.
Rencana natal sebagaimana yang saya maksudkan di atas tentu dilaksanakan oleh mereka yang merencanakan. Sering kita menghadapi kenyataan bahwa tiket pesawat menjadi mahal karena banyaknya penumpang yang hendak beribur ke kampung halaman. Katakanlah tiket pesawat dari Jakarta ke NTT, tiket pesawat dari Kupang ke Alor, tiket pesawat dari Jakarta ke Ambon dan sebaliknya Ambon ke Jakarta, tiket pesawat dari Jakarta ke Manado dan sebaliknya dari Manado ke Jakarta, tiket pesawat dari Jakarta ke Papua dan sebaliknya dari Papua ke Jakarta. Ada pula Jakarta ke Bali dan sebaliknya dari Bali ke Jakarta, Bali ke Kupang, Bali ke Sumba Barat, Bali ke Waingapu.
Saya juga baru-baru ini mendapat panggilan untuk sebuah tugas ke Kalimantan yaitu ke kota Sampit. Panitia sudah memesan tiket Jakarta Sampit PP. Mereka harus membeli tiket PP karena kuatir tiket pada bulan Desember melonjok. Ya tentu ini wajar sekali. Jadi tiket untuk saya sudah dipesan pada awal November 2018.


Bila berkumpul bersama dan merayakan natal secara bersama-sama tentu menjadi bagian yang didambakan setiap orang Kristen yang merantau ke tempat-tempat lain seperti Jawa, Bali, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Sumatera dll.
Apa yang saya sebutkan di atas, itulah yang saya maksudkan dengan rencana indah. Namun narasi selanjutnya juga merupakan bagian dari rencana indah menyongsong natal 2018. Rencana indah menyongsong natal 2018 dapat dilakukan dengan cara: berkunjung ke negara-negara tertentu yang menjadi tempat kita berlibur. Kita bisa memilih berlibur untuk merayakan natal di negara-negara seperti:
a. Singapura
b. Korea Selatan
c. Jepang
d. Filiphina
e. Amerika
f. Belanda
g. Jerman
h. Inggris
i. Italia
j. Roma
k. Spanyol
l. Afrika Selatan
m. Perancis
n. Armenia
o. Kanada
p. Hongkong. Hong Kong Disneyland Holiday
dll

Jika kita berlibur Natal di beberapa tempat seperti ke Salatiga. Saya ke Salatiga pada beberapa tahun yang lalu dengan menggunakan Kereta Api dan turun di Stasiun Semarang kemudian melanjutkan ke kota Salatiga yaitu di Kampus UKSW. Di sana ada keponakanku yang kuliah di UKSM. Saya menikmati keindahan Natal bersama keponakan dan keluarga kecil yang aku bawa ke Salatiga. Setelah itu kami balik ke Jakarta dengan menggunakan Kereta Api kelas eksekutif. Saya dan keluarga menikmati perjalanan yang demikian indah dan suasana Natal yang kami lalui. Kini pembelian tiket kereta api Jakarta luar kota seperti ke Surabaya, Malang, Semarang, Solo dll, kita dapat membeli tiket secara online. Layanan di kereta api juga sangat memuaskan.


Persiapan Jaket untuk daerah yang begitu dingin.Kita bisa membeli Jaket yang sekarang dapat kita beli secara online. Jaketpun bermacam-macam. Ada yang terbuat dari kulit, ada yang tebal dan ada pula yang tipis. Beli juga jaket anti air sebagai persiapan dalam perjalanan.

Hal yang paling khsuk yakni ketika menyanyikan lagu malam kudus di perayaan Natal: "Malam Kudus, Sunyi Senyap ... dan setrusnya ... lahir raja Shalom. Lagu yang membawa pernungan yang mendalam terhadap arti kedatangan-Nya dalam bentuk INKARNASI. Dalam inkarnasi itu, sang pen-ada menjadi atau masuk dalam histori manusia. Ia bukan Transenden tetapi juga imanen. Artinya yang Maha Tinggi telah berkenaan menyertaik umat-Nya. Itulah sebabnya Yesus disebut "IMMANUEL" artinya TUHAN beserta kita".

Dalam suasana Natal, kita dapat mencari informasi seperti: Early Chrismas Gift 20 sampai 50 % berupa Pohon Natal, Tas, Parfum, Tas dan tempat duduk yang menyenangkan. Penawaran-penawaran itu kita tinggal lihat dari rumah dan memesan secara online.

Salam Natal untuk mereka yang merayakan

Menyongsong Natal 2018

Menyongsong Natal 2018

Hari ini tanggal 1 Desember 2018, sementara tanggal natal pada 25 Desember 2018. Walaupun begitu suasana natal sudah mulai terlihat, ada lagu-lagu natal yang terdengar di rumah keluarga Kristen. Khususnya keluargaku yang ada di wilayah Indonesia Timur. Saya bersyukur terlahir dan dibesarkan dalam tradisi Kristen Calvinis. Kristen Calvinis adalah kelompok Kristen yang menganut reformasi John Calvin. Seorang tokoh reformasi gereja disamping tokoh reformasi utama seperti Marhin Luther. Dalam pendidikan Kristen, kita juga mengenal ada Zwingli. Mereka tentu punya kontribusi besar dalam sejarah reformasi gereja.

Dalam perayaan Natal 2018 pasti ada pembentukan tim Natal. Ada perayaan natal 2018, perayaan natal sekolah, perayaan natal keluarga, perayaan natal di gereja dan perayaan natal yang berhubungan dengan kelompok kerja di beberapa tempat kerja yang di dalamnya ada beberapa orang Kristen. Perayaan Natal itu ditambah meriah dengan Pohon Natal. Ada berbagai ukuran Natal yang bisa dipesan di toko online tetapi juga bisa dibuat sendiri.



Menyongsong Natal 2018, PGI dan KWI sepakat merumuskan tema Natal: "Yesus Kristus Hikmat bagi Kita" (I Kor. 1:30a) Untuk memahami ungkapan Paulus dengan kata "hikmat" maka kita berusaha membaca secara kualitatif filosofis makna kata "hikmat". Kata hikmat dalam literatur filsafat selalu diartikan kecintaan pada kebenaran. Jadi bicara hikmat berarti bicara "kebenaran". Dalam percakapan ilmiah tentang kebenaran, kebenaran selalu dihubungkan dengan teori-teori seperti: Koherensi, Korespondensi dan pragmatisme. Masih ada sejumlah teori tetapi umumnya di kalangan pencari kebenaran dalam tataran logi yang berpikir dan menghasilkan jawaban (Ilmu Pengetahuan) selalu memakai 3 teori kebenaran. Dengan pengetahuan yang benar, seseorang akan dituntun dalam berpikir dan bertindak yang benar. Orang yang tahu benar akan mampu bertindak benar. Orang yang belajar kebenaran matematika akan menyatakan bahwa 3x3 = 9, 1x3 = 3. Secara filosofisnya adalah kebenaran akan keteraturan atau keharmonisan.Cinta matematika berarti cinta keharmonisan. Bila ukuran sebuah ukuran menjadi salah maka hasilnya tidak harmonis. Jika ale tidak percaya silakan coba sendiri. Buat meja dengan ukuran kaki meja yang berdea-beda ukurannya. Hasilnya pasti dibayangkan, meja berdirinya tidak harmonis, timpang sebelah.
Apakah hikmat inikah yang dimaksud oleh Rasul Paulus dengan teks I Korintus 1:30a, saya kira belum selesai jawaban di atas. Kita mesti melangkah lagi pada jawaban teologis-multikultural. Jawaban ini kita kembangkan dengan melihat praktik ramalan yang terjadi di kota Korintus pada zaman rasul Paulus. Kita mencoba menghubungkannya dengan dewa "Apollo". Ada yang menjadi medium dari dewa ini. Para medium inilah yang memiliki kemampuan membaca masa depan orang yang datang meminta petunjuk pada para mediator (perantara) dewa Apollo.
Kepada orang-orang yang menjadi Kristen di kota Korintus, Paulus menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yesus Kristus itu sudah menjadi jaminan untuk masa depan. Orang Kristen tidak perlu membaca masa depan pada orang-orang pintar seperti para perantara dewa Apollo pada zaman Perjanjian Baru, kepercayaan kepada Yesus Kristus itu memberi kepastian kepada kita bahwa masa depan kita berada, berjalan bersama-sama dengan Kristus. Di dalam Yesus orang-orang Kristen mampu membaca masa depannya. Tentang kehidupan di dunia yang akan datang, Yesus itu hikmat bagi kita. Yesus itu kebenaran bagi kita dalam berpikir dan bertindak.
Sebuah syair Kristen yang digubah atas Doa Yabes, syair itu menyatakan demikian: "Hidup ini adalah kesempatan ... Hidup ini harus jadi berkat. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri ...".
Apa yang kita simpulkan dari narasi singkat tentang tema natal 2018, bagi saya ada dua hal yang patut kita perhatikan dalam tema: Yesus Kristus hikmat kita, yaitu:
1. Pikiran orang Kristen mesti dilindungi dalam format berpikir yang sesuai dengan pikiran Yesus. Paulus menyebutnya dengan berpikir baik, melihat yang baik dan bertindak yang baik.
2. Bertindak dalam terang perbuatan Yesus Kristus yang adalah himat bagi kita.Yesus adalah hikmat bagi kita dalam bertindak atau melakukan sesuatu. Yesus Kristus adalah patron kita dalam berbuat baik. Melakukan sesuatu bagi diri sendiri dan bagi orang lain
Pada akhirnya sebagai orang Kristen mari kita berpikir dan bertindaklah dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus adalah kebanran. Amin.

Salam Natal 2018

Friday, November 16, 2018

Perayaan Natal 2018

Perayaan Natal 2018
Apakah anda mencari cerita Natal untuk ingat kenangan di kampung? Apakah Anda mencari renungan Natal 2018 dengan berbasis pada tema Natal oleh PGI dan mencari makna Ibadah Natal? Artikel ini menolong Anda.
Artikel Perayaan Natal 2018 merupakan artikel dimana saya menyampaikan cerita dan menyampaikan renungan natal 2018 serta liturgi (tata ibadah natal) yang saya buat untuk menyongsong Natal 2018. Natal Nasional tahun 2018 diadakan di kota Medan. Saya melakukan postingan tentang artikel ini sebagai bagian dari apaologetika (pertanggungjawaban) atas isi kepercayaan saya dalam agama yang saya anut yaitu Kristen.






Cerita Natal adalah cerita tentang masa depan untuk saya dan mereka yang percaya kepada-Nya. Sang logos itu hikmat yang menjadi penyebab ada dalam semesta ini.

Dalam keyakinan saya, ketika memasuki bulan desember yang semakin mendekat, saya ingat akan perayaan yang biasanya saya lakukan bersama keluarga. Perayaan Natal tentu memberi pesan spesial dalam hati saya. Perayaan Natal bukan pada hal-hal lahiriah, walaupun saya sadari bahwa hal-hal lahiriah itu juga penting. Namun yang lebih penting yaitu pergumulan teologis yang terkandung dalam Natal. Saya lahir dan besar dalam tradisi Clvinis, tradisi ini dihubungkan pada seorang Reformator yaitu John Calvin. Kemudian dalam konteks kekristenan yang saya miliki di Indonesia tentu memiliki nilai historis teologis dengan gerakan refomasi gereja oleh John Calvin. Kelompok Kristen yang menganut corak reformasi ini disebut Calvinis.
Sekadar untuk ingat di kampung halamanku di Indonesia bagian timur. Bila memasuki Natal, kami disibukan dengan pembentukan panitia natal. Ada panitia natal Sekolah Minggu, Natal Remaja, Natal Pemuda dan Natal Umum. Kami yang anak-anak, selalu meminta kepada orangtua untuk membeli celana, baju dan sepatu baru.
Bila tanggal 25 Desember tiba maka kami memastikan bahwa keberadaan kami sudah bersama orangtua di kampung halaman. Dalam suasana itu selalu terdengar lagu natal. Dari rumah ke rumah selalu ada lagu-lagu natal yang diputar. Ketika Natal tiba maka kami pasti bernyanyi: “Malam Kudus ...
Dalam keyakinan kami, Yesus lahir untuk keselamatan manusia berdosa. Saya bersyukur atas kepercayaanku kepada Dia yang telah memberi kepastian keselamatan kepada saya. Sebelum saya lahir maka Dia sudah menyelamatkan saya. Selamat karena anugerah terbesar TUHAN dalam sang Logos yang menjadi manusia. Logos itu kekal. Melalui logos itulah alam semesta tercipta.

Kue dari singkong. Kadang di kampung pada zaman saya, sulit mendapat terigu maka kadang anggota gereja membuat kue dari singkong. Tetapi kami anak-anak kampung sangat paham mana kue dari singkong dan kue yang dibuat dari terigu. Pada saat pembagian, saya dan teman-teman kadang menghindari kue Natal yang dibuat dari singkong di Kampung saya, namanya Kampung Mazmur. Kami biasanya membeli terigu dengan berjalan kaki ke toko yang letaknya ada di pinggir laut. Jadi dari gunung kami harus mencari terigu ke toko yang letaknya di pantai. Alat transportasi yang digunakan adalah kapal motor, jadi toko harus letaknya di pinggir pantai. Bila di gunung maka butuh sewa orang pikul jualan ke gunung. Jadi efektifnya letak toko itu berlokasi di pantai. Bila kami berjalan kaki dari pagi maka pulangnya sudah sore hari. Bayangkan saja betapa jauhnya membeli terigu membuat kue atau Kokis di tahun 1970-an. Kalau natal tiba, kami pergi ke mama nyora, sebuah sapaan untuk isteri bapak guru. Kalau ke mama nyora kami pasti dapat kue dari tepung terigu tapi kalau ke mama yang lain ya dapat kue yang biasa ada di kampung kami yaitu di Mazmur.


Bila Natal tiba, bapa-bapak Guru dan ibu-ibu guru yang Kristen pasti belanja seperti kue, minuman natal, baju baru untuk keluarga, kadang juga membeli jam tangan seperti Seiko Asli, Rolex, dan lain-lain. Sering juga membeli pohon Natal, kadang kami buat pohon natal dari Batang pisang dll. Setelah itu kami pasang kembang dan lilin, sambil kami menyanyikan lagu-lagu Natal dari Kidung Jemaat
Mungkin zaman sekarang berbeda dengan zaman saya, dulu saya merayakan natal di kampung tanpa ada hp, kalau anak-anak sekolah yang beragama Kristen, para mahasiswa pada saman sekarang pasti pulkam dengan membawa hp berbagai merek seperti Nokia, Erikson, Samsung, Siaomi, dll. Pasti suasana di kampung tambah ramai
Zaman saya, biasanya dari kota ke kampung saya biasanya dengan menggunakan kapal motor yang ditempuh dalam waktu 9 Jam, kini dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Motor Honda Trail itu sangat disukai, disamping motor-motor yang lain seperti Yamaha, Honda, Susuki dll.
Persiapan lain yaitu kami membawa pakaian dalam ransel yang mudah dibawa, alias tidak merepotkan. Kadang juga ada rekan-rekan yang pulang dari kota besar membawa tas kulit yang menyenangkan, bahkan juga sepatu kulit yang enak dipakai. Berbagai merek sepatu dapat kami beli tentu bergantung pada kondisi dompet. Kami juga membeli dompet kulit yang nyaman untuk dimasukan dalam kantong celana. Dompet yang aman untuk kulit, dan yang lain yang tidak lupa disebut disini yaitu kaca mata reben dan topi. Sambil dalam perjalanan kapal mootor atau motor dan menikmati keindahan pantai pasir putih yang nan Indah dengan ombok yang sepoi-sepoi.
Saya ingin sapa keluarga saya di wilayah Indonesia Timur. Selamat mempersiapkan diri dalam kelahiran Yesus Kristus.
Dalam artikel perayaan Natal 2018 saya ingin menyampaikan renungan singkat tentang Natal dengan tema yang diusung oleh Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia atau PGI.Tema itu saya renungkan dalam konteks pengutusan untuk mahasiswa praktik yang akan melaksanakan praktik pelayanan di beberapa gereja yang ada di berbagai wilayah di Indonesia. Berikut homilia yang saya maksudkan.

RENUNGAN NATAL 2018


Tema Natal 2018: Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (Bdk 1 Kor. 1:30a)
Subtema: Beraktivitas dan melaksanakan pengutusan dalam Hikmat Yesus Kristus

Tema ini kami pakai di Sekolah Tinggi Teologi IKSM Santosa Asih dengan beberapa pertimbangan, yaitu gerakan keesaan gereja dalam pertimbangan akademis melalui mata kuliah oikumenika dan aspek praktis pastoralia di antara para mahasiswa dan realitas gereja-gereja di Indonesia bahwa secara denominasi, gereja berada dalam ragam aras seperti Calvinis, Lutheran, Baptis, Pentakosta, Kharismatik. Disamping ragam aras Protestan, ada juga gereja yang paling tertua yaitu Gereja Katolik. Saya sebut demikian karena aspek historisnya demikian. Gereja katolik dan Gereja Protesstan dengan berbagai gerakan reformasi yang muncul dalam tubuh gereja kala itu.
Dalam pergumulan teologis Kristen di Indonesia, tema ini menegaskan bahwa orang Kristen yaitu para anggota jemaat dari gereja-gereja yang ada di Indonesia maupun para mahasiswa teologi Kristen yang berada di perguruan tinggi berbentuk STT maupun Institut Agama Kristen, serta Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), maupun STAK Swasta atau Sekolah Tinggi Agama Kristen selalu dan senantiasa membutuhkan kebenaran langsung, kebenaran ini dalam bahasa filsafat disebut “hikmat”. Orang yang mencintai kebenaran adalah orang berhikmat. Orang berhikmat selalu berada dalam pemikiran yang mendalam atas salah satu realitas yang dihadapi dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bersama dalam sebuah lingkup kekuasaan. Walaupun begitu, kata hikmat dalam Alkitab seperti di dalam I Korintus 1:30a tidaklah dimengerti dalam dimensi filosofis saja tetapi juga ditemani unsur teologisnya. Dalam dimensi teologis, kita beruntung pada jawaban gereja masa lampau yang meninggalkan jawaban yaitu bahwa Alkitab adalah kebenaran langsung. Jika demikian, kita bicara dua kebenaran dalam logi atas dan logi bawah. Kebanaran logi atas tidak terjadi dalam sebuah proses yang dikenal dalam dimensi logi bawah. Kebenaran logi atas (firman Tuhan) itu datang dalam episteme para rasul karena pewahyuan. Oleh karena wahyu maka kebenaran firman tidak berlangsung melalui proses metodologi ilmiah. Nabi Musa walaupun tidak mengadakan penelitian ilmiah namun kebenaran yang disampaikan dalam kitab Kejadian pasal 1 yaitu manusia dicipta dari debu tanah tidak dapat dibantah. Mengapa demikian karena pada saat manusia meninggal, tubuhnya kembali menjadi bagian dari tanah. Jiwanya pasti kembali atau sedang beristirahat menanti kebangkitan kedua.
Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia adalah jalan hidup dan kebenaran. Yesus adalah kebenaran atau hikmat TUHAN. TUHAN menciptakan alam semesta melalui logosnya (Yohanes 1:1)
Lalu apa konteks ungkapan rasul Paulus dalam I Korintus 1: 30a. Lengkapnya ayat ini demikian: “Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita.” (Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia,2015. Terjemahan Alkitab ini diterima dan diakui oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia). Kata telah menjadi hikmat bagi kita merupakan frasa yang kaya dengan dimensi teologi Kristen. Saya katakan demikian karena tidak ada seorangpun dari orang Kristen yang hidup tanpa pikiran. Setiap orang Kristen pasti hidup dan berinteraksi dengan sesama dan lingkungan hidup melalui pikiran yang ada padanya. Pikiran yang ada dalam kehidupan orang Kristen dapat diklasifikasikan dalam beberapa tahap pikiran. (1) berpikir biasa (berpikir awam), (2) berpikir filosofis, dan (3) berpikir ilmiah. Taraf pertama membawa seseorang kepada pemikiran biasa tentang realitas atau salah satu realitas. Misalnya ingin kopi lalu masak air dan membuat kopi. Pada tahap ini, belum ada pikiran yang melampaui pikiran biasa. Praktiknya sama seperti manusia pada umumnya, yaitu ingin minum kopi lalu membuat kopi. Namun ada saat dimana orang mengarahkan pikirannya pada salah satu realitas misalnya “air mendidih”. Pikiran mulai diarahkan pada air yang mendidih. Disini mulai muncul pikiran filsafat, ia mulai berpikir secara radikal atau mendalam terhadap fakta mengapa air bila dipanaskan maka akan mendidih. Pikiran mulai dipakai untuk memikirkan secara mendalam. Lalu belum menemukan jawaban, maka mulailah pikiran yang ketiga yaitu membangun jawaban atas pengetahuan yang benar melalui metode-metode yang dikenal dalam ilmu pengetahuan dan dengan menggunakan terminologi teori kebenaran seperti teori koherensi, korespondensi dan pragmatisme.
Penjelasan ini membuka wawasan kita pada epistemologi Paulus tentang “Yesus Kristus telah menjadi hikmat kita”. Secara konteks empiris pada waktu itu (zaman rasul Paulus), kota Korintus terkenal dengan suasana kehidupan multikultural, ada orang Romawi, Yunani dan Yahudi. Tiga kelompok ini ada di kota Korintus pada saat itu. Kemudian secara politik, kota Korintus berada dalam wilayah kekuasaan Romawi. Sebuah kerajaan yang mampu menguasai sampai wilayah atau tanah kelahiran orang Yahudi yang dalam bahasa Alkitab disebut Kanaan (kota Yerusalem dalam arti tanah perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham), kemudian kekuasaan Romawi juga meliputi daerah Mesir sampai Afrika bagian utara dan wilayah Eropa. Jadi kekuasaan romawi saat itu meliputi wilayah yang sangat besar.
Di kota Korintus ada kuil tua yang disebut dengan “Kuil Apollo”. Apollo adalah dewa cahaya, musik, pemanah dan pengobatan dan matahari dalam penyair dalam mitologi Yunani dan Romawi. Apollo juga merupakan dewa nubuat yang memberikan kepada orakelnya hikmat untuk membaca masa depan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, orakel adalah ramalan yang diberikan oleh orang suci atas petunjuk dewa pada zaman Yunani Kuno. Oleh karena orakel (peramal) yang memiliki kemampuan masa depan seseorang maka dalam praktiknya banyak orang Yunani yang berduyun-duyun mengunjungi seorang orakel untuk membaca masa depannya. Dengan demikian, mereka yang menyembah dewa apollo adalah orang Yunani dan Romawi kuno (lihat apollo dalam Wikipedia).
Epistemologi di atas tentu mesti dipertimbangkan lagi dalam berbagai kebenaran rasional yang dijumpai dalam literatur akademis tentang Kuil Apollo. Namun demikian informasi di atas dapat kita pakai untuk mempercakapkan apa yang digambarkan oleh rasul Paulus ketika Paulus bicara tentang Yesus adalah hikmat kita. Dengan hikmat itu kita dapat membaca kehidupan kita masa kini dan masa yang akan datang atau melalui Yesus Kristus orang Kristen mendapat hikmat untuk utopia (masa depan), suatu masa yang sebenarnya melampau akal atau “nir-akali”.
Melalui kepercayaan kepada TUHAN dalamYesus Kristus, yang oleh Paulus disebut hikmat kita maka orang Kristen mendapat kemampuan berpikir dalam tataran hikmat manusiawi dan hikmat ilahi sehingga mampu memandang masa depannya dalam firman-Nya.
Yesus Kristus telah menjadi hikmat bagi kita menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah kebenaran yang mengontrol pikiran kita dalam memikirkan kehidupan masa kini dan kehidupan masa yang akan datang. Dalam bahasa teologi disebut kehidupan kekal atau keselamatan abadi. Orang Kristen percaya bahwa kepercayaan kepada Yesus Kristus memastikan bahwa ia memiliki hidup kekal. Orang Kristen mendapat keselamatan kekal bukan karena ia berbuat baik tetapi keselamatan itu adalah anugerah. Saya sering menyatakan kepada mahasiswa: “ sebelum saya berbuat baik keselamatan itu mendahuluinya, sebelum saya dibaptis, keselamatan itu mendahului. Perbuatan baik yang ada pada saya hanya menunjukkan bahwa karena saya sudah selamat maka saya harus menujukkan indikator selamat itu dalam kehidupan saya setiap hari. Demikian juga baptisan yang saya terima sejak saya kecil. Keselamatan itu tidak ditentukan oleh baptisan yang saya terima tetapi baptisan itu mengkonfirmasi keyakinan orangtua saya yaitu anak yang mereka serahkan untuk dibaptis di gereja adalah bagian dari warga yang sudah diselamatkan. Baptisan hanya tanda dan bukan jaminan hidup kekal. Itu epistemologi Reformed (Calvinis) yang saya anut. Keyakinan saya itu tidak ada yang mampu membatalkannya. Itu hak asasi saya untuk berkeyakinan demikian. Negarapun menjamin setiap warga negara untuk berkeyakinan sesuai agama yang dianutnya.
Yesus hikmat bagi kita berarti kita bertindak atas lingkungan alam semesta berdasarkan keyakinan kita kepada Yesus. Keyakinan itu mengontrol kita untuk bertindak dalam trang Yesus adalah hikmat kita (orang yang percaya Yesus).


Dalam konteks pengutusan mahasiswa praktik, saya hendak menyatakan bahwa mahasiswa akan melaksanakan tugas praktik kerja lapangan selama 6 bulan di Gereja-gereja yang bermitra dengan Sekolah Tinggi Teologi yang menjadi homebase kita. Para mahasiswa praktik dan civitas akademika, tentu kita melaksanakan aktivtas kita selama bulan desember dan bagi mahasiswa praktik selama 6 bulan dalam hikmat yang memampukan kita untuk berpikir benar, bertindak benar. Hikmat itu yakni hikmat yang oleh Paulus disebut Yesus Kristus menjadi hikmat kita. Hikmat itu tidak menghilangkan proses berpikir yang benar. Justru hikmat yang dimaksud paulus menolong kita dalam hikmat itu berdasarkan hikmat sorgawi yaitu kebenaran dalam Yesus Kristus. Tidak ada yang tidak menghendaki kebenaran dalam berpikir dan bertindak. Itulah kebanran yang dapat kita wujudkan dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen di Indonesia. Terlebih dalam menghidupi tema PGI Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita (Bdk. I Korintus 1:30a. Dengan sub tema yang kami berikan yaitu "Beraktivitas dan melaksanakan pengutusan dalam Hikmat Yesus Kristus". Sub tema ini bukan dari PGI, sub tema ini dari Perguruan Tinggi yang menjadi homebase saya. Sedangkan tema Natal itu diambil dari Tema PGI tanpa kami merubahnya. Selamat Natal untuk mereka yang merayakannya.

LITURGI NATAL 2018

Liturgi Gereja atau liturgi Kristen menunjukkan esensi pertemuan, yaitu pertemuan antara TUHAN dengan umat-Nya dan antara umat dengan sesama umat. Hal ini menegaskan bahwa dalam ibadah Natal berlangsung apa yang disebut pertemuan ter-agung. Disebut pertemuan ter-agung karena dalam ibadah sang pemilik alam semesta hadir dalam ibadah. Tentu kehadiran TUHAN dalam ibadah itu bukan didasarkan pada perasaan manusia tetapi didasarkan pada firman Tuhan seperti yang didebut dalam Alkitab. Dimana satu dua orang berkumpul atas nama-Ku maka Aku (Tuhan) hadir di dalam persejutuan tersebut. Itulah sebabnya ibadah Kristen adalah ibadah yang menunjukkan pertemuan antara TUHAN dengan manusia dan antara manusia dengan sesama manusia yang hadir dalam ibadah tersebut. Nanti saya akan menunjukkan argumentasi teologis tentang ibadah sebagai pertemuan antara TUHAN dan manusia.

Teologi Liturgi atau teologi ibadah di atas menunjukkan bahwa ibadah adalah ekspresi pertemuan antara Tuhan dan manusia. Dengan demikian dalam ibadah Kristen harus mencerminkan pertemuan tersebut. Menyadari akan paham teologi ini maka gereja menyusun tata ibadah seperti:
Votum dan Salam
Nats Pembimbing
Doa pengakuan dosa dan berita pengampunan dosa (bagian ini menunjukkan tentang esensi pertemuan manusia dengan Tuhan). Oleh karena Tuhan itu Maha Kudus, Maha Suci maka jemaat ynag berkumpul dalam ibadah mengaku dosanya kepada TUHAN. Pengakuan dosa tersebut pasti diampuni oleh Tuhan, maka ada berita pengampunan dosa yang disampaikan dari atas mimbar gereja.

Pemberitaan Firman TUHAN. Ibadah adalah pertemuan Tuhan dengan umat-Nya. Oleh karena itu maka dalam ibadah TUHAN pasti berbicara kepada umat-Nya melalui firman-Nya. Kesadaran akan unsur pertemuan ini membuat gereja harus mengakomodir pemberitaan firman Tuhan dalam ibadah. Dalamibadah, umat datang untuk bertemu Tuhan. Oleh karena bertemu Tuhan maka Tuhan itu pasti berbicara kepada manusia yang berjumpa dengan-Nya melalui ibadah. Jadi, pembacaan bagian Alkitab dan pemberitaan firman Tuhan menegaskan maksud esnsi pertemuan ter-agung. Silakan baca blog saya tentang Liturgi: Pertemuan teragung. Biasanya di mimbar Gereja Protestan tersedia Alkitab dalam ukuran Jumbo atauAlkitab dengan ukuran besar. Tentu Alkitab dengan ukuran besar ini menolong para pendeta untuk membacanya secara jelas.Apalagi pendeta yang sudah tua, perlu menggunakan kaca mata. Namun dengan Alkitab besar ini pendeta tanpa atau dengan kaca mata seperti kaca mata illustro membaca huruf-huruf dalam Alkitab secara terang benderang. Sering saya juga kesulitan membaca Alkitab dengan maca telanjang namun dengan kaca mata maka saya sangat terbantu.

Puji-pujian. Puji-pujian dalam ibadah gereja pada hari Natal dan ibadah Minggu dan ibadah rumah tangga menunjukkan bahwa pertemuan dengan Tuhan itu ditandai dengan memuji TUHAN. Jemaat datang bertemu TUHAN dalam ibadah maka jemaat mesti memuji TUHAN. Ada Gereja yang memakai Kidung Jemaat dalam ibadah seperti Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT), Gereja Masehi Injil Minahasa (GMIM), Gereja Protestan Maluku (GPM), Gereja Kristen Injili di Tanah Papua. Gereja ini bercorak Calvinis sama dengan Gereja Masehi Injili Timor, Gereja Protestan Maluku (GPM), jadi kalau ada anggota Gereja Masehi Injili di Timor bertugas di Papua maka ia pasti membawa atestasi. Dengan surat ini, ia mendaftar sebagai anggota Gereja Injili di tanah Papua.

Gereja-gereja yang menggunakan Kidung Jemaat dalam memuji Tuhan juga tentunya sangat banyak. Misalnya Gereja Kristen Toraja, Gereja Kristen Jawa, Gereja Kristen Pasundan, dll. Salah satu pujian terkenal adalah: Betapa kita tidak bersyukur, bertanah air kaya dan subur. Lautnya luas, Gunungnya megah. Menghijau padang dst. Lihat Kidung Jemaat (KJ.337).

Persembahan. Dalam ibadah anggota jemaat memberi persembahan sebagai rasa syukur karena telah berjumpa dengan Tuhan. Tuhan itu telah memberkati usahanya sehingga ia mendapat rejeki, kini dalam ibadah, anggota jemaat menyatakan syukur melalui memberi persembahan dalam bentuk rupiah. Biasanya di kampung-kampung dalam bentuk persembahan Natura, seperti ketika musim panen pisang, jagung dan ubi. Sering jemaat membawa panen pertama ke gereja dan diletakkan di bawah mimbar. Bila musim panen tiba maka dibawah meja pasti sudah tersusun jagung yang diambil dari hasil kebun. Jagung itu haruslah jagung terbaik, buahnya yang terbaik. Biasanya yang punya kebun memotong beberapa pohon jagung dan buahnya diikat kemudian di bawah ke gereja. Demikian juga pisang, tandan yang pertama diambil kemudian dibawah kerumah gereja dan diletakkan di bawah mimbar. Setelah selesai ibadah barang-barang Natura itu dilelang kepada jemaat. Hasil jualan itu dimasukan ke kas Gereja. Saya teringat dengan persembahan Kain dan Habel. Habel membawa persembahan dengan domba yang tambun, domba terbaik untuk diberi kepada yang Maha Baik (TUHAN).Memberi yang terbaik kepada yang Maha Baik.

Pada akhir ibadah ditutup dengan memberi doa berkat. Doa berkat itu dilakukan dengan keyakinan bahwa jemaat datang berjumpa dengan TUHAN maka Tuhan yang mereka jumpai itu pasti memberkati melalui uluran tangan dari sang pendeta yang mengangkat dan menumpangkan tangan atas jemaat dan mengucapkan doa berkat.

TOGA DAN STOLA PENDETA

Dalam tradisi gereja, ada gereja tertentu yang memimpin ibadah Minggu dan ibadah Natal dengan memakai toga dan stola. Biasanya gereja-gereja Lutheran dan Calvinis menggunakan jubah pendeta. Kalau Calvinis, biasanya jubah pendeta dipakai oleh Gereja-gereja Presbiterian atau gereja Calvinis yang datang dari Amerika Serikat. Sementara beberap gereja Reformed Belanda hanya menggunakan pakaian biasa maksudnya bukan baju toga. Toga adalah pakaian seperti baju toga wisuda yang dipakai oleh pendeta. Tentu toga pendeta berbeda dengan toga wisuda. Model toganyapun berbeda-beda. Gereja-gereja yang menjadi anggota PGIW DKI dalam ibadah pertukaran pelayan biasanya menggunakan toga. Ada pula yang memperkenankan menggunaka Jas.
Untuk mendapatkan toga pendeta maka kita bisa memesan atau menjahit sendiri dengan cara mendatangi jasa penjahit toga pendeta. Ada yang khusus menjahit toga pendeta dari berbagai denominasi gereja. Khususnya gereja-gereja arus utama seperti Lutheran dan Clvinis seperti GPIB, saya melihat sudah ada toga GPIB terbaru. Pasti mereka yang melayani di GPIB sudah memilikinya.

Bila kita ingin membeli toga atau jubah pendeta maka kita dapat memesannya di tokopedia. Tersedia toga di toko online seperti yang sudah disebutkan. Bisa juga melalui toko buku seperti toko buku BPK Gunung Mulia, Toko Buku Kalam Hidup dll.

MOBIL PENDETA

Pendeta zaman sekarang memiliki mobil untuk memperlancar pelayanan. Tetapi kalau terkena macet yang tidak lancar lagi. Pilihannya bisa menggunakan motor agar lancar melaksanakan pelayanan gereja seperti pelayanan pastoral ke jemaat, undangan khotbah, dan kegiatan-kegiatan lain seperti mengajar di Sekolah Tinggi Teologi,Universitas maupun institut negeri dan swasta.

Semoga bermanfaat
Sekian dulu. Sampai jumpa