Monday, August 13, 2018

Efektiivitas 6 Jenis Sumber Belajar

Efektiivitas 6 Jenis Sumber Belajar
Apakah efektivitas 6 jenias Sumber Belajar itu dan Apakah benar-benar efektif mempengarui belajar? Tentu jawabannya tidak mudah tetapi juga tidak terlalu sulit untuk mewujudkannya. Mengapa demikian? karena semuanya berpulang kepada subjek dan objek sumber belajar itu.

Subjek belajar adalah siapa saja yang melakukan belajar, khususnya belajar formal di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah kejuruan dan Perguruan Tinggi baik berbentuk universitas, Institut, sekolah tinggi, akademi mapun politeknik.Dalam hal ini peserta didik dan guru dapat menjadi subjek belajar. Guru juga tetap belajar dan mengajar. Mengajar yang tidak ada akses belajar akan menjadikan pengetahuan yang sangat sempit. Oleh karena itu guru terus menerus belajar. Demikian pula peserta didik juga harus belajar. Mereka belajar pada banyak sumber termasuk guru menjadi salah satu sumber.
Di atas telah kita nyatakan bahwa guru termasuk salah satu dan bukan satu-satunya sumber belajar. Alasannya nanti kita perhatikan dalam teori klasifikasi sumber belajar.

Sekarang mari kita memperhatikan efektivitas 6 jenis sumber belajar itu.
1. Pesan. Di manapun kita pergi kita selalu mendapat pesan atau informasi. Zaman ini zaman dunia media. Melalui media kita mendapat pesan atau informasi. Pesan atau informasi ini dalam pendidikan kita sebut dengan materi pelajaran atau materi kuliah. Pesan itu ada dalam setiap mata pelajaran atau mata kuliah. Melalui setiap pelajaran atau mata kuliah peserta didik mendapat pesan atau pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang berpengaruh pada diri peserta didik. Melalui mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan, peserta didik mendapat pesan.
2. Orang. Orang juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar karena melalui manusia seperti guru dll bertindak sebagai penyimpan, pengelola, penyaji pesan. Jadi, guru dan dosen serta tutor, peserta didik, tokoh masyarakat, atau orang lain yang berinteraksi dengan peserta didik 3. Bahan. Bahan ajar dalam bentuk transparansi, melalui guru, audio, video, film, buku, modul, majalah adalah sumber belajar dalam kategori atau klasifikasi bahan.
4. Alat. Segala alat yang dapat dipakai untuk menyimpan pesan seperti: proyektor, slide, video, tv, radio dll. Alat-alat ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Alat disini berfungsi sebagai media. Jadi media adalah salah satu sumber belajar.
5. Teknik. Teknik adalah prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang, dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Misalnya belajar sendiri, demonstrasi, ceramah, Tanya jawab, dll. (Ahmad Rohani, 2014:103)
6. Lingkungan. Lingkungan yang dimaksud disini yaitu situasi sekitar di mana pesan disampaikan. Contoh Lingkungan fisik seperti gedung sekolah, kampus, perpustakaan, laboratorium, dan lingkungan non fisik seperti: suasana belajar, dll.
Sumber belajar di atas merupakan suatu system atau mata rantai yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Keenam jenis sumber belajar di atas dapat saling mendukung dan mempengaruhi terjadinya belajar dalam diri peserta didik. Suatu hal yang belum diketahui oleh peserta didik mungkin tidak dapat diperoleh dari guru ataupun dosen tetapi dengan berinteraksi atas jenis-jenis sumber belajar maka seorang pelajar memiliki jawaban atas masalah pengetahuan atau ketrampilan yang dihadapinya.
Jadi tercapainya tujuan belajar dalam diri peserta didik dengan 6 jenis sumber belajar di atas memungkinkan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Bila tercapai tujuan maka tercapailah apa yang menjadi tema dalam blog ini. Tema sentral dalam blog ini memerlukan sumber-sumber belajar yang efektif mewujudkan perubahan kognitif dan afektif serta psikomotorik dalam diri peserta didik.

Salam Sumber Belajar

7 Efektivitas Sumber Belajar

7 Efektivitas Sumber Belajar
Apa itu sumber belajar dan 7 efektivitas sumber belajar ?
Kita akan mendapat jawaban melalui artikel singakt berikut ini. Untuk itu para pembaca diharapkan membaca dengan cermat, khususnya bagi pendidik. Dikatakan demikian karena kita yang berada dalam pekerjaan sebagai pendidik profesional mesti memahami dan memanfaatkan sumber belajar yang relevan sehingga memudahkan terjadinya belajar dalam diri peserta didik. Untuk itu silakan ikuti artikel berikut ini.


Belajar adalah pengalaman langsung dan tidak langsung. Yang saya maksudkan dengan penalaman disini yaitu perubahan yang terjadi dalam diri peserta didik. Perubahan itu menurut taksonomi Benyamin Bloom S. Bloom terdiri dari: perubahan kognitif, afektif dan psikomotorik. Jadi, belajar adalah proses peruhan dalam tiga ranah peserta didik. Untuk mewujudkan perubahan itu, peserta didik atau manusia muda perlu berinteraksi secara edukatif dengan aspek-aspek dari dimensi ekstrenal peserta didik. Salah satunya yaitu sumber-sumber belajar. Sumber belajar adalah tempat atau media dimana seseorang mendapat pesan/informasi/bahan/materi ajar yang memberi manfaat bagi diri peserta didik.
Bila kita melihat dari sisi definisi, sumber belajar dapat dapat didefinisikan dalam beberapa pengertian. Misalnya menurut Ahmat Rohani (2014:102)sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang dan yang memungkinkan atau memudahkan terjadinya proses belajar.

Dalam teori motivasi, ada dua motivasi yang mempengaruhi diri peserta didik dalam belajar. Dua motivasi itu yakni: (1) Motivasi instrinsik, dan (2) Motivasi Ekstrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi belajar yang disebabkan oleh faktor-faktor di luar diri seseorang sehingga mendorong seseorang untuk belajar. Itulah sebabnya sumber belajar itu sedemikian penting. Dikakan penting karena memberi dorongan kepada peserta didik untuk belajar. Salah satu aspek luar yang memberdayakan peserta didik untuk belajar adalah faktor eksternal. Faktor eksternal yang dimaksud disini yaitu guru yang mengajar dengan cara yang menarik perhatian, lingkungan atau ruang belajar yang nyaman bagi peserta didik, dan salah satunya yaitu sumber belajar.

Sumber belajar itu mempengaruhi motivasi peserta didik dalam belajar. Itulah sebabnya kini kita mau membicarakan tentang 7 efektivitas sumber belajar. Kita juga dapat menyebutnya dengan manfaat atau kegunaan sumber belajar. Dalam teori sumber belajar, kita kenal ada 7 manfaat sumber belajar (Rohani, 2014:103), yaitu:

1. Sumber belajar (orang, benda, bahan cetak) online bermanfaat untuk member pengalaman belajar secara langsung dan konkrit kepada peserta didik. Bagian ini dapat disebut sumber belajar langsung (pengalaman belajar langsung)
2. Sumber belajar bermanfaat untuk menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi, atau dilihat secara langsung dan konkrit. Biasanya ditampilkan dalam gambar, video, film, majalah dll. Dalam teori belajar bagian ini disebut pengalaman belajar tidak langsung. Disebut pengalaman belajar tidak langsung karena peserta didik mendapat informasi melalui sebuah media yang member informasi tentang sebuah informasi edukatif.
3. Sumber belajar bermanfaat untuk memberikan pemahaman yang luas tentang bahan ajar yang ada atau diberikan di kelas
4. Sumber belajar bermanfaat untuk memberi informasi yang akurat dan terbaru. Bagian ini kita dapat temukan dalam majalah yang biasanya terbit secara berkala, selain itu buku-buku teks maupun bahan ajar yang biasanya direvisi setiap 5 tahun. Revisi ini bermaksud untuk informasi yang lebih mutakhir.
5. Sumber belajar berguna untuk mengatasi masalah pendidikan. Misalnya factor jarak/tempat tinggal. Kuliah e-learning dapat menolong mereka yang tinggal di tempat yang jauh tetapi ingin menyelesaikan studi jenjang S1, S2 dan S3 dapat juga menempuh program pendidikan e-learning. Namun program ini mesti ada regulasi oleh pihak berwewenang. Misalnya perlu ada akreditasi untuk e-learning sehingga mutu atau kualitas terjaga dan tamatannyapun dapat diakui, khususnya ijazahnya dapat dipergunakan karena diakui pemerintah. Untuk itu kalau ada perguruan tinggi yang menyelenggarakan e-learning maka perlu dicek statuts akreditasinya sebelum mengikuti program e-learning. Di Indonesia kita memiliki Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau disingkat BAN PT

6.Sumber belajar berguna untuk memotivasi peserta didik dalam belajar secara mandiri 7. Sumber belajar dapat berguna untuk merangsang daya berpikir, bersikap dan berkembang lebih lanjut. Belajar melalui sumber belajar membat peserta didik untuk menganalisis setiap materi yang ada dalam sumber belajar yang dijumpai.
Demikian 7 Sumber belajar yang dinilai member manfaat dalam mewujudkan efektivitas pembelajaran yaitu mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam setiap materi ajar yang diajarkan di SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan tinggi: Universitas, Institut, Sekolah Tinggi., dan Akademi

Para blogger Pendidikan juga terlibat atau berperan dalam menyediakan sumber belajar online. Sumber belajar online oleh para blogger dalam dunia pendidikan dapat disiapkan dalam dua jenis, yaitu: (1) para blogger yang mempersiapkan blog untuk menjadi sumber belajar yang direncanakan. Bagian ini berkaitan dengan blog yang khusus disiapkan untuk materi ajar yang akan kita sampaikan kepada peserta didik di kelas maupun ruang kuliah.

Bila kita mempersiapkan blog yang khusus dijadikan sebagai sumber belajar. Misalnya kita mengajar Teknologi dan Media Pembelajaran maka buatlah blog khusus tentang Teknologi dan Media Pembelajaran. Dalam blog ini kita posting hal-hal yang penting dalam materi Teknologi dan Media Pembelajaran. Misalnya kita posting “Kompetensi Inti”. Buatlah rumusan kompetensi Inti Mata Kuliah ini kemudian posting di satu laman, kemudian buat tombol navigasi tentang Kompetensi Inti. Demikian seterusnya untuk Kompetensi Dasar, Indikator dan Materi Ajar. Bila teman-teman kuatir materi akan salah digunakan maka posting saja hal-hal pokok dalam blog tentang materi ajar.

Pengalaman saya demikian: Saya membuat blog khusus untuk setiap mata pelajaran yang saya asuh di tempat di mana saya melakukan tugas mendidik. Karena dulu saya mendapat pelatihan AA dengan nuansa Kurikulum Bebasis Kompetensi maka saya buat dalam blog saya tentang Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan pengalaman belajar serta materi ajar.
Semoga bermanfaat

Saturday, August 11, 2018

Efektifkan Blog Wordpres sebagai Sumber Belajar Online

Efektifkan Blog Wordpres sebagai Sumber Belajar Online
Banyak blog gratis yang dapat kita jadikan sebagai media publikasi bahan ajar atau tepatnya materi ajar. Materi ajar yang kita publikasi di blog wordpres tentu menjadi sumber belajar yang direncanakan. Itulah sebabnya mari kita gunakan fasilitas di WP untuk mempunblikasi materi ajar dan kita gunakan nanti di kelas atau ruang kuliah.

Saya juga sudah menggunakan WP untuk materi ajar saya dalam bidang Colloquium Didacticum Didacticum

Menggunakan wordpress sebagai sumber belajar online tentu sangat efektif menjangkau peserta didik kita dan peserta didik di berbagai kampus yang mempelajari materi yang sama atau ada materi-materi di dalam bahan kita yang dapat dijadikan sebagai sumebr belajar yang berguna untuk pengunjung blog seperti mahasiswa dan lain-lain.

Mari kita gunakan WP sebagai sumber belajar yang efektif

Misalnya kita membuat blog dengan platform Wordpress dan memposting materi kegiatan inti pembelajaran dengan rincian sebagai berikut:
Pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran jigsaw memungkinkan guru melakukan hal-hal berikut:

1) Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 5-6 peserta didik. Pilihan peserta didik kedalam kelompok juga mesti bersifat heterogen berdasarkan kemampuan peserta didik
2) Peserta didik membentuk arahan sesuai arahan guru
3) Guru membagikan tugas dan jobsheet kepada setiap anggota kelompok
4) Guru membimbing peserta didik untuk mempelajari materi masing-masing sesuai yang telah ditentukan
5) Guru membimbing peserta didik untuk mempelajari materi masing-masing anggota kelompok
6) Guru membimbing peserta didik untuk mempelajari materi masing-masing sesuai yang telah ditentukan.
7) Guru membimbing peserta didik untuk membentuk kelompok baru atau kelompok ahli berdasarkan materi yang sama membimbing peserta didik untuk memulai diskusi
8) Peserta didik membentuk kelompok baru sesuai arahan guru dan memulai diskusi dengan kelompoknya 9) Peserta didik aktif menyatakan pendapat dalam diskusi bersama
10) Guru memantau dan membimbing masing-masing kelompok ahli
11) Guru membimbing peserta didik untuk kembali ke kelompok awal
12) Guru meminta masing-masing anggota kelompok untuk menjelaskan materi yang telah didiskusikan bersama kelompok ahli kepada aggota kelompok yang lain secara bergantian. 13) Masing-masing anggota kelompok menjelaskan materi yang telah didiskusikan bersama kelompok ahli kepada anggota kelompok yang lain 14) Guru mendorong peserta didik untuk aktif selama proses diskusi bersama kelompok
15) Guru mengulas materi yang telah dipelajari peserta didik secara singkat, menambahkan apabila ada materi yang terlewat
16) Peserta didik memperhatikan penjelasan guru dan mencatat hal yang penting
17) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya apabila belum memahami materi pelajaran
18) Peserta didik bertanya kepada guru apabila belum paham
19) Guru membagikan lembar tes pilihan ganda kepada peserta didik
20) Peserta didik meyelesaikan tes pilihan ganda tepat waktu
21) Guru mengumpulkan lembar jawaban peserta didik, memberikan penilaian terhadap peserta didik dan memasukan nilai ke dalam daftar nilai

Informasi di atas bila diposting dalam blog wordpress maka telah menjadi sumber belajar online. Bila ada yang mencarinya maka akan menemukan bahan yang kita tampilkan di blog wordpress.

Salam online

Mengefektivitaskan Blog sebagai Sumber Belajar

Mengefektivitaskan Blog sebagai Sumber Belajar
Mengefektifkan blog sebagai sumber belajar berarti menggunakan salah satu produk Google untuk Pendidikan. Berdasarkan pengalaman saya dalam menggunakan Blog (blogspot dan wordpres) sebagai Bahan Ajar Online maka saya dapat menyatakan bahwa blog dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar di satuan Pendidikan seperti Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan serta Perguruan Tinggi.

Saya memang tidak mengajar di SD, SMP, SMA/SMK namun saya melihat ada banyak guru yang menjadikan blog untuk memposting materi ajar yang diasuhnya di satuan pendidikan yang dijalaninya.Postingan-postingan itu tentu menjadi salah satu sumber belajar di berbagai wilayah Indonesia bahkan dunia.


Ketika saya mengenal blog tahun 2008, saya hanya sekadar posting artikel yang berhubungan dengan kegiatanku sebagai pendidik di sekolah tinggi Teologi. Saya kemudian memikirkan secara edukatif ketika mengajar mata kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran. Saya memikirkan mengapa tidak menjadikan blog sebagai bahan ajar online untuk setiap materi yang saya ajarkan kepada peserta didik. Saya kemudian memutuskan untuk memulainya. Tentu rancangannya masih dalam taraf blogger pemula. Namun sebelum saya melanjutkan postingan ini saya ingin berbagi kisah mengapa saya serius menggumuli blog. Tahun 2010 adalah tahun krisis bagi saya, saya telah memutuskan untuk keluar dari tempat kerja saya yang pertama. Saya setelah menjalani beberapa waktu untuk berdoa dan tiba pada keputusan yang tepat untuk mundur. Saya kemudian mengantar surat pengunduran saya. Saya sebenarnya sangat berat tapi saya harus lakukan. Bayangkan, saya bekerja di tempat kerja saya yang lama selama 15 tahun (1994-2010). Setelah berada di luar, saya kemudian harus mengajar di beberapa tempat sebagai pendidik honorer. Saya jalani dengan penuh perjuangan. Hasilnya secara manusia tidak cukup. Saya harus membiayai biaya studi anak. Namun yah ada saja cara Tuhan menolong. Situasi ini membuat saya harus berpikir bagaimana punya penghasilan. Saya kemudian meningkatkan ketekunan dalam mengerjakan blog. Saya punya laptop dan modem merek M2. Harganya cukup mahal pada kala itu. Namun saya harus membeli agar bisa surving cari informasi di Internet. Saya kemudian mencari informasi penghasilan online. Dalam pencarian itu saya ketemu sebuah website yang menawarkan penghasilan online dengan cara menjadi resler (menjual ulang produk mereka). Produknya adalah materi pelatihan membuat website dan mencari penghasilan online, semuanya dikemas dalam bentuk ebook kemudian dijual. Sayapun memutuskan untuk mengikutinya. Saya daftar beberapa program reseller terkenal. Namun hasilnya tidak terlalu efektif menolong saya dalam penghasilan online. Karena tidak gampang menawarkan produk reseler kemudian laris dibeli oleh pengunjung. Saya sempat promosi produk mereka secara online dalam situs promosi iklan. Namun semuanya tidak sukses.

Saya kemudian secara kebetulan menemukan sebuah blog yang membahas tentang menawarkan Jasa. kebetulan situs yang saya temukan cocok juga dengan ketrampilan yang saya miliki. Saya kemudian menawarkan produk berupa jasa melalui blog dan hasilnya efektif. Menjual produk sendiri keuntungannya lebih besar dari menawarkan produk orang lain.

Berdasarkan pengalaman tersebut di atas. saya harus serius mengelola blog. Saya kemudian mencari pengetahuan tentang blog melalui program reseller yang saya ikuti. Dari program yang saya ikuti ada materi tentang bagaimana membuat blog dan membuat blog sebagai sumber penghasilan. Kedengarannya gampang tetapi prosesnya sangat sukar. Tetapi saya tidak boleh terus berada dalam alasan sulit atau sukar tetapi harus berusaha mengatasi kesulitan ini. Saya kemudian setiap pulang kerja dari Kantor tepat pada pukul 18.00-23.00 bahkan lebih hanya untuk utak atik cari informasi dan membuat blog. Saya kemudian membeli juga beberapa buku yang emembahas tentang blog, bagaimana membuat tombol navigasi dan lain-lain. Saya berusaha walaupun banyak kesalahan. Saya berkunjung ke berabagi blog untuk melihat tata letak tombol navigasi bahkan juga dengan template yang dipakai. Ada yang menawan hati saya dan saya merindukan untuk membuat seperti itu. Namun saya belum punya ketrampilan membuat tombol navigasi blog yang bagus dan profesional, demikian juga template blog. Namun kerinduan itu saya baringi dengan usaha dan usaha, akhirnya duluar dugaan kadang saya temukan seperti yang saya impikan. Sampai saya membuat blog dengan tampilan yang profesional.


Pengalaman itu saya pakai untuk membuat Blog Pendidikan untuk mata kuliah yang saya asuh. Setiap blog yang berisi materi ajar saya namakan Bahan Ajar Online. Saya tata blogspot dengan tampilan tombol Navigasi untuk Standanr Kompetensi dan Kompetensi Dasar (masih dalam nuansa KBK). Kemudian saya posting materi yang sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator. Blog yang saya buat ternyata memberi hasil yang bermanfaat bagi mahasiswa dan juga orang lain yang mengunjungi blog saya. Bahkan ada yang mengutip dalam skripsi dan disertasi. Hal ini mengingatkan kepada saya bahwa blog telah menjadi sumber belajar bagi orang lain.

Bahkan salah satu variabel penelitian saya untuk tugas akhir yaitu Pemanfaatan Fre Weblog sebagai Media Pembelajaran Online.
Seorang guru dan dosen dapat menjadikan dirinya seorang blogger edu. Artinya menggunakan Produk Google seperti Blogspot untuk kebutuhan Pendidikan dalam hal menyampaikan materi ajar atau bahan ajar. Bahan-bahan ajar berbasis blog yang saya sudah buat yaitu:

6. Mata Kuliah Metodologi Penelitian. Nama Blog Kolokium Penelitian Kualitatif
Sejumlah blog saya di atas telah menjadi sumber belajar yang direncanakan dan dionlinekan agar menjadi pengalaman belajar orang lain yang membutuhkannya. Blog-blog di atas belum disesuaikan dengan suasana Kurikulum Berbasis KKNI. Jadi masis berbasis KBK. Nanti saya reformasikan lagi sesuai KKNI
Intinya bagaimana kita menggunakan blogspot menjadi media dalam menyampaikan dan menggunakan blog dalam proses belajar mengajar. Blog yang kita sudah buat dapat digunakan pada waktu kita mengajar. Oleh karena itu kita harus mengikuti kurikulum yang berkembang. Misalnya di SD sampai SMA/SMK menggunakan K 2013 maka komponen-komponen yang harus ada dalam blog kita yaitu Kompetensi Inti Capaian Pembelajaran dan Kompetensi Dasar serta indikatornya.
Untuk di SMK dan Perguruan Tinggi yang menggunakan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) maka komponen yang mesti kita cantumkan dalam blog yaitu membuat tombol Navigasi untuk Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, Capaian Pembelajaran dan indikator serta materi ajar.

Bila kita sudah siapkan di blog maka kita tinggal ke Ruang Kuliah kemudian mengajar atau melakukan proses pembelajaran berbasis peserta didik dengan blog dosen sebagai sumber belajar dan menjadi bagian dari peran dosen sebagai fasilitator. Dalam blog dicantumkan Silabus dan RPS sesuai KKNI.

Selamat menggunakan blogspot sebagai sumber belajar