Wednesday, March 17, 2021

Efektivitas Media Online dalam Pembelajaran Daring di Masa Covid 19

Pengertian

Efektivitas dalam konteks penulisan artikel ini diartikan sebagai ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah perubahan yang diharapkan terjadi dalam diri pelaku pembelajaran. Perubahan itu tidak lain yaitu perubahan peserta didik dalam kecakapan kognitif, afektif dan psikomotorik. Selanjutnya pelaku pembelajaran yang dimaksud disini yakni orang yang menjadi peserta didik, mahasiswa, peserta seminar, kursus dll. Guru dan dosen serta instruktur juga termasuk dalam pelaku pembelajaran. Artinya selain guru/dosen/instruktur sebagai pengajar/pelatih, mereka juga belajar dan terus menerus belajar meningkatkan kompetensi mereka untuk tugas mengajar/melatih. Namun saya memfokuskan istilah "pelaku pembelajaran" hanya kepada peserta didik. Mengapa saya fokuskan demikian? Karena perumusan tujuan pembelajaran tentu diarahkan kepada peserta didik. Ketika peserta didik mencapai tujuan tersebut maka tercapailah efektivitas pembelajaran yang didalamnya melibatkan guru/dosen/intruktur dan peserta didik/mahasiswa/peserta seminar, dan berbagai komponen yang dipakai dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Dalam konteks inilah saya membahas efektivitas media online. Media online adalah segala alat yang dapat dipakai untuk menyampaikan isi pelajaran/materi kuliah/informasi dari guru/dosen/instruktur kepada peserta didik secara online.

Identivikasi Media Online di Masa Pandemi Covid-19

Sejak munculnya virus yang disebut dengan Covid-19 dan penyebarannya ke berbagai penjuru dunia dan telah mengakibatkan banyaknya manusia yang meninggal dunia, kemudian Covid-19 dipandang sebagai musuh manusia di seluruh dunia maka ada upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dengan cara mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sosial. Tiga tindakan ini wajib dilakukan oleh setiap orang dalam menjaga dirinya terhadap ancaman virus. 

Penyebaran virus Covid-19 berpengaruh pada seluruh sektor kehidupan manusia, termasuk di dunia pendidikan. Kemudian pendidikan dalam arti proses belajar-mengajar dilakukan secara daring. Pembelajaran daring ini memaksa warga pembelajar di sekolah maupun di perguruan tinggi memanfaatkan media-media yang dipakai dalam dunia bisnis seperti pemanfaatan video conference seperti zoom, google meet, dll.

Dalam melakukan pembelajaran daring seperti yang saya sebutkan di atas perlu didukung dengan alat-alat yang menopang terlaksananya pembelajaran daring. Alat-alat yang saya maksdkan antara lain:

1. Komputer

2. Laptop

3. Handphone

4. Tablet

5. iPad

6. dll

Alat-alat di atas tidak akan efektif dalam dunia pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 bila tidak dimanfaatkan secara baik. Untuk itu mesti menggunakan alat-alat tersebut di atas secara baik agar tercapai tujuan pembelajaran. 

Secara prakticalnya, kebanyakan peserta didik menggunakan laptop dan handphone untuk pembelajaran daring. Umumnya setiap laptop ada camera sehingga sangat menguntungkan dalam pembelajaran yang berbasis video conference. Namun ada pula laptop yang tidak memiliki kamera. Untuk laptop demikian, kita dapat menggunakan webcame dengan harga yang berfariasi bergantung mutu webcame tersebut.

Ada pula yang menggunakan tablet seperti Samsung Tab untuk melakukan proses pembelajaran daring yang berbasis video conference. 




Alat-alat di atas dapat dimanfaatkan secara baik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru/dosen/instruktur dalam materi yang disampaikannya.