![]() |
| Advertisement |
Teori Efektivitas Pembelajaran Campuran: Penggunaan Google Meet dalam Perkuliahan Online dan Tatap Muka
Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pendidikan tinggi secara signifikan. Dalam konteks perkuliahan, khususnya di Sekolah Tinggi Teologi (STT), penggunaan Google Meet sebagai media pembelajaran online semakin relevan, terutama ketika dipadukan dengan perkuliahan tatap muka atau konvensional. Model ini dikenal sebagai blended learning atau pembelajaran campuran.
Efektivitas dalam Pembelajaran
Efektivitas pembelajaran merujuk pada tingkat keberhasilan proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pembelajaran dikatakan efektif apabila mahasiswa mengalami pemahaman konseptual, perubahan sikap, serta mampu menerapkan pengetahuan dalam konteks akademik dan praktis.
Dalam teori pendidikan, efektivitas pembelajaran mencakup tiga ranah utama, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penggunaan Google Meet perlu dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap ketiga ranah tersebut.
Google Meet sebagai Media Pembelajaran Sinkron
Google Meet merupakan platform pembelajaran daring sinkron yang memungkinkan interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa. Melalui video konferensi, perkuliahan dapat berlangsung secara real-time, sehingga dialog, diskusi, dan klarifikasi materi tetap terjaga.
Dalam praktik perkuliahan, Google Meet digunakan untuk penyampaian materi, diskusi kelas, presentasi makalah mahasiswa, bimbingan akademik, hingga evaluasi pembelajaran. Kemudahan akses dan integrasi dengan layanan Google lainnya menjadikannya platform yang efektif dan efisien.
Diagram Teori Efektivitas Pembelajaran Campuran
Diagram: Integrasi Google Meet dan Tatap Muka dalam Teori Efektivitas Pembelajaran
Efektivitas Google Meet dalam Pembelajaran Campuran
Dalam model pembelajaran campuran, Google Meet berfungsi sebagai pelengkap pembelajaran tatap muka. Materi konseptual dan diskusi awal dapat dilakukan secara daring, sementara pendalaman, praktik, dan pembentukan karakter dilakukan secara langsung di kelas.
Pendekatan ini meningkatkan fleksibilitas belajar, mengoptimalkan waktu tatap muka, dan mendorong kemandirian mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir atau skripsi.
Tantangan dan Prinsip Implementasi
Tantangan utama penggunaan Google Meet terletak pada keterbatasan jaringan internet dan potensi kelelahan digital. Oleh karena itu, efektivitas pembelajaran daring sangat bergantung pada desain pembelajaran yang terencana, durasi yang proporsional, serta variasi metode pengajaran.
Google Meet tidak dimaksudkan untuk menggantikan sepenuhnya pembelajaran tatap muka, melainkan memperluas jangkauan dan dampak pendidikan tinggi.
Penutup
Dalam perspektif Teori Efektivitas Pembelajaran, penggunaan Google Meet terbukti menguntungkan dan efektif ketika diintegrasikan secara bijaksana dengan perkuliahan konvensional. Bagi dosen, Google Meet merupakan sarana inovasi pedagogis. Bagi mahasiswa tingkat akhir, Google Meet menjadi ruang belajar yang fleksibel dan relevan.


0 comments:
Note: Only a member of this blog may post a comment.