Thursday, June 28, 2018

Efektivitas Piala Dunia 2018

ad300
Advertisement
Edisi Refisi 12 Januari 2019.Pertandingan bola kaki berskala dunia yang kita sebut Piala Dunia memang diadakan setiap 4 atau 5 tahun. Tentu pertandingan itu disukai oleh setiap orang di seluruh dunia senang dengan bola, termasuk saya. Saya senang dengan menyaksikan pertandingan bola kaki apalagi piala dunia seperti yang terjadi tahun 2018. Dalam piala dunia bola kaki 2018,ada banyak hal yang kita bisa pelajari dan menjadikan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita.

Dalam konteks piala dunia 2018, kita menonton keahlian para pemain dari negara-negara peserta piala dunia di Rusia memang menyenangkan. Di Indonesia misalnya, kita baru selesai Pilkada, ada euforia bola. Ada yang senang karena jagoannya menang dalam pertandingan. Namun ada pula yang jagoannya kalah. Misalnya ada yang senang dengan kesebelasan Jerman pasti merasa lesu karena Jerman gagal maju dalam pertandingan selanjutnya. Jerman harus angkat koper dari Rusia. Ya namanya pertandingan. Ada yang kalah dan ada yang menang. Ada masa sedih dan masa senang.Saya sejak piala dunia 1990 tidak mau lagi faforit pada pemain maupun kesebelasan tertentu. Waktu itu saya sangat senang dengan Kesebelasan Belanda, senang dengan cara main Ruth Gulit, Marco van Basten. Ketika mereka kalah saya kecewa luar biasa, sulit menerima fakta kekalahan mereka. Intinya saya sangat terganggu. Sejak saat itu saya mulai berusaha untuk tidak faoritkan suatu tim. Tiba saat nonton bola ya nonton saja. Saya mengalir saja. Dalam Piala dunia di Rusia, pasti banyak yang terganggu ketika Argentina kalah, apalagi Lionel Mesi gagal eksekusi penalti. Saya senang Mesi tetapi tidak terlalu faforit karena pengalaman piala dunia 1990.Berikut peserta piala dunia bola kaki di Rusia.

Bila kita nilai peserta piala dunia maka negara pertama yang tidak efektif atau gagal dalam meraih prestasi selanjutnya sampai final bola di Rusia yaitu:

1. Jerman.

Kualitas para pemain Jerman pasti tidak diragukan. Pertandingan Jerman vs Korea Selatan berlansung dalam tempo yang menarik. Jerman lebih banyak menekan Korea Selatan. Hal ini Nampak dari upaya pemain Jerman yaitu Timo Werner, Thomas Muller, dan Mesut Ozil mengancam pertahanan Korea Selatan. Namun hasilnya keberuntungan ada di pihak Korea Selatan Hanya saja faktor keberuntungan. Mereka menguasai bola tetapi akhirnya fakta membuktikan mereka dikalahkan Korea Selatan. Walaupun begitu, pemain Jerman adalah pemain berkualitas dunia.

Negara-negara yang sukses mengikuti pertandingan sampai akhirnya menjadi pemenang atau kita sebut sebagai juara piala dunia yang dalam hal ini diraih oleh Tim Perancis. Mereka keluar sebagai pemenang. Kemenangan tersebut tentu melalui perjuangan tim. Efektivitas kemenangan itu didasarkan pada kerja sama tim. Jadi, kita belajar kesuksesan berdasarkan kerja sama tim. Disinilah efektivitas itu kita belajar dari kesebelasan yang menang dalam piala dunia 2018.

Salam
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.