Saturday, February 7, 2026

Efektivitas Proses Pendidikan Menurut 4 Teori: Behavioristik, Kognitif, Humanistik, dan Guru Profesional

Efektivitas Proses Pendidikan Menurut 4 Teori: Behavioristik, Kognitif, Humanistik, dan Guru Profesional
Efektivitas Proses Pendidikan Menurut 4 Teori

Efektivitas Proses Pendidikan Menurut 4 Teori

Pendahuluan

Efektivitas pendidikan merupakan aspek krusial dalam dunia akademik dan praktik pembelajaran. Proses pendidikan yang efektif tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga memengaruhi motivasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Berbagai teori pendidikan telah dikembangkan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas proses belajar-mengajar. Artikel ini membahas empat teori utama: behavioristik, kognitif, humanistik, dan guru profesional, serta implikasinya dalam praktik pendidikan.

1. Teori Behavioristik

Teori behavioristik, yang dikembangkan oleh para ahli seperti B.F. Skinner, menekankan pentingnya perilaku yang dapat diamati dan penguatan (reinforcement) dalam proses belajar. Prinsip utama teori ini adalah belajar terjadi melalui stimulus-respons dan perilaku yang diperkuat cenderung diulang.

Implikasi Praktis

Dalam praktik pendidikan, guru dapat menggunakan penguatan positif untuk meningkatkan perilaku belajar yang diinginkan. Misalnya, memberikan pujian, penghargaan, atau skor tambahan ketika siswa berhasil menyelesaikan tugas. Penguatan negatif, seperti penghapusan tugas tambahan, juga dapat diterapkan untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan.

Kelebihan dan Keterbatasan

Behavioristik efektif untuk pengembangan keterampilan spesifik dan disiplin belajar. Namun, teori ini kurang memperhatikan proses internal siswa seperti pemikiran, motivasi, dan kreativitas.

2. Teori Kognitif

Teori kognitif, dikembangkan oleh tokoh seperti Jean Piaget dan Lev Vygotsky, menekankan proses berpikir internal siswa, struktur kognitif, dan cara siswa memahami informasi. Pembelajaran efektif terjadi ketika siswa dapat mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.

Implikasi Praktis

Guru dapat menerapkan strategi seperti scaffolding (pendampingan bertahap), zona proksimal perkembangan (ZPD), dan pemetaan konsep untuk membantu siswa membangun pengetahuan. Pendekatan ini meningkatkan pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis.

Kelebihan dan Keterbatasan

Teori kognitif mendukung pengembangan kemampuan analitis dan kreatif siswa. Keterbatasannya, implementasi membutuhkan waktu lebih lama dan guru harus memahami cara kerja kognitif tiap siswa.

3. Teori Humanistik

Teori humanistik, dipelopori oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers, menekankan kebutuhan emosional dan motivasi siswa. Pendidikan yang efektif harus mempertimbangkan perkembangan pribadi, harga diri, dan aktualisasi diri siswa.

Implikasi Praktis

Pendekatan ini mendorong guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, memberikan kebebasan, dan menghargai perbedaan individu. Metode seperti pembelajaran berbasis proyek, refleksi diri, dan mentoring personal menjadi relevan.

Kelebihan dan Keterbatasan

Humanistik membantu meningkatkan motivasi intrinsik dan kepuasan belajar siswa. Namun, sulit diterapkan secara seragam pada kelompok besar karena kebutuhan tiap siswa berbeda.

4. Guru Profesional dan Efektivitas Proses Pendidikan

Selain teori klasik, efektivitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru. John Hattie dan Robert Marzano menekankan bahwa guru profesional yang efektif memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi siswa. Faktor-faktor seperti kemampuan mengelola kelas, memberikan umpan balik berkualitas, dan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat menjadi kunci keberhasilan.

Implikasi Praktis

Guru harus menguasai materi, mengenal karakter siswa, dan menyesuaikan metode dengan tujuan pembelajaran. Evaluasi berkala, refleksi praktik, dan pengembangan profesional terus-menerus meningkatkan efektivitas proses pendidikan.

Kelebihan dan Keterbatasan

Guru profesional memungkinkan proses belajar menjadi lebih adaptif dan kontekstual. Keterbatasannya, keberhasilan sangat bergantung pada kompetensi dan dedikasi guru itu sendiri.

Integrasi Keempat Teori

Dalam praktik pendidikan modern, menggabungkan keempat pendekatan ini dapat meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar. Contohnya: menggunakan penguatan behavioristik untuk disiplin, strategi kognitif untuk pemahaman konsep, pendekatan humanistik untuk motivasi, dan kompetensi guru profesional sebagai pengarah keseluruhan proses.

Dengan integrasi ini, pendidikan menjadi lebih holistik, siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga termotivasi, kreatif, dan siap menghadapi tantangan belajar secara mandiri.

Kesimpulan

Efektivitas proses pendidikan bukan hanya soal metode atau teori tunggal, tetapi kombinasi dari prinsip-prinsip behavioristik, kognitif, humanistik, dan kompetensi guru profesional. Guru dan dosen yang memahami dan mengimplementasikan empat pendekatan ini akan lebih mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan efektif. Strategi ini penting untuk meningkatkan prestasi akademik, motivasi, dan pengembangan karakter siswa.

Label: Efektivitas Pendidikan, Teori Pendidikan, Proses Belajar Mengajar, Teori Behavioristik, Teori Kognitif, Teori Humanistik, Efektivitas Guru, Strategi Pembelajaran

Penulis: Dr. Yonas Muanley, M.Th. Dosen Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia

Saturday, April 10, 2021

Ruang Iklan

 [update 2021], Pemilik blog menyediakan ruang iklan bagi yang hendak promosi produk. Ruang iklan tentu menjadi sesuatu yang penting dalam dunia pendidikan. Bagi yang hendak mempromosikan produk pendidikan seperti buku, pelatihan, seminar dll dapat menghubungi kami di alamat yang telah dicantumkan. Saya menerima banner iklan dengan ukuran sbb:


ukuran banner 250 x 300.
Ukuran banner 970 x 90
Ukuran banner Jumbo 300 x 1050 Bahkan ukuran 1 laman blog.

Untuk harga kita dapat sepakati bersama. Yang Berminat silakan hubungi saya melalui:

Nama : Yonas Muanley
Hp : 081388662585
Email : yonasmuanley@gmail.com


Pasang Iklan Anda disini




Bagi yang mau memasang iklan untuk dipublikasikan di weblog ini silakan menghubungi kami. Promosi di blog sangat efektif karena blog dapat efektif berada dalam halaman 10besar google. Ukuran iklan dari ukuran 250x300 sampai pada ukuran yang besar seperti 970 x 90 dan ukuran jumbo 600 x1050 dan seterusnya. Tentu semuanya berpulang kepada pemilik produk atau para sponsor yang mau mempromosikan produknya melalui blog ini.



Promosi dalam dunia Pendidikan seperti promosi kuliah, penerimaan mahasiswa baru, kuliah online yang telah terakreditasi, promosi entrepreneur seperti digital preneur, usaha online dan usaha-usaha lainnya. Topik ini menjadi salah satu pokok percakapan dari Capres hari ini tanggal, 17 Februari 2019. Pertanyaan salah satu calon Presiden yaitu usaha online di Indonesia.

Bila Anda berminat silakan hubungi saya untuk memasang iklan Anda di blog ini.

Wednesday, March 17, 2021

Efektivitas Media Online dalam Pembelajaran Daring di Masa Covid 19

Pengertian

Efektivitas dalam konteks penulisan artikel ini diartikan sebagai ketercapaian tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah perubahan yang diharapkan terjadi dalam diri pelaku pembelajaran. Perubahan itu tidak lain yaitu perubahan peserta didik dalam kecakapan kognitif, afektif dan psikomotorik. Selanjutnya pelaku pembelajaran yang dimaksud disini yakni orang yang menjadi peserta didik, mahasiswa, peserta seminar, kursus dll. Guru dan dosen serta instruktur juga termasuk dalam pelaku pembelajaran. Artinya selain guru/dosen/instruktur sebagai pengajar/pelatih, mereka juga belajar dan terus menerus belajar meningkatkan kompetensi mereka untuk tugas mengajar/melatih. Namun saya memfokuskan istilah "pelaku pembelajaran" hanya kepada peserta didik. Mengapa saya fokuskan demikian? Karena perumusan tujuan pembelajaran tentu diarahkan kepada peserta didik. Ketika peserta didik mencapai tujuan tersebut maka tercapailah efektivitas pembelajaran yang didalamnya melibatkan guru/dosen/intruktur dan peserta didik/mahasiswa/peserta seminar, dan berbagai komponen yang dipakai dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Dalam konteks inilah saya membahas efektivitas media online. Media online adalah segala alat yang dapat dipakai untuk menyampaikan isi pelajaran/materi kuliah/informasi dari guru/dosen/instruktur kepada peserta didik secara online.

Identivikasi Media Online di Masa Pandemi Covid-19

Sejak munculnya virus yang disebut dengan Covid-19 dan penyebarannya ke berbagai penjuru dunia dan telah mengakibatkan banyaknya manusia yang meninggal dunia, kemudian Covid-19 dipandang sebagai musuh manusia di seluruh dunia maka ada upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dengan cara mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sosial. Tiga tindakan ini wajib dilakukan oleh setiap orang dalam menjaga dirinya terhadap ancaman virus. 

Penyebaran virus Covid-19 berpengaruh pada seluruh sektor kehidupan manusia, termasuk di dunia pendidikan. Kemudian pendidikan dalam arti proses belajar-mengajar dilakukan secara daring. Pembelajaran daring ini memaksa warga pembelajar di sekolah maupun di perguruan tinggi memanfaatkan media-media yang dipakai dalam dunia bisnis seperti pemanfaatan video conference seperti zoom, google meet, dll.

Dalam melakukan pembelajaran daring seperti yang saya sebutkan di atas perlu didukung dengan alat-alat yang menopang terlaksananya pembelajaran daring. Alat-alat yang saya maksdkan antara lain:

1. Komputer

2. Laptop

3. Handphone

4. Tablet

5. iPad

6. dll

Alat-alat di atas tidak akan efektif dalam dunia pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 bila tidak dimanfaatkan secara baik. Untuk itu mesti menggunakan alat-alat tersebut di atas secara baik agar tercapai tujuan pembelajaran. 

Secara prakticalnya, kebanyakan peserta didik menggunakan laptop dan handphone untuk pembelajaran daring. Umumnya setiap laptop ada camera sehingga sangat menguntungkan dalam pembelajaran yang berbasis video conference. Namun ada pula laptop yang tidak memiliki kamera. Untuk laptop demikian, kita dapat menggunakan webcame dengan harga yang berfariasi bergantung mutu webcame tersebut.

Ada pula yang menggunakan tablet seperti Samsung Tab untuk melakukan proses pembelajaran daring yang berbasis video conference. 




Alat-alat di atas dapat dimanfaatkan secara baik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru/dosen/instruktur dalam materi yang disampaikannya.

 

Wednesday, January 13, 2021

Efektivitas Motivasi Berprestasi Tinggi

Efektivitas Motivasi Berprestasi Tinggi

Apa itu efektivitas motivasi berprestasi tinggi?


Ada ragam pengertian tentang motivasi berprestasi tinggi.Namun dalam artikel ini sengaja penulis tidak membahasnya. Menurut penulis, motivasi berprestasi tinggi adalah kecenderungan tinggi untuk mengerjakan pekerjaan yang memiliki tingkat rintangan yang tinggi.

Motivasi berprestasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang guru untuk mencapai tujuan yang hendak dicapainya. Definisi ini menegaskan tiga hal penting dalam motivasi yaitu: intensitas, arah dan ketekunan. (dimodivikasi dari Wikipedia)

Dalam Wikipedia juga disampiakan bahwa motivasi adalah 'alasan' yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Dalam konteks artikel ini, motivasi berprestasi guru adalah alasan yang mendorong perbuatan guru dalam melakukan tugas pembelajaran dan tugas-tugas lainnya seperti melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Guru yang memiliki motivasi berprestasi tinggi adalah guru yang memiliki alasan yang sangat kuat dalam dirinya untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya sekarang sebagai seorang guru. Artinya pekerjaan yang akan dilakukan seorang guru bila didasarkan pada motivasi tinggi maka ada alasan untuk mencapai tujuan pekerjaan tersebut karena motivasi yang dimilikinya.

Motivasi memang menjadi salah satu sebab seorang guru melakukan sebuah pekerjaan secara berhasil. Namun aspek lain yang ikut menentukan keberhasilan dari motivasi seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sekarang. Aspek yang saya maksudkan yaitu arah. Sudah ada motivasi berprestasi, namun bila tidak ada arah maka keberhasilan pekerjaan sebagai seorang guru tidak akan berjalan secara baik. Jadi, intensitas mesti ada arah. Namun kedua dimesi motivasi ini tidak akan berhasil bila tidak ditopang dengan dimensi ketekunan. Ketekunan dalam melaksanakan suatu pekerjaan itu sangat penting. Tiga unsur motivasi ini menjadi sebab kesuksesasan dalam pekerjaan sebagai seorang guru.

Jadi, elemen motivasi seperti intensitas, arah dan ketekunan ada dalam diri seorang guru yang memiliki motivasi tinggi untuk melakukan pekerjaannya. Misalnya ketekunan menjadi seorang guru yang bermotivasi tinggi mesti secara tekun melakukan tugasnya secara baik. Sifat ketekunan menjadi salah satu penentu tentang kemampuan seseorang dalam durasi waktu tertentu seorang pendidik dan tenaga profesional lainnya mempertahankan pekerjaannya. (Wikipedia)

Selain informasi di atas, silakan perhatikan beberapa pendapat tentang Motivasi berprestasi tinggi dalam deskripsi berikut ini.

Salam

Yonas Muanley



Sunday, May 10, 2020

Efektivitas Pakai Video Converence dalam Mengajar dari Rumah

Pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya pertengahan Maret 2020, penyebaran Covid-19 mulai terjadi di Indonesia. Melihat penyebaran Virus tersebut dan upaya memngatasi penyebaran Covid 19 maka Pemerintah menghimbau tiga kegiatan di lakukan dari rumah, yaitu Belajar dari rumah, kerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Tiga seruan ini kemudian disikapi secara baik, khususnya tentang kegiatan belajar-mengajar yang untuk sementara waktu dilakukan di rumah. Kegiatan belajar dan mengajar pada tingkat satuan pendidikan maupun pendidikan di perguruan tinggi dialihkan ke rumah. Dengan demikian para siswa dan mahasiswa melakukan kegiatan belajar/kuliah dari rumah, para guru juga mengajar dari rumah, demikian juga para dosen juga mengajar dari rumah. 

Beberapa bulan dari bulan Maret, yaitu pada bulan April 2020, pemerintah DKI melalui Gubernur DKI yaitu bapak Anis Baswedan mengumumkan tentan pelaksanaan PSBB DKI yang berlaku mulai tanggal 10 - 23 April 2020, kemudian dilanjutkan tanggal 24 April - 22 Mei 2020. Dengan keluarnya PSBB DKI maka sekolah-sekolah di DKI dan juga perguruan tinggi di DKI juga mentaati PSBB DKI. Sejak berlakunya PSBB DKI, para guru dan dosen, khususnya yang bergerak dalam pendidikan swasta, mulai mememikirkan bentuk mengajar online. Maka mulailah pemanfaatan video converence yang awalnya biasa dipakai di dalam dunia bisnis seperti oleh perusahan-perusahan dan UKM-UKM tertentu, kini para dosen swata mulai mencari dan memanfaatkan aplikasi video converence, termasuk saya. 

Ada rekan dosen yang menginformasikan kepada saya untuk menggunakan aplikasi zoom. Awalnya saya senang tetapi kemudian berkembang beberapa informasi tentang keamanan data. Saya kemudian mengurungkan niat saya untuk menggunakan video converence dari Zoom. Zoom telah menyediakan sebuah aplikasi untuk dipakai dalam keperluan percakapan secara maya dalam kumpulan-kumpulan tertentu yang keanggotaannya juga terbatas dalam jumlah tertentu. Walaupun dari segi keamanan data, saya dipengaruhi oleh info yan berkembang tentang sisi keamanan dlm menggunakan aplikasi ini, saya tetap berusaha untuk mendaftar dan mencoba untuk menggunakannya. Namun hasilnya yaitu saya gagal mendaftar. Saya kemudian mengurungkan niat saya menggunakan aplikasi ini.

Hari ini, setelah ibadah Minggu 10 Mei 2020, saya membuat sebuah email baru yang bertujuan untuk dipakai dalam mendafatar pada program-program dari situs-situs yang menyediakan aplikasi video conference. Ada beberapa aplikasi, bahkan ratusan atau juga dapat dikatakan ribuan. Namun saya mencoba lagi dengan aplikasi video converence dari zoom. Sebelum saya mendaftar, saya ikuti beberapa tutorial melalui Youtube dan saya berusaha mengikutinya. Akhirnya saya berhasil membuat sebuah akun untuk menggunakan aplikasi zoom dalam hal mengajar dari rumah. Saya melakukan pendaftaran untuk video converence karena pada tanggal 4 Mei 2020, setelah pulang dari kantor (Kami membuat jadwal masuk kantor dengan jumlah yang tidak lebih dari 3 orang karena ketentuan PSBB adalah tidak boleh lebih dari 5 orang) pukul 17.00, saya beristirahat sejenak kemudian pada pukul 18.00 saya menggunakan video call dari aplikasi Whats App untuk mengajar secara online kepada beberapa mahasiswa (4 orang), lalu saya mengajar dan mereka mengikuti melalui handphone. Tnetu unsur efektivitasnya belum tercapai secara maksimal. Itulah sebabnya saya mendaftar pada media yang lain agar saya lebih efektif mengajar dari rumah dengan menggunakan video converence dari Zoom.  

Pada tanggal 4 Mei 2020, saya mengajar sebuah materi dari mata kuliah "Metodologi Penelitian PAK". Ada beberapa pokok yang diajarkan dalam materi kuliah ini yaitu cara mendapatkan pengetahuan yang benar dalam mata kuliah Pendidikan Agama Kristen melalui penelitian menguji teori dan menemukan teori. Penelitian yang berusaha menguji teori yaitu penelitian Kuantitatif dan penelitian yang berusaha mendapatkan teori baru yang mengunakan metode penelitian kualitatif. Jadi, jika hendak menguji teori, silakan pakai metodologi penelitian kuantitatif, sebaliknya bila hendak menemukan teori atau kebenaran pengetahuan baru maka silakan pergunakan metode penelitian kualitatif. Kemudian setelah mendapatkan kebenaran pengetahuan, selanjutnya mesti diajarkan kebenaran tersebut. Untuk mengajarkan secara baik maka dibutuhkan metodologi pengajaran, khususnya dalam kebenaran pengetahuan Pendidikan Agama Kristen.

Jadi, efektivitas pemanfaatan video converence zoom dalam mengajar dari rumah belum dapat saya samapaikan dalam kesempatan ini. Bila saya telah mengoperasionalkan pendaftaran aplikasi zoom dalam mengajar pada beberapa hari ke depan, maka saya akan kembali lagi untuk menulis. Cukuplah pada kesempatan ini saya nyatakan bahwa dunia pendidikan dapat memanfaatkan video conference untuk mengajar dari rumah dan belajar dari rumah. Silakan Anda mendaftar aplikasi video conference dan menggunakannya. Bila sukses silakan disampaikan dalam kolom komentar.

Salam
Yonas Muanley



Saturday, May 9, 2020

Materi Yang Sering Menjadi Citasi Ilmiah di Perguruan Tinggi

Materi Yang Sering Menjadi Citasi Ilmiah di Perguruan Tinggi
Blog ini saya buat dengan maksud untuk menjadi salah satu bahan yang memberi pencerahan kepada mereka yang sedang mencari inpirasi membahas variabel penelitian ilmiah dalam tingkat skripsi, tesis dan disertasi. Beberapa postingan atau artikel dalam blog ini telah dikutip atau disitasi dalam skripsi, tesis dan disertasi. Itulah sebabnya saya buat halam khusus yang lebih memudahkan membaca teori yang dicari. Dan demi memudahkan rekan-rekan dalam mencari sumber yang dapat membantu pembahasan variabel penelitian tentang pengertian efektivitas dan efektivtas organisasi, maka saya akan mencantumkan link dari artikel saya dalam blog ini yang sering dikutip atau menjadi Citasi tugas akhir di perguruan tinggi. Mohon mencantum link tentang materi yang disitasi dari teori efektivitas dari blog ini.







Di dalam perguruan tinggi di Indonesia, mengutip dari blog untuk keperluan karya ilmiah masih diperkenankan.Perguruan Tinggi yang saya maksudkan itu dalam bentuk Universitas Negeri maupun swasta, Institut, Sekolah Tinggi dan Akademi. Beberapa civitas akademiki yang mengutip beberapa bagian dari blog ini tentu mereka yang dari universitas dan Institut keagamaan maupun umum yang ada di berbagai wilayah di Indonesia.

Yang saya maksudkan di atas yakni beberapa orang telah membuat citasi dan mencantumkan sitasi secara benar. Saya kemudian mengetahui sitasi bahan dalam blog ini melalui google. Saya mengetik nama saya, kemudian muncul dalam laman google, ada beberapa situs yang mencantumkan nama saya. Setelah saya cek rupanya ada beberapabagian artikel dalam blog ini yang dikuitip. Dan saya harus salut mereka yang sedemikian jujur dan mencantumkan sumber blog ini dalam karya ilmiah mereka. Tentu ini merupakan hasil dari Capaan Pembelajaran Program Studi di setiap perguruan tinggi. Bagian yang biasa dicitasi sbb:

Pengertian Efektivtas

Mereka yang membahas tentang variabel penelitian "Efektivitas" dapat membaca pengertian efektivitas yang telah saya bahas dalam laman blog ini. Untuk keperluan membantu lebih cepat mendapatkan artikel tersebut, saya memberi link di atas. Silakan klik: Pengertian Efektivtas


Efektivitas Organisasi

Untuk mereka yang membahas efektivitas organisasi dapat membaca definisi tentang efektivitas organisasi melalui link di atas, atau silakan klik: Efektivitas Organisasi


Pengertian Efektivitas Pembelajaran

Untuk rekan-rekan yang sedang menyusun karya ilmiah seperti skripsi, tesis dan disertasi yang salah satu varibelnya membahas efektivitas pembelajaran, maka dapat membaca artikel saya tentang pengertian efektivitas pembelajaran. Silakan klik link berikut ini:

Pengertian Efektivitas Pembelajaran


Untuk kualitas ilmiah, jangan diragukan karena saya juga memiliki latar belakang akademis. Silakan cek latar belakang akademis saya di google atau dapat juga melalui Blog Tridarma PT: Mengajar, Meneliti dan Mengabdi

Beberapa link yang menuju artikel seperti yang saya sebutkan di atas telah dicitasi dan selalu disitasi oleh rekan-rekan masyarakat ilmiah di perguruan tinggi.

Salam

Yonas Muanley
Penulis artikel

Sunday, April 12, 2020

Efektivitas Pelatihan Guru Online

Efektivitas. Kegiatan belajar-mengajar di sekolah formal seperti SDm SMP, SMA dan Perguruan Tinggi berbentuk Universitas, Institut, sekolah tinggi mengalami perubahan dalam metode dan lokasi belajar-mengajar. Biasanya belajar dilakukan secara konfensional dengan tatap muka di ruang kelas atau di ruang kuliah. Selain itu ada program pembelajaran yang memadukan tiga metode yaitu perpaudan konfensional, studi mandiri dan online yang dikenal dengan metode pembelajaran yang disebut dalam istilah Inggris "Blended Learning". Metode ini memungkinkan belajar dapat dilakukan di kelas (tatap muka visual), pembelajaran mandiri off line dan pembelajaran di dunia maya atau pembelajaran online. Kehadiran metode pembelajaran yang saya sebutkan terakhir ini dipakai oleh beberapa universitas dan juga sekolah tinggi. Kini sejak 2019 sampai dengan 2021, digalakan pembelajaran daring karena terjadinya pandemi Covid-19. Pandemi ini memberi perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran. Para guru dan dosen mesti menyesuaikan diri dan menggunakan pembelajaran daring yang seefektif mungkin. Disini guru dan dosen perlu mendapat pelatihan atau dapat mengembangkan kemampuan mengelola pembelajaran online.






Ketika saya mengajar di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di bilangan Jakarta Timur, saya mengajar sebuah mata kuliah yaitu Etika di Fakultas Hukum, proses pembelajaran menggunakan kurikulum Berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional). Saya mengajar berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dikeluarkan oleh tim penyusun mata kuliah rumpun mata kuliah umum. Artinya mata kuliah ini wajib diikuti oleh mahasiswa di berbagai fakultas di Universitas di mana saya mendapat kesempatan untuk mengajar. Saya melakukan proses pembelajaran sejak Agustus 2019 dan berakhir bulan Januari 2020.

Ketika saya mengajar mata kuliah ini pada pertemua-pertemuan terakhir yaitu memasuki tahun 2020, saya mendapat informasi di beberapa media masa tentang penyebaran virus Corona-19 yang terjadi di Wuhan. Saya kemudian menulis tentang topik yang berhubungan dengan Covid-19 di Wuhan, tulisan itu hanya sekadar artikel praktis untuk penerbitas di situs Rubrik Tiket yang menjadi milik saya. Saya menulis tentang pengalaman orang lain di negara lain. Jadi, pada bulan Februari 2020, saya menulis tentang Covid-19 dengan mencari Informasi tentang kota Wuhan dari sejumlah media seperti Wikipedia dan beberapa situs dan juga Corona. Lalu saya menulis sebagai tulisan yang bukan tulisan ahli tetapi tulisan tentang apa yang terjadi dan ditulis ulang oleh saya dalam gaya saya tentunya.

Memasuki bulan Maret 2020, pengalaman itu bukan lagi pengalaman orang lain dan negara lain tetapi sudah masuk ke negara di mana saya berada dan menjadi warga negara. Saya tinggal di DKI, lalu penyebearan Covid-19 yang semakin membuat beberapa korban nyawa dan sejumlah orang dirawat di rumah sakit dan perkembangan Covid-19 maka mulai adahimbauan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 dengan cara: Belajar dari rumah, Bekerja dari rumah, beribadah dari rumah". Untuk bagian pertama, yaitu belajar dari rumah termasuk mengajar dari rumah mesti dilakukan secara online. Maka sejumlah guru dan dosen mulai menggunakan beberapa fasilitas pembelajaran online seperti penggunaan video Conference untuk melakukan pembelajaran secara online. Para siswa dan mahasiswa tinggal di rumah dan belajar dari rumah. Demikian juga guru dan dosen, mereka tinggal di rumah dan mengajar dari rumah. Mengajar dari rumah memungkinkan pilihan-pilihan media pembelajaran online. Salah satu diantaranya yakni pemanfaatan situs profesional maupun free. Saya kebetulan mempersiapkan sejumlah blog untuk mata kuliah yang saya asuh. Saya membuat blog dengan judul "Bahan Ajar Online" yang berhubungan dengan mata kuliah yang saya asuh. Pembuatan blog bahan ajar online itu saya buat tahun 2012 dan tahun-tahun selanjutnya sampai 2019, itu berarti sebelum Covid-19 melanda dunia, saya sudah punya sebuah media pembelajaran online. Saya sering gunakan itu ketika ada di ruang kuliah dan merekomendasikan kepada mahasiswa untuk mengikuti kuliah saya melalui blog yang saya buat khusus untuk mata kuliah yang saya asuh. Blog tersebut sifatnya terbuka untukpublik. Ada pula yang menjadikan blog saya seperti blog yang sedang Anda kunjungi menjadi salah satu sumber sitasi untuk keperluan skripsi, tesis dan disertasi.

Kembali kepada judul postingan, efektivitas pelatihan guru Online. Saya belum tahu persis seperti apa pelatihan guru online, tetapi saya menduga bahwa pelatihan guru online bertujuan agar para guru berhasil mengajar secara online. Untuk itu mereka perlu dilatih menjadi guru online. Menjadi guru online berarti guru digital, guru yang senang dengan digital dan memanfaatkan digital untuk keberhasilan proses belajar-mengajar. Saya katakan demikian karena salah satu unsur efektivitas adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang direncanakan. Bila tercapai maka kegatan pembelajaran disebut efektif.

Efektivitas pelatihan guru online adalah kegitasn edukatif yang berhasil membuat para guru yang mengikuti pelatihan mampu menerapkan pembelajaran online. Pelatihan guru online itu cocok dengan perkembangan kini dan masa yang akan datang, khususnya pada era dimana segalanya internet. Selain itu, kita sedang menghadapi penyebaran virus Corona-19, dengan begitu pelatihan guru online akan menopang kegiatan mengajar dari rumah dapat dilakukan secara daring dan sukses membuat proses pembelajaran mencapai tujuan pendidikan Nasional.

Bagi para guru dan dosen yang belum mengikuti pelatihan tersebut, khususnya guru dan dosen swasta, kita dapat memanfaatkan blog sebagai media untuk pembelajaran online, ,misalnya anda dapat melihat blog bahan ajar saya untuk mata kuliah Filsafat Ilmu. Saya mempersiapkan blog yang free untuk dijadikan sebagai alat untuk proses pembelajaran yang saya lakukan secara online. Kita tidak perlu malu menggunakan blog gratis untuk dijadikan sebagai situs bahan ajar online dosen. Saya lebih banyak menggunakan situs free untuk mengelola mata kuliah saya secara online.SIlakan ANda ketik di google dengan kata kunci: "Bahan Ajar Online" akan menemukan sejumlah blog mata kuliah yang saya ajarkan.

Saya sarankan gunakan blogspot. Hal ini disebabkan karena kita bebas menata blogspot dengan kreativitas yang sesuai dengan keinginan kita. Kita dapat menjadikan blog bahan ajar online menjadi blog yang tampilannya seperti situs profesional atau situs berbayar. Caranya kita gunakan template dari blogger. Maksudnya template diluar template bawaan blogspot. Silakan daftar di www.blogger.com Anda dapat melihat salah satu contoh Blog yang saya persiapkan khusus untuk pembelajaran online dalam mata kuliah FILSAFAT ILMU

Untuk metode yang satu sering diabaikan yaitu melakukan pembelajaran melalu chatting. Chatting bila digunakan secara baik dalam proses pembelajaran maka akan menghasilkan pembelajaran yang efektivitas, chating dapat dilakukan oleh peserta didik secara mandiri atau secara bersama-sama seperti pada gambar berikut ini.


Efektivitas chatting pembelajaran

Sumber: Pixabay



Semoga sukses menggunakan chatting untuk keperluan pembelajaran.

Salam
Yonas Muanley