Sunday, July 1, 2018

Belajar Efektivitas di Piala Dunia

Belajar Efektivitas di Piala Dunia
Refisi 04 Februari 2019. Belajar teori efektivitas tidak harus berfokus pada dunia pendidikan (proses pembelajaran) dan organisasi. Namun bisa juga dilakukan dalam bidang lain seperti di dunia bola kaki. Kini tahun 2018, semua mata tertuju pada pagelaran akbar yang dilakukan 2018. Oleh karena itu mari kita belajar tema blog ini, yaitu: Efektivitas di dunia Bola.Untuk itu artikel ini kita kasih tema dulu.

Tema: Pelajaran Efektivitas dari Piala Dunia 2018



Tentu Piala Dunia yang dimaksud dalam tema di atas adalah pada pertandingan piala dunia bola kaki yang terjadi tahun 2018, negaranya pasti kita sudah tahu. Ayo Jawab Negara Apa?. Jadi belajar dari kesebelasan yang ikut serta dalam pertandingan maupun para pemain yang ikut dalam kesebelasan sesuai negara asal. Dari sini kita belajar mendaratkan pemahaman tentang "pengertian efektivitas".
Banyak kostum dari negara peserta piala dunia yang dijual di pasar-pasar dunia. Kostum bola tentu ramai dibeli oleh penggemar. Negara-negara peserta pertandigan bola kaki dalam skala Dunia seperti piala dunia 2018.


Inti efektivitas adalah keberhasilan/kesuksesan/ketercapaian tujuan. Dalam konteks Piala Dunia 2018 tentu kita mengukur keefektivan dari para pemain, kesebelasan. Kesebelasan yang efektif adalah kesebelasan yang berhasil masuk pada tahap 16 besar, 8 besar dan seterusnya sampai final dan Juara Dunia.
Para pemain bintang dunia yang sukses masuk babak 16 besar Piala Dunia Bola Kaki di Piala dunia 2018, yaitu:
1. Christiano Ronaldo. Nomor Punggung 7. Asal kesebelasan: Timnas Portugal
2. Lionel Messi. Nomor Punggung 10. Asal: Timnas Argentina
3. Neymar. Nomor Punggung 10. Asal kesebelasan: Timnas Brasil
4. Suares. Nomor Punggung 9. Asal kesebelasan Timnas Uruguay
5. Kylian Mbappe (Timnas Prancis)
6. Ousmane Dembele (Timnas Prancis)
7. Paul Pogba (Timnas Perancis)
8. Benjamin Mendy (Timnas Perancis)
Para pemain bintang dunia yang tidak efektif (gagal) masuk 8 besar, yaitu:
1. Lionel Messi
2. Ronaldo
Kesebelasan yang tidak efektif (Gagal) masuk dalam 16 besar dan 8 besar Piala Dunia di Rusia 2018.
1. Kesebelasan Jerman. Tidak efektif (gagal) masuk babak 16 besar
2. Kesebelasan Portugal. Efektif masuk Babak 16 Besar tetapi tidak efektif masuk babak 8 besar.
Kesebelasan Yang Efektif dalam Piala Dunia di Rusia 2018
1. Kesebelasan Rusia. Efektif (berhasil) dalam group, efektif dalam babak 16 besar dan menuju Babak 8 besar.

Setelah selesai pertandingan, para pemain bola kembali ke negara masing-masing dengan pesawat yang sudah disiapkan untuk membawa para pemain bola. Tentu penerbangan dari satu bandara Internasional ke Bandara Internasional di mana dselenggarakan pertandingan. Ada yang tinggal di hotel terdekat dengan stadiun bola. Tiket-tiket pesawat dan kamar hotel bagi para pemain,apalagi pemain terkenal dunia pasti ada ada kamar hotel spesial.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Salam


Thursday, June 28, 2018

Efektivitas Piala Dunia 2018

Efektivitas Piala Dunia 2018
Edisi Refisi 12 Januari 2019.Pertandingan bola kaki berskala dunia yang kita sebut Piala Dunia memang diadakan setiap 4 atau 5 tahun. Tentu pertandingan itu disukai oleh setiap orang di seluruh dunia senang dengan bola, termasuk saya. Saya senang dengan menyaksikan pertandingan bola kaki apalagi piala dunia seperti yang terjadi tahun 2018. Dalam piala dunia bola kaki 2018,ada banyak hal yang kita bisa pelajari dan menjadikan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita.

Dalam konteks piala dunia 2018, kita menonton keahlian para pemain dari negara-negara peserta piala dunia di Rusia memang menyenangkan. Di Indonesia misalnya, kita baru selesai Pilkada, ada euforia bola. Ada yang senang karena jagoannya menang dalam pertandingan. Namun ada pula yang jagoannya kalah. Misalnya ada yang senang dengan kesebelasan Jerman pasti merasa lesu karena Jerman gagal maju dalam pertandingan selanjutnya. Jerman harus angkat koper dari Rusia. Ya namanya pertandingan. Ada yang kalah dan ada yang menang. Ada masa sedih dan masa senang.Saya sejak piala dunia 1990 tidak mau lagi faforit pada pemain maupun kesebelasan tertentu. Waktu itu saya sangat senang dengan Kesebelasan Belanda, senang dengan cara main Ruth Gulit, Marco van Basten. Ketika mereka kalah saya kecewa luar biasa, sulit menerima fakta kekalahan mereka. Intinya saya sangat terganggu. Sejak saat itu saya mulai berusaha untuk tidak faoritkan suatu tim. Tiba saat nonton bola ya nonton saja. Saya mengalir saja. Dalam Piala dunia di Rusia, pasti banyak yang terganggu ketika Argentina kalah, apalagi Lionel Mesi gagal eksekusi penalti. Saya senang Mesi tetapi tidak terlalu faforit karena pengalaman piala dunia 1990.Berikut peserta piala dunia bola kaki di Rusia.

Bila kita nilai peserta piala dunia maka negara pertama yang tidak efektif atau gagal dalam meraih prestasi selanjutnya sampai final bola di Rusia yaitu:

1. Jerman.

Kualitas para pemain Jerman pasti tidak diragukan. Pertandingan Jerman vs Korea Selatan berlansung dalam tempo yang menarik. Jerman lebih banyak menekan Korea Selatan. Hal ini Nampak dari upaya pemain Jerman yaitu Timo Werner, Thomas Muller, dan Mesut Ozil mengancam pertahanan Korea Selatan. Namun hasilnya keberuntungan ada di pihak Korea Selatan Hanya saja faktor keberuntungan. Mereka menguasai bola tetapi akhirnya fakta membuktikan mereka dikalahkan Korea Selatan. Walaupun begitu, pemain Jerman adalah pemain berkualitas dunia.

Negara-negara yang sukses mengikuti pertandingan sampai akhirnya menjadi pemenang atau kita sebut sebagai juara piala dunia yang dalam hal ini diraih oleh Tim Perancis. Mereka keluar sebagai pemenang. Kemenangan tersebut tentu melalui perjuangan tim. Efektivitas kemenangan itu didasarkan pada kerja sama tim. Jadi, kita belajar kesuksesan berdasarkan kerja sama tim. Disinilah efektivitas itu kita belajar dari kesebelasan yang menang dalam piala dunia 2018.

Salam

Efektivitas Kompetensi Guru Polandia

Efektivitas Kompetensi Guru Polandia
Malam ini saya download gambar di pixabay, foto yang saya download selanjutnya saya kompres dan publikasikan di setiap postingan. Saya ambil gambar di pixabay karena free. Dalam keasikan mencari gambar yang cocok untuk postingan, saya menemukan gambar yang didalamnya ada informasi “Guru Polandia”. Saya langsung ownload dan publikasikan sebuah artikel dengan judul “Efektivitas Komptensi Guru Polandia”. Saya sendiri belum pernah ke Polandia. Ya dasar blogger! Apa saja bias dikelola menjadi informasi. Kembali kepada guru Polandia, saya mencari beberapa informasi. Pertama dari Wikipedia. Di Polandia dikenal juga pendidikan wajib yang dikenakan kepada anak usia 6 tahun. Jadi pada usia 7 tahun anak sudah masuk kelas 1 Sekolah Dasar (Polandia Szkola Podstawowa) yang dilaksanakan selama 6 tahun. Kemudian dilanjutkan ke pendidikan menengah bawah selama 3 tahun dan sekolah menengah atas 3 tahun. Setiap mengakhiri Sekolah dasar, sekolah menengah bawah dan atas selalu ada ujian. Mungkin seperti yang kita kenal di Indonesia. Di Polandia juga ada kementerian Pendidikan yang disebut dengan Kementerian pendidikan Polandia yang menurut informasi Wikipedia, kementerian pendidikan di Polandia adalah kementerian pendidikan pertama di dunia. Tokoh pendiri Departemen Pendidikan yang pertama di dunia yaitu di Polandia namanya King StanisÅ‚aw August Poniatowski pada 1773.Kementerian yang menangani Pendidikan Matematika, Sains dan Literasi. Selanjutnya ikuti di Wikipedia: https://en.wikipedia.org/wiki/Education_in_Poland

Efektivitas Kompetensi Guru Polandia. Sambil mencari informasi akurat tentang Efektivitas Kompetensi Guru Polandia, saya informasikan beberapa acuan umum di sekitar kompetensi guru. Acuan ini sifatnya umum, jadi bukan diambil secara khusus dari guru Polandia. Saya akan mencari informasi dan menyampaikannya dalam melengkapi informasi ini. Ini acuan umumnya.
Acuan umum

Guru mampu mengajar kelas multicultural. Guru mampu menggunakan TIK untuk mengajar secara efektif. Guru terlibat dalam proses evaluasi dan pertanggungjawaban, dan melibatkan orangtua di sekolah. Guru membantu peserta didik untuk memperoleh pengalaman tidak hanya pada aspek ketrampilan tetapi juga cara berpikir yaitu berpikir kreativitas, berpikir kritis, berpikir memecahkan masalah, berpikir kritis untuk membuat keputusan, cara kerja dan komunikasi serta kolaborasi yang diperlukan.

Acuan Khusus (Cocok dengan fakta guru Polandia). Sambil mencari informasi tentang kompetensi Guru Polandia, saya ingin menegaskan bahwa informasi ini hanya bersifat tulisan lepas yang tidak punya hubungan dengan pihak manapun. Jadi, kalau informasi yang akurat sebaiknya cari di situs terbaik milik guru-guru Polandia. Maaf saya secara mencari informasi itu di internet. Mudah-mudah-mudahan ketemu pembahasan tentang "Bagaimana Efektivitas Kompetensi dari Guru-guru Polandia, kemudian kita boleh kombain dengan kompetensi kita dalam mengajar.

Efektivitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan

Efektivitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan
Malam ini saya mencoba menulis artikel tentang topik:"Efektivitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan". Judul artikel ini bermaksud untuk memaparkan tentang realitas di sekolah sekolah mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah atas bahkan sampai pada Perguruan Tinggi, ada yang dipimpin oleh seorang perempuan. Perkembangan initentu menggembirakan karena kepemimpinan bukan monopoli kaum Patriakal (baca: laki-laki). Beberapa tahun yang lalu, saya ke sekolah anak saya di SD. Kepala sekolahnya seorang ibu bahkan guru-guru juga lebih banyak ibu guru. Saya juga mendengar beberapa rekan saya menjadi kepala sekolah, khususnya di SMK. Saya senang mendengarnya. Mengapa saya katakan demikian? pada masa saya sekolah, kepala sekolah lebih banyak didominasi oleh kaum bapak (laki-laki). Kalau demikian apa efektivitas dari kepemimpinan kepala sekolah yang berasal dari kalangan perempuan?

Tunggu informasi selanjutnya.!!!!!!!!!!!!

Tuesday, June 26, 2018

Efektivitas Membuat Kontak Form dengan 123 Formbuilder

Efektivitas Membuat Kontak Form dengan 123 Formbuilder Apakah anda seorang blogger yang ingin menata tampilan blog dengan fasilitas kontak dengan fisitor blog melalui jasa pihak ketiga? Jangan kuatir dengan pembayaran karena ada beberapa pilihan, yaitu free dan berbayar. Jadi tinggal anda pilih. Saya kebetulan memilih yang gratis. Cara membuat form kontak Langkah 1: a. Kunjungi situs formbuilder
b. Daftar dengan cara klik Sigup atau klik disini
c. Pilih sesuai salera. Apa gratis atau berbayar.
d. Bila Gratis, silakan klik tombol Sigup yang terletak dibawah kotak Free
e. Anda akan dibawa ke halaman pendaftaran


f. Silakan isi tiga kolom yang tersedia, yaitu:
g. Kotak email
h. Kotak Pasword. Silakan buat pasword untuk login di dashboard Formbuider. Ingat bukan password email tetapi password khusus untuk masuk ke formbuilder 123
i. Kotak Confirm Pasword. Isi kotak ini dengan password yang sudah dibuat. Artinya isi ulang password yang sudah diisi di kotak password. Intinya konfirmasi (ulangi) lagi
j. Bila sudah selesai. Klik kotak Sigup (kotak berwarna biru)
Selamat Anda sudah berhasil dan selanjutnya silakan buat kontak form.

Caranya

Login atau di dashboard formbuilder tersedia pilihan. Silakan pilih yang sesuai dengan kontak, lalu membuat form sesuai keinginan.
Setelah selesai Buat form kontak, silakan klik publish
Kemudian cari kode kontak form di sebelah kiri. Bila Anda menggunakan Blogspot maka silakan klik ikon bloggerformbuilder Perhatikan gambar berikut ini:


Perhatikan gambar di atas (pada bilah kanan)

Klik Form link jika Anda hanya menggunakan link untuk menampilkan kontak form di blog


Klik Embet Code. Jika Anda mau menampilkan kontak di halaman blog


Klik Blogger. Jika Anda ingin mendapatkan kode form kontak untuk dikopi paste ke halaman blog. Jangan kuatir karena kode htmlnya tidak mengganggu kode html dalam laman blog. Hal ini disebabkan karena 123formbuilder menggunakan secured sll. Silakan lihat alamat situsnya menggunakan https. Jadi koneksi internet termasuk sangat aman


Sampai disini semoga artikel ini efektif menolong Anda berhasil mewujudkan kontak form dengan 123formbuilder. Contohnya lihat kontak form blog efektivitas. Blog ini juga menggunakan kontak form 123formbuilder. Lihat contoh

Semoga efektif

Efektivitas Manajemen Proses Pembelajaran Berbasis Kepuasan Peserta Didik

Apa yang dimaksud dengan judul artikel:"efektivitas manajemen proses pembelajaran berbasis kepuasan peserta didik"? Apakah Anda berhasrat mengetahui atau sudah mengetahui namun karena prinsip belajar seumur hidup mendorong Anda untuk membaca artikel ini? Entahlah! ya pasti Anda yang tahu jawabannya. Dalam menjawab salah satu jawaban di hati Anda, saya menulis artikel ini. Semoga bermanfaat. Sekarang baca isi artikelnya.

Sumber: Pixabay


Ada beragam definisi tentang manajemen dan pembelajaran yang bertebaran di buku dan juga di internet. Kita tinggal mencari dan berusaha memahami kedua kata itu. Namun dalam artikel ini saya cenderung mengemukakan inti manajemen yaitu pribadi yang bekerja sama. Bila tidak ada pribadi yang bekerja sama maka tidak ada ilmu manajemen. Ilmu manajemen akan kehiangan alasan ontology karena tidak ada pribadi yang bekerja sama. Justru dari kerja sama antar pribadi inilah maka ada filsafat tentang kerja sama yang kemudian menghasilkan ilmu mandiri yang disebut “manajemen”. Manajemen kemudian di lamar oleh setiap disiplin ilmu atau bidang kehidupan manusia. Pendidikan misalnya mencari dan melamar serta mempersunting (menikah =menyatukan) Manajemen dengan Pendidikan maka lahirlah anaknya yang bernama “Manajemen Pendidikan”. Lalu apa kerjanya manajemen yang telah berumah tangga di pendidikan (Manajemen Pendidikan). Tentu banyak kerjanya. Oleh karena itulah maka lahirlah banyak karya tentang manajemen pendidikan. Salah satunya yaitu Manajemen Proses Pembelajaran Berbasis Kepuasaan Peserta Didik.

Monday, June 25, 2018

Efektivitas Kurikulum 2013 Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik

Apa dan bagaimana Efektivitas Kurikulum 2013 Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik. Tahun ini 2018, kurikulum 2013 masih digunakan dalam satuan pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lalu apa dinamika dalam kuriulum 2013 yang berkorelasi dengan motivasi belajar peserta didik. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dan karakter.Untuk mengusahakan terbentuknya kompetensi dan karakter dalam diri peserta didik maka semangat kurikulum 2013 terletak pada pembelajaran berbasis peserta didik/berpusat kepada peserta didik. Paradigma ini tentu tidak menghilangkan peran guru.


Berlanjut besok pagi !!!!!!!!!!!!!!!! sayonara