Friday, August 17, 2018

3 Produk Google yang Efektif Aku Pakai Sejak Kenal Google

3 Produk Google yang Efektif Aku Pakai Sejak Kenal Google
PENDAHULUAN

Google mempunyai banyak produk. Produk-produk google itu telah digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Penggunaan produk google bergantung pada tujuan seseorang. Bila seseorang ingin menulis dan mempublikasi pengalaman hidupnya, pengalaman perjalanan, pekerjaan seperti karier kerja, kegiatan sebagai guru dan siswa, dosen dan mahasiswa, ibu rumah tangga, atau siapa saja yang mau menggunakan produk-produk google yang bertebaran di internet. Kita tinggal cari dan menggunakan sesuai kebutuhan.
Saya sejak mengenal 3 produk google, yaitu email dari gmail.com dan blog dari platform blogspot.com yang diperkenalkan oleh seorang teman di bawah pohon pada tahun 2008. Mengapa di bawah pohon karena ada situasi tertentu yang memaksa kami untuk menyelenggarakan sebuah proses pendidikan di langit terbuka dan dibawah pohon di taman Cibubur. Oleh karena itu maka tenaga pendidik biasanya datang dan kadang kami duduk dibawah pohon disamping tenda mahasiswa. Sejak saat itulah saya diajari oleh seorang teman pendidik cara membuat email dari gmail dan membuat blog dari blogspot. Dua produk ini adalah milik Google yang adalah perusahan raksasa yang mendunia.
Mengapa saya menggunakan 3 produk google tersebut dengan setia sampai sekarang dan selama aku hidup dan berkarya. Alasannya dapat ditemukan dalam artikel berikut ini.


3 PRODUK GOOGLE yang Efektif Aku Dipakai

Sebelum saya menjelaskan dua produk yang saya pakai, saya mesti menjelaskan bahwa produk-produk lain dari google juga aku pakai, seperti: Google Drive, Google Doc, Google Android dll. Namun yang lebih sering saya gunakan dalam keseharian saya yakni:

1. Gmail
2. Blogspot
3. Android

PEMBAHASAN 1. email dari Gmail.com

Ada banyak pilihan platform untuk membuat email tetapi saya begitu setia dan akrab dengan email dari gmail.com
Ketika saya tahu bahwa gmail adalah produk dari google atau yang punya gmail adalah Google maka saya lebih sering menggunakan gmail untuk keperluan surat elektronik maupun keperluan ngeblog (menulis dan publis di blogspot). Pembuatan email dari gmail juga sedemikian mudah, bila kita lupa pasword maka kita bisa minta ke gmail.com dan kita akan membuat pasword baru. Selain itu aku suka gmail karena proteksinya begitu ketat. Tentu ini menjadi suatu hal yang membuat kita lega. Kita tidak harus takut berlebihan bila di manfaatkan oleh orang lain. Intinya bila ada aktivitas di laptop lain atau komputer lain yang berusaha masuk ke akun kita maka kita langsung mendapat pemberitahuan keamanan melalui email kita. Hal ini menolong kita untuk mengantisipasinya.
Faktor lain yang membuat aku semakin betah di gmail yaitu membuat blog dengan email gmail tentu sangat mudah. Kemudahan ini disebabkan karena produk ini adalah milik Google. Ada fasilitas Google plus yang membantu kita untuk memfiralkan atau mempromosikan artikel kita selepas kita memposting artikel. Fasilitas ini sudah menyatu dengan google. Oleh karena itu ketika kita membuat blog dan memposting artikel, kita bisa menggunakan google plus. Caranya juga gampang, yaitu kita tinggal aktifkan google plus di setiap blog yang kita buat sehingga setiap artikel yang kita buat otomatis disebarkan ke mesin pencari google oleh google+.
Dalam gmail sudah menyatu beberapa fitur seperti: Youtube, maps, berita,kontak, drive, kalender, google+, Google translate, foto dll. Fasilitas ini secara gratis disediakan oleh google untuk digunakan oleh pemilik email Gmail.

Saya juga menggunakan email untuk tugas-tugas peserta didik,membuat kuiz dengan fasilitas google doc/google drive yang ada di gmail. Selain itu bisa gunakan email untuk koreksi skripsi mahasiswa dan mengirimnya melalui email. Dengan adanya email seperti ini sebagian tugas menjadi lancar.
Gmail juga bisa digunakan untuk meraih penghasilan online. Kita bisa menawarkan bakat atau kemampuan yang ada pada kita seperti menawarkan jasa tutorial dan lain-lain yang memberi peluang mendapatkan penghasilan online. Bagian ini kita bisa kerjakan di rumah. Pengalaman saya menunjukkan demikian. Saya kadang memanfaatkan waktu di rumah dan waktu libur untuk menghasilkan penghasilan online dengan menggunakan fasilitas seperti gmail dan blog. Ini berati gmail dapat digunakan untuk kepentingan bisnis. Seperti Bisnis online dalam program Affiliate dari dalam dan luar negeri. Misalnya kita hendak menjadi affiliate dari Amaozone dan program affiliasi lainnya, klickbank dan lain-lain, kita dapat menggunakan email dari gmail. Menjaul produk sendiri seperti: Menjual jasa artikel profesional, kita dapat menggunakan email dari gmail.Kita juga dapat mengikuti program reseller yang ditawarkan oleh situs-situs di Indonesia maupun luar negeri yang menyediakan program reseller. Tentu bila kita berhasil menjual sebuah produk maka komisinya sangat besar. Ada yang 50 %, 70 % dll. Pengalaman saya menggunakan produk sendiri melalui gmail juga sangat efektif menolong kita dalam menghasilkan penghasilan tambahan.

2. Blog dengan Platform Blogspot

Kita bisa membuat blog untuk ragam keperluan. Saya biasanya menggunakan blogspot untuk:
1. Membuat Bahan Ajar Online untuk sejumlah materi yang saya ajar.
1.1. Bahan Ajar Entrepreneur 1.2. Bahan Ajar Online Filsafat Ilmu 1.3. Bahan Ajar Metodologi Penelitian 1.4. Tugas TRidarma Perguruan Tinggi: Mengajar, Meneliti dan Mengabdi dan masih banyak lagi yang saya buat dan itu bertebaran di Google. Saya melakukan hal ini dengan filosofi agar mereka yang mencari menemukan apa yang dicari melalui Google. Saya sadar bahwa saya terbatas tetapi melalui blog hasil pikiran saya berkelana ke seluruh dunia. Itulah keefektifan produk google. Selamat menggunakan.
Bila kita tidak punya waktu untuk membuat sebuah blog yang free dari blogspot maka kita dapat menggunakan jasa pembuatan blog profesional. Ada banyak penawaran di internet. Silakan cari dan kontak jasa pembuatan blog profesional untuk membuat sebuah blog. Saya pernah membuat sebuah blog untuk seorang kenalan di Bali. Blog tersebut berisi atau memposting bisnisnya. Ia kemudian membayar saya dengan harga Rp 1 Juta. Ya saya tidak patok karena saya buat untuk saudara teman saya. Jadi, dia iklas memberi kepada saya. Biasanya paling 150 ribu sampai 200 ribu untuk membuat sebuah blog. Sislakan cari saja harga membuat blog di internet. Intinya kita bisa membuat blog untuk memberi penghasilan. Saya tidak sekadar menulis tetapi sudah mengalami bagaimana punya penghasilan dari blog dengan cara menjual produk berupa jasa yang sesuai keahlian yang ada pada kita. Kita mungkin tidur tetapi blog kan tidak tidur, diakses selama 24 jam. Jadi, peluangnya sangat besar. Namun kita harus bersabar dan tidak boleh mental instan. Semua butuh perjuangan. Bisa juga tensi terganggu seperti yang pernah saya alami. Namun hasilnya berbuah manis. Saya dapat orderan walupun tidak terlalu besar tetapi adalah rejeki.

Produk Google sangat melimpah dan kita dapat memanfaatkan produk google dalam dunia pendidikan. Kita kenal ada GoogleEdu, Google Drive, Blogspot, Google Drive, Google Translate dll. Semuanya memanjakan kita dalam mencari informasi dan memposting artikel. Silakan kunjungi Google Pendidikan

Salam

Thursday, August 16, 2018

Cara Efektif Memilih Kuliah Untuk Anak

 Cara Efektif Memilih Kuliah Untuk Anak

Setiap tahun pada bulan Mei sampai Agustus, para orang tua disibukkan dengan keperluan mendaftarkan anak pada perguruan tinggi yang dirindukan oleh orangtua maupun anak. Ada yang cenderung memilih perguruan tinggi negeri dengan perhitungan biaya kuliah relatif murah, ada pula yang memilih universitas swasta dengan memilih universitas yang terkenal dalam mutu. Dalam artikel ini saya sengaja tidak membahas universitas di luar negeri. Itu berarti lebih banyak membahas universitas dalam negeri yang menjadi pilihan orangtua.
Saya mulai dengan pengalaman saya, pada beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2016. Kami mendaftarkan ke salah satu universitas swasta di wilayah Jakarta Timur. Universitas yang saya maksud yaitu Universitas Trisakti Jurusan Transportasi Udara. Univesitas Trisakti adalah salah satu universitas swasta terkenal dan punya kualitas. Anak saya ikut Tes pertama, namun yang dipilih adalah program diploma, setelah kami tahu, kami merubahnya ke program S-1. Kami selanjutnya menghubungi bagian penerimaan mahasiswa agar berkenaan mengubah program studi anak kami ke program S-1. Untuk maksud ini, kami diberitahu bahwa anak harus ikut tes masuk untuk program S1. Anak kami kemudian mengikuti tes masuk mahasiswa baru program studi Sarjana. Hasilnya Lulus. Namun beberapa minggu kemudian anak berubah pendirian. Ia menyatakan kepada kami bahwa tidak berminat untuk program studi Transportasi Angkutan Udara. Saya kaget mendengar keputusannya. Saya kemudian katakan kepada anak saya, mengapa kamu tidak sampaikan kepada kami kalau kamu tidak berminat untuk program studi ini. Kan kamu sudah lulus, tinggal daftar ulang dan megikuti kuliah. Anak kami menjawab bahwa ia ikut tes karena mengikuti kemauan kami orangtua dan bukan kemauannya.
Mendengar keputusan anak, kami sebagai orangtua kecewa, sempat emosi dan berisi tegas dengan anak. Anak kami menyatakan bila ia kliah di jurusan transportasi udara maka ia tidak menjamin kalau kuliah secara serius dan jangan kecewa kalau gagal. Mendengar itu kamipun mulai melunak. Maksudnya kami harus memahami apa yang menjadi pilihan dari anak karena ia yang akan menjalani kuliah tersebut dan bukan kami orangtua. Saya kemudian menyatakan kepada anak kami. Sekarang orangtua setuju pilihanmu. Silakan cari universitas yang cocok dengan minatmu tetapi harus dipastikan lulus tes dan kuliah dijalani secara bersemangat sampai selesai studi. Ia pun menyanggupinya. Kami kemudian memberi kebebasan kepada anak untuk mendaftar di universitas pilihannya. Ia memilih universitas ataupun sekolah Tinggi yang menyelenggarakan jurusan/konsentrasi/program Studi Desain Multi Media. Sebelumnya anak kami tamat dari SMK jurusan Multi Media. Jadi ia ingin melanjutkannya dengan konsentrasi yang sama. Ia mendaftar di Sekolah Tinggi Desain Interstudi (STDI) dan mengikuti tes. Hasilnya lulus kemudian mengikuti pendidikan di STDI. Kini memasuki semester IV.
Pelajaran yang ingin saya bagikan kepada pembaca yaitu, sering orangtua memaksakan kehendaknya kepada anak. Kita orangtua mesti memahami apa yang menjadi minatnya dan membiarkan anak memutuskan studi berdasarkan minatnya. Kalaupun anak mengikuti kemauan orangtua dalam menjalankan kuliahnya di perguruan tertentu berdasarkan pilihan orangtua sering juga berdampak buruk bagi anak. Anak tidak bergairah dalam menjalani kuliah karena jurusan yang dipilih adalah keputusan orangtua dan bukan pilihan anak sesuai minatnya. Dari pengalaman anak saya yang kedua saya belajar untuk memberi kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan sesuai dengan apa yang dianggap layak untuk dirinya. Pilihan anak saya memilih multi media tentu cocok karena ia ingin melanjutkan ilmu yang sudah diperoleh di SMK ke Perguruan Tinggi yang sama bidang konsentrasinya.

Beberapa bulan terakhir ini yaitu pada bulan Mei – Awal Agustus 2018, ada beberapa teman yang mendaftarkan anaknya ke perguruan Tinggi Negeri. Mereka sudah mengikuti tes untuk jurusan yang dipilih. Namun hasilnya adalah belum lolos untuk jurusan yang dipilih. Teman-teman saya harus mencari universitas swasta. Ada yang memilih universitas tertentu di bilangan Jakarta Barat yaitu di wilayah Grogol. Namun anaknya nampak tidak bersemangat untuk studi di universitas yang menjadi pilihan orangtua. Sebelumnya anak dari teman ini punya pilihan dalam hati untuk salah satu universitas di Salatiga. Teman ini berusaha menelepon ke universitas di wilayah Salatiga yaitu Universitas Kristen Salatiga. Mendengar berita itu anaknya sangat senang. Ia menyatakan kepada ibunya bahwa Universitas yang dirindukan adalah Universitas Kristen Sala Tiga namun ia tidak berani menyatakan di depan Bapanya. Akhirnya terjawab sudah apa yang menjadi rindu anak ter-realisasi. Kini anak dari teman saya kuliah di Universitas Kristen di Salah Tiga.
Kasus ini tetap mengingatkan kita para orangtua betapa pentingnya keputusan kita sebagai orangtua yang cocok dengan pilihan anak. Saya yakin anak teman saya ini akan mengikuti kuliah secara baik karena universitas yang dituju adalah universitas pilihannya.

Kami juga menyadari bahwa pengalaman di atas tidak dapat digeneralisasi, ini kasus khusus. Bisa saja terjadi bahwa banyak anak yang sukses mengikuti kuliah karena keputusan orangtua untuk universitas dan jurusan atau konsentrasi yang dipilihnya. Namun bila melihat anak tidak bergairah/tidak bersemangat atas keputusan universitas yang menjadi tempat studi, sebaiknya orangtua memberi kesempatan kepada anak untuk menyatakan pilihan dan putusannya atas universitas dan program studi yang dipilih. Kita melakukan hal ini karena anaklah yang akan melaksanakan kuliah, kita orangtua mendukung dalam doa dan biaya studi. Jadi, perlu juga memberi tempat kepada anak untuk menyatakan pilihannya terhadap universitas dan jurusan atau konsentrasi yang sesuai dengan minat anak.

Berdasarkan pengamatan sepintas tahun 2018, program studi yang diminati anak, salah satunya yaitu psikologi. Kalau begitu ada apa dengan psikologi. Mari kita pelajari secara bersama program studi Psikologi.

Sejarah Singkat Psikologi sebagai disiplin Ilmu Mandiri
Seluruh ilmu pengetahuan menjadi ilmu mandiri tentu awalnya berasal dari berpikir mendalam (berfilsafat) atas realitas secara menyeluruh maupun secara khusus. Salah satu realitas itu yakni manusia. Dalam realitas khusus ini akan berkembang berbagai ilmu tentang manusia. Misalnya ketika manusia bertanya dari mana asal usul manusia maka orang yang mengarahkan pikirannya tentang asal manusia menemukan ilmu yang disebut dengan antropologi. Antropologi kemudian memisahkan diri dari filsafat dan menjadi ilmu mandiri yang disebut Antropologi. Antropologi kemudian dikembangkan lagi menjadi macam-macam antropologi. Misalnya ada antropologi Agama, manusia berasal dari Adam dan Hawa. Ini jawaban teks suci yaitu Perjanjian Lama, Kisahnya dapat diperhatikan dalam Kejadian 1. Kemudian dalam diri manusia yang sama, para pemikir (filsuf) mengarahkan pikirannya pada jiwa manusia. Bila manusia marah maka wajahnya berubah, perilakunya juga demikian. Namun ketika ia berada dalam kondisi normal maka wajahnya kelihatan biasa, bahkan dalam keadaan tertentu manusia nampak murung, tidak bersemangat dan perilaku lainnya. Para filsuf kemudian menemukan apa yang disebut dengan psikologi. Disini psikologi mengarahkan perhatian pada diri manusia, khususnya pada perilaku jiwa dalam diri manusia. Manusia kemudian dikategorikan perkembangan jiwanya berdasarkan usia. Ada usia Balita, Anak, Remaja, Pemuda, Dewasa dan Usia Lanjut.
Setiap kelompok usia tersebut di atas memiliki perkembangan jiwa dan tindakan-tindakan psikologis yang mengikuti perkembangan usia tersebut. Mereka yang mengikuti studi piskologi nantinya (setelah menyelesaikan S1, S2 dan S3) dapat menjadi konselor di sekolah seperti menjadi guru bimbingan konseling.
Dalam terminologi konseling, ada dimensi manusia yang patut diperhatikan yaitu:
1. Dimensi persamaan dan perbedaan. Dalam hal persamaan, semua orang membutuhkan makan, minum dan pakai, menghendaki kebahagiaan, semua orang ingin dicintai dan mencintai, dan seterusnya. Disisi lain ada perbedaan yang tidak dapat diabaikan. Misalnya perbedaan dalam berat badan, jenis kelamin, tinggi badan, suara, kurus-kering, kerempeng, loyo, sehat, cantik, sakit-sakitan dan seterusnya. Intinya perbedaan antara satu dengan yang lain sangat banyak. Persamaan juga demikian.
2. Dimensi kebersamaan. Setiap orang memerlukan orang lain. Kebahagiaan dalam hidup seseorang, prestasi dalam diri seseorang lahir dari kebersamaan. Artinya tanpa ada orang lain yang berperan terhadap diri seseorang maka ia tidak mengkin mengalami suatu prestasi, kebahagiaan dan seterusnya.
3. Dimensi aturan. Manusia dicipta dalam aturan dan hidup dalam aturan. Manusia tidak bisa hidup tanpa aturan. Setiap individu atau pribadi maupun kelompok tidak dapat melakukan sesuatu di luar aturan tetapi di dalam aturan. Alam semesta ini dicipta Tuhan dan ditata dalam aturan yang tidak dapat dihindari. Misalnya manjat pohon, bila tidak hati-hati maka jatuhnya tidak pernah ke atas tetapi ke bawah. Jatuh kebawah itu sudah menunjukkan aturan. Manjat pohon juga sudah ada auturan walaupun tidak tertulis.
4. Dimensi kekinian dan keakanan. Saya sedikit kemas dalam unsur filosofis. Maksudnya manusia tidak hanya hidup untuk kini tetapi untuk dunia yang akan datang. Dalam bahasa teologis atau katakanlah bahasa agama disebut kehidupan di akhirat. Dalam konteks ini ada aturan agama sesuai kitab suci yang dimiliki oleh setiap agama.

Mereka yang memilih fakultas Psikologi di Universitas tentu punya cita-cita yang melatar belakangi pilihan tersebut. Bagi mereka yang memilih konsentrasi atau jurusan Psikologi untuk kemudian menjadi guru Bimbingan Koseling di sekolah maka pilihan ini tentu didasari pada realitas bahwa anak-anak yang disebut dalam bahasa pendidikan dengan istilah peserta didik adalah anak yang rentang terhadap masalah. Di sekolah anak tidak dapat menghindari masalah. Pelajaran sebaik apapun tetap ada peluang anak menghadapi masalah. Mengapa demikian karena menurut Prayitno dan Erman Amti (2013:29) sumber masalah anak lebih banyak berasal dari luar sekolah. Namun masalah ini tidak boleh dibiarkan tetapi perlu diselesaikan. Untuk itulah disperlukan pendidik yang berlatar belakang ilmu bimbingan konseling.
Akan tetapi fakta menunjukkan bahwa tidak banyak yang suka dengan pekerjaan menjadi guru dalam arti sesungguhnya. Artinya anak memilih ilmu yang mempersiapkan dirinya untuk menjadi guru karena memang panggilan hati untuk melakukan tugas sebagai seorang guru. Hal yang kurang baik apabila anak memutuskan memilih pekerjaan menjadi guru dengan memilih bidang ilmu yang mempersiapkannya menjadi guru karena menjadi guru bayaran gaji bulanan dan tunjangan daerahnya besar. Bila itu terjadi dalam diri maka pelayanan menjadi guru hilang esensinya. Tugas guru akan dilakukan sekedarnya yang penting menerima honor atau mungkin gaji.
Saya katakan begitu karena saya juga sedang melaksanakan pekerjaan sebagai seorang pendidik di lembaga pendidikan swasta. Esensi menjadi pendidik di lembaga pendidikan swasta dan negeri sebenarnya sama, yaitu sama-sama punya hati atau kesungguhan untuk melakukan tugas mengajar. Mengajar menjadi panggilan hidup dan bukan pilihan sekunder setelah gagal berkeja di bidang lain. Mengajar bukan tempat pelarian tetapi tempat munculnya pilihan pertama dari sekian pilihan kekaryaan dalam hidup.
Jadi cara efektif memilih kuliah untuk Anak adalah biarkan anak memilih sesuai pilihannya dan orangtuan mendukung pilihan itu dalam doa dan dukungan dana sampai anak menyelesaikan studi di universitas pilihannya.
Ingat pilih universitas yang terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Pilih Program Studi yang Akreditas B. Hal ini disebabkan karena salah satu syarat diterima menjadi pegawai negeri yakni tamat dari universitas dengan program studi yang terakreditasi B. Paling bagus kalau program studi yang dipilih sudah mendapat peringkat Akreditasi A.

Semoga bermanfaat

Refleksiku Tentang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

Refleksiku Tentang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Apa dan Bagaimana kita merayakan hari kemerdekaan ke-73?
Blog efektivitas pada laman ini dikhususkan untuk postinganku tentang Refleksi pribadi "Hari Kemerdekaan RI Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus yang diselenggarakan pada setiap tahun. Dalam blog ini saya mulai dengan Refleksi pribadi tentang perayaan Kemerdekaan 17 Agustus yang kita rayakan sebagai peringatan akan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia.Kemerdekaan RI diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 oleh para pendidiri Negara seperti Presiden I RI yaitu Ir.Soekarno dan Wakilnya Hatta.

Para pembaca yang budiman, tanggal 17 Agustus selalu pergi dan datang kembali. Setiap Tahun, tanggal 17 Agustus pasti datang menjumpai warga Indonesia. Artinya warga Indonesia pada setiap tahun selalu merayakan 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan. Hari 17 Agustus tahun yang bersangkutan akan dirayakan dan dilewati. Namun pada tahun berikutnya tanggal 17 Agustus datang kembali dengan tahun yang berbeda tetapi inti pesanya sama yaitu :"Hari Kemerdakaan Kita Bangsa Indonesia"
Secara singkat tentu kita tahu dari sejarah Indonesia bahwa tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan. Dalam sejarah berbangsa dan bernegara, setiap menjelang 17 Agustus pasti warga Indonesia mempersiapkan diri dengan suasana perayaan kemerdekaan. Puncaknya tanggal 17 Agustsu ada upacara di Istana Negara, Kantor Instansi Pemerintah dan Swasta. Bahkan masyarakat dalam wilayah RW dan RT, Kelurahan menyambut hari kemerdekaan dengan menghiasi jalan dan rumah-rumah warga dengan pernak pernik yang menunjukkan suasana kemerdekaan.

17 Agustus 2018


Tahun 2018 adalah tahun yang special karena kemeriahan menyambut hari kemerdekaan RI sudah mulai pada akhir Juli. Saya tidak tahu secara persis di tempat lain, tetapi di RT dimana saya tinggal, kami mulai persiapan 17 Agustus pada mingu terakhie bulan Juli. Luar biasa tentunya. Saya melihat di berbagai tempat khususnya di wilayah DKI, suasana perayaan 17 Agustus itu sedmikian terasa pada akhir dan awal bulan Agustus dan terus berkembang sampai puncaknya yaitu pada tanggal 17 Agustus 2018. Ada nuansa yang berbeda, yaitu antusias menyambut perayaan hari kemerdekaan Repubik Indonesia.
Selain semangat penyambutan di atas, saya juga mengadakan refleksi yang bersifat pribadi. Refleksi pribadi ini menyangkut dengan perayaan 17 Agustus 2018. Berikut refleksi saya tentang perayaan 17 Agustus 2018

Foto di atas saya ambil dalam acara malam tirakatan yaitu tanggal 16 Agustus 2018 di RT 004 tempat tinggalku. Ketua RT dan Warga merayakan bersama hari kemerdekaan dengan mengadakan malam Tirakatan, besoknya tanggal 17 Agustus 2018 Upacara di Kantor.

Pada malam tirakatan 16 Agustustus 2018, peserta yang hadir yaitu warga RT 004 demikian antusias, anak-anak, remaja dan pemuda serta para orangtua, kami berkumpul bersama dan diadakan wejangan kemerdekaan dan doa yang dipimpin oleh pemuka agama yang ditujuk oleh panitia malam tirakatan. Setelah itu makan bersama dan acara hiburan. Ibu-ibu dan anak-anak menyannyi lagu-lagu khas Indonesia.
Berikut suasana kehadiran warga dalam malam tirakatan 16 Agustus 2018 di salah satu wilayah Jakarta Timur.
br/> Refleksi Perayaan 17 Agustus 2018

Refleksi ini bersifat pribadi, saya buat refleksi sebagai anak bangsa yang hendak menyatakan trimakasih kepada para pejuang kemerdekaan. Mereka telah berjuang dan memberi prestasi bagi Indonesia. Kerja mereka adalah Prestasi terbesar bagi bangsa ini. Itulah sebabnya dalam peranan yang sangat kecil dari diri saya ingin ku sampaikan dalam bentuk refleksi.
Setiap 17 Agustus, bangsa Indonesia merayakannya sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ada saksi langsung tentang peristiwa penjajahan namun ada pula yang mengetahuinya dari sejarah. Saya termasuk warga Indonesia yang tahu penjajahan terhadap bangsa Indonesia dari studi Sejarah Indonesia. Dari sejarah Indonesia yang kita pelajari, kita tahu bahwa bangsa Indonesia pernah di jajah.
1. Merayakan 17 Agustus berarti saya terus membangun kesadaran bahwa bangsaku pernah dijajah. Di kantor di mana saya bekerja, setiap tanggal 17 Agustus kami harus melaksanakan upacara 17 Agustus memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Bila saat tiba untuk kami melaksnakan upacara dan ketika bendera Merah Putih dikibarkan, saya merenung dan menghayati bahwa pernah ada penjajahan di bumi Indonesia. Upacara 17 Agustus terus menyadarkan saya kan histori Indonesia. Penjajahan itu menuntut kemerdekaan. Kemerdekaan itu adalah prestasi terbesar yang diwariskan oleh para penjuang kemerdekaan kepada kita.
2. Merayakan 17 Agustus berarti saya harus menghargai prestasi terbesar para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Para pejuang kemerdekaan telah berjuang dan mewariskan prestasi ter-agung yaitu kemerdekaan bagi generasi Indonesia. Saya adalah salah satu dari generasi bangsa yang menikmati kemerdekaan itu.
3. Merayakan 17 Agus berarti saya berkomitmen untuk melanjutkan kehidupan yang berprestasi di Indonesia.Walaupun prestasiku tidak terlalu besar tetapi merayakan hari kemerdekaan RI berarti saya mendapat motivasi untuk berprestasi bagi bangsa. Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan. Tanggal 16 Agustus ada malam tirakatan dan 17 Agustus upacara.
4. Merayakan 17 Agustus berarti belajar dengan kesungguhan agar menjadi anak bangsa yang cerdas. Perjuangan kemerdekaan telah memberi histori kepada kita tokoh-tokoh yang memiliki latar akademis yang gemilang. Mereka memiliki kesungguhan dalam menuntut ilmu yang kemudian ilmu yang mereka ketahui mendorong mereka untuk mewujudkan kemerdekaan.
5. Merayakan 17 Agustus berarti saya harus melaksanakan tugas mengajar dengan sungguh-sungguh. Dalam pejuang kemerdekaan tentu ada guru dan ada pula murid. Mereka yang menjadi pejuang kemerdekaan adalah murid-murid dari guru-guru terbaik di Indonesia kala itu.
Kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan memberi kepada generasi Indonesia rasa aman dalam melaksanakan pendidikan, kerja dan sejumlah aktivitas lain yang dilakukan oleh warga negara Indonesia. Aktivitas lain yang saya maksudkan adalah aktivitas yang positif, yaitu bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Demikian refleksi saya, semoga berguna juga bagi sesame anak bangsa.

Semoga bermanfaat

Wednesday, August 15, 2018

Cita-cita Membuka Sidang Senat Terbuka, Pelantikan Wisudawan Serta Penutupan Wisuda

Cita-cita Membuka Sidang Senat Terbuka,  Pelantikan Wisudawan  Serta Penutupan Wisuda
Pembaca yang baik, anda pasti punya cita-cita. Cita-cita itu ada yang sepertinya aneh tetapi dalam perjalanan waktu dapat terwujud. Maukah Anda mengikuti kisah ini dan berbagi pengalaman sekitar cita-cita atau visi Anda yang menjadi kenyataan? Sambil menunggu jawaban Anda, mari ikuti cerita saya tentang cita-cita yang menjadi kenyataan.
Ceritanya begini! Suatu saat, saya duduk di podium yaitu di deretan pendidik Perguruan Tinggi dengan ketua Sekolah Tinggi yang siap untuk membuka acara Sidang Senat Terbuka dengan acara wisuda dan Diesnatalis. Serta pelantikan para wisudawan.
Saya duduk di urutan kedua dari barisan depan. Ketika Ketua Sekolah Tinggi membuka siding senat terbuka dan pelantikan, saya berkata dalam hati saya: suatu saat saya juga akan mengucapkan kata-kata yang sama yang diucapkan oleh ketua dalam acara wisuda. Setahun kemudian saya mendapat kepercayaan untuk memimpin sebuah institusi. Hal ini terjadi tahun 2015, tahun 2016 saya dipilih untuk memimpin lembaga pendidikan tinggi setara sekolah tinggi. Tahun 2017 fakum, artinya tidak ada wisuda jadi saya belum bisa membuka sidang senat terbuka dan pelantikan wisudawan. Namun pada tahun 2017, ada wisuda di Kampus B, saya kemudian memimpin acara wisuda dan diesnatalis dengan mengucapkan kata-kata yang sama seperti ketua sebelumnya. Namun saya belum rasa puas.
Memasuki tahun 2018, tepatnya pada tanggal 4 Agustus 2018 kami melaksanakan wisuda dan diesnatalis. Dalam wisuda ini saya bertindak sebagai ketua dan membuka sidang senat terbuka serta pelantikan wisudawan. Biasanya ada palu yang disediakan untuk mengetuk beberapa kali setelah mengucapkan pembukaan siding senat terbuka dan diesnatalis, wisuda serta pelantikan dan penutupan siding senat tertutup acara wisuda dan disesnatalis. Berikut wisuda 4 Agustus 2018.

Apa yang hendak saya sampaikan disini, yaitu sebuah cita-cita atau visi atau mimpi bila dikehendaki oleh TUHAN maka akan terealisasi dalam diri seseorang. Saya waktu mendapat pencerahan ini rasanya tidak mungkin tetapi seiring perjalanan waktu, mimpi itu menjadi kenyataan.

Sebenarnya bukan saya yang direncanakan untuk menjadi ketua, ada teman saya yang lebih senior namun ada factor lain yang menyebabkan teman saya tidak terpilih dalam pencalonan, kemudian saya mendapat peluang tersebut.
Awalnya saya merasa berat karena saya hanya ingin konsentrasi untuk mengajar dan menjadi penulis di blog. Namun kesempatan ini tidak dapat ditolak. Saya harus menerima pilihan ini untuk menjalani kepemimpinan selama beberapa tahun. Setelah berdoa dan berpikir secara jernih, saya pun siap menjalani tugas yang baru.
Ketika menjalani tugas yang baru, saya merasa tidak mampu tetapi sebagai insane yang percaya kepada sang pencipta, saya terus membangun relasi teologis dengan TUHAN (Berdoa). Saya meyakini bahwa hanya melalui doa dan iman kepada-Nya maka saya mampu melaksanakan tugas kepemimpinan atas sebuah lembaga pendidikan.

Tahun 2016, saya jalani kepemimpinan dengan pertimbangan-pertimbangan, seperti merasa diri tidak mampu dan perasaan-perasaan sejenisnya. Tentu perasaan-perasaan ini mengganggu saya namun saya terus membangun keyakinan bahwa jika peluang memimpin datangnya dari TUHAN maka saya pasti mendapat kekuatan untuk menjalaninya sampai periode yang ditentukan selesai.
Kini tahun 2018, saya memimpin sekolah tinggi tetap dalam kepasrahan pada Dia yang memberi kekuatan padaku. Sering saya renungkan kepemimpinan yang saya jalani dalam tokoh cerita, yaitu ada yang bertindak sebagai tokoh sentral, tokoh lawan, tokoh kawan dan tokoh netral.

Tokoh sentral adalah diri saya, tetapi saya harus memahami bahwa ada tokoh lawan. Artinya ada pihak-pihak yang mungkin tidak senang dengan saya, mereka berusaha untuk menggagalkan atau menjadi penghalang atas setiap kebijakan. Intinya tokoh lawan adalah orang yang perannya tidak mendukung tokoh sentral. Namun kita tidak boleh takut karena ada juga tokoh lain yaitu tokoh kawan. Tokoh kawan adalah mereka yang berperan member dukungan kepada kita dalam melaksanakan kepemimpinan. Ada pula tokoh lain yaitu orang yang bertindak netral. Tokoh-tokoh atau karate-karakter seperti ini ada disekitar kita. Itulah sebabnya saya menyadari bahwa tangan yang tidak kelihatan itu dapat menolong saya dalam melaksanakan kepemimpinan. Prinsipnya: “Hidup ini harus menjadi berkat”

Salam visioner

Efektivitas Google Drive bagi Pendidik

Efektivitas Google Drive bagi Pendidik
Siapakah Pendidik dan ada apa dengan Google Drive?
Salah satu efektivitas pendidik adalah memiliki bahan ajar untuk siap disampaikan kepada peserta didik. Pendidik yang saya maksudkan disini yaitu Guru SD, SMP, SMA/SMK, dan Dosen. Mereka ini adalah pendidik formal yang mengajar peserta didik berdasarkan disiplin ilmu yanag menjadi konsentrasinya. Misalnya guru yang menyeesaikan studi bahasa Inggris di Universitas atau Sekolah Tinggi Bahasa Asing pada level S1 mengajar di satuan pendidikan dengan Mata Pelajaran Bahasa Inggri, sementara yang menyelsaikan Magister dapat mengajar bahasa Inggris di Perguruan Tinggi seperti: Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik. Para guru dan dosen seperti ini tentu memiliki bahan ajar dalam bentuk word atau powerpoint. Kadang diprint dalam bentuk materi ajar dan dibagikan kepada peserta didik, kadang juga data disimpan dalam flashdisk untuk kemudian di gunakan pada waktu mengajar, ada pula yang tersimpan dalam laptop guru atau dosen sehingga memudahkan untuk mengajar. Namun apa jadinya kalau bahan yang tersimpan dalam flashdisk dan laptop terkena virus dan hilang. Biasanya ini sangat mengganggu guru maupun dosen. Oleh karena itu ada salah satu produk google yang bisa kita pakai yaitu "Google Drive". Lalu apa efektivitas dari Google Drive bagi seorang guru dan dosen? Mari kita bahas satu per satu.

Beberapa efektivitas dari google drive bagi seorang pendidik yaitu:

1. Menyimpan File.

Google Drive menolong para guru dan dosen untuk menyimpan file yang berisi materi pelajaran/materi kuliah di Google Drive. Kita tidak perlu repot-repot membawa diktat atau materi ajar dalam bentuk prinnan ke sekolah/tempat kuliah karena kita sudah menyimpannya di Google Drive. GD (google drive) begitu praktis digunakan karena sudah menyatu dengan email dari gmail yang kita miliki. Kalau belum silakan buat email dengan platform gmail.
Materi yang tersimpan di GD kita dapat gunakan di mana saja dan kapan saja. Materi kita tidak akan terkena virus. Bila bahan kita sudah ada di google drive maka kita cukup datang ke kelas atau ruang kuliah dan mengajar dengan membuka file di email dan dikoneksikan dengan laptop yang sudah terhubung dengan infokus.
Data yang kita simpan bisa berbentuk word, powerpoin, foto dan lain. Asal jangan ikan karena tidak ada kolam dalam google drive. Kalau foto ikan bisa dimasukan atau disimpan di GD. Bila kita perlu ikan untuk dijadikan sebagai media pembelajaran maka kita tinggal buka di GD.

2. Akses file.

Sebenarnya di point 1 saya sudah menjelaskan beberapa hal yang berkenan dengan akses file. Akses file yang saya maksudkan disini yaitu kita bisa membuka file kita di Google Drive. Misalnya ada yang mengajar beberapa materi pelajaran atau mata kuliah. Semua materi tersebut disimpan di Google Drive. Ketika kita hendak pakai untuk kepentingan mengajar maka kita bisa langsung membuka file dan menggunakannya.

Bila kita punya blog maka kita dapat membuat link khusus untuk memungkinkan kita atau orang lain dapat mengaksesnya melalui link yang kita pasang di blog atau website kita atau sekolah.

3. Bagikan file

Bahan yang kita telah simpan di GD dapat kita bagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Caranya bisa melalui blog yaitu dengan cara memasang link di laman blog, membagikan melalui email kepad peserta didik/mahasiswa, teman-teman guru, dosen atau siapa saja yang membutuhkan bahan kita. Kita dapat berbagi file dengan mereka.

Semboyan Google Drive adalah menyimpan, mengakses dan berbagi file.
Bagi teman-teman yang bergerak dalam bisnis sebagai sampingan pekerjaan dapat memanfaatkan fasiitas ini. Ada yang namanya google drive bisnis. Kita dikasih waktu untuk uji coba gratisa, bila cocok maka kita lanjutkan. Kalau mau silakan uji coba google drive
Saya sering menyimpan materi ajar di Google Drive dan menggunakannya ketika saya mengajar di homebase saya maupun di tempat lain. Selain itu saya dapat berbagi file materi ajar dengan teman-teman pendidik yang membutuhkan bahan saya.Selain itu, saya cantumkan dalam link di laman blog sehingga para pengunjung blog yang membutuhkan dapat mengaksesnya dan mendownload materi tersebut.
Sinkatnya Google Drive efektif bagi Guru dan dosen dalam menyimpan file, menggunakan danberbagi file. Inilah salah satu kehebatan google dengan produk-produknya. Ingat kita gunakan barang ini secara free alias tidak bayar. Tetapi kalau mau bayar silakan saja. Mereka yang mau menggunaan free juga silakan.
Kita tidak perlu minder karena menggunakan free. Free disini pada produk yang berkualitas dunia. File kita dapat kita akses di mana saja, di negara mana saja. Di pedalaman atau di kampung sekalipun yang penting ada koneksi internet.

Selamat menyimpan dan menggunakan serta mengirim file dengan Google Drive

Salam

Wisuda S1 dan S2 yang Efektif

Wisuda S1 dan S2 yang Efektif

Apa itu wisuda S1 dan S2 yang mencapai tujuan?
Efektif wisuda S1 dan S2 adalah harapan mahasiswa yang kuliah selama 4 tahun untuk meraih gelar S1, dan Magister untuk mereka yang studi selama 2 tahun lebih. Saya sengaja menulis dengan memulai pertanyaan ini. Pertanyaan pada awal artikel ini memerlukan jawaban. Oleh karena yang mengajukan pertanyaan adalah saya maka saya mesti memberi jawaban dalam postingan artikel ini. Para pembaca blog! Saya katakan bahwa wisuda ini adalah wisuda yang berhasil mencapai tujuan, khususnya dari pihak saya yaitu apa yang pernah muncul dalam hati dan pikiran saya pada tahun 2015 ketika hadir dalam wisuda pada sekolah yang sama tetapi di gedung wisuda yang berbeda. Begini: waktu itu saya berpikir suatu saat saya memimpin acara wisuda seperti ini dan mengucapkan kata-kata yang biasa dipakai para ketua sekolah tinggi ketika membuka sidang senat terbuka sambil mengetuk palu dan melantik para wisudawan serta menutup acara wisuda.
Waktu itu ketua sekolah mengucapkan kata-kata yang biasanya ia pakai dalam acara pembukaan dan pelantikan serta penutupan wisuda. Namun saya tidak menghfalnya. Ketika tahun 2016 saya dapat kesempatan untuk menjadi pemimpin tapi belum diadakan wisuda, tahun 2017 juga demikian. Artinya karena satu dan lain hal wisuda tertunda. Tahun 2018 yaitu tepatnya 4 Agustus pukul 10.00 dilaksanakan wisuda. Saya datang dengan percaya diri sambil berpikir inovatif dan kreatif untuk apa yang akan saya sampaikan dalam membuka wisuda, pelantikan wisuda dan penutupan wisuda. Untuk bagian ini saya sengaja tidak bertanya pada ketua yang lama. Acara wisuda berlangsung secara baik sampai pada penutupan.

Kemudian yang saya maksudkan dengan judul artikel ini yaitu ucapanku untuk membuka wisuda dan pelantikan wisudawan dan penutupan acara wisuda untuk S1 dan S2 baru berlaku secara efektif pada tanggal 4 Agustus 2018. Saya sangat senang untuk pengalaman ini. Sebuah pengalaman yang tidak pernah saya ambisikan untuk menduduki posisi ini tetapi peluang itu datang kepada saya sesuai visi tahun 2015. Visi dibarisan belakang para pendidik di podium. Kata orang, bila kita menerima sebuah visi dan visi itu berasal dari sang pencipta alam semesta ini yaitu TUHAN maka visi itu cepat atau lambat pasti digenapi. Tentu saya mengaminkan.

Para wisudawan sedang berlutut untuk acara serimonial. Mereka didoakan agar berprestasi dalam pelayanan sebagai pendidik dan pemikir di lembaga di mana mereka berkarya.
Para wisudawan tidak terlalu banyak karena bentuk perguruan tinggi adalah sekolah tinggi dengan status diakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi disingkat BAN PT. Tentu wilayahnya di Indonesia dan di Jakarta.
Dalam acara wisuda ini ada beberapa mahasiswa yang mencapai prestasi yang dibanggakan. Mereka diundang ke depan untuk menerima penghargaan dari sekolah.

Selamat sukses untuk para wisudawan dan wisudawati. Dalam acara wisuda ini dilangsungkan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh salah satu pengajar STT Institut Keguruan SA

Para wisudawan
Para wisudawan sedang mengikuti acara wisuda dan mendengarkan orasi ilmiah. Tema orasi adalah berpresatasi dalam pelayanan. Pelayanan memiliki dimensi yang sangat luas. Di manapun para lulusan ditempatkan dan berkarya, maka disanalah mereka harus berpresatasi. Prestasi akademis telah mereka lewati, kini mereka harus berpresatai dalam karya di masyarakat. Prestasi mereka adalah prestasi Indonesia.

Salam efektivitas

Tuesday, August 14, 2018

Efektivitas Metode Penelitian K3

Efektivitas Metode Penelitian K3
Apa yang dimaksud dengan metode penelitian K3? Apakah ini makhluk baru dalam metodologi penelitian atau makluk lama yang dibarukan. Ya ini metode lama. K1 adalah Kuantitatif, K2 adalah Kualitatif dan K3 adalah Kombinasi. Jadi yang saya maksudkan dengan singkatan K3 adalah Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi.

Orang yang tahu yang dapat mengambil keputusan, orang yang tidak tahu tidak dapat mengampil keputusan. Di dalam keputusan ada tahu. Tahu itu bermacam-macam. Tahu sehari-hari, tahun mendalam, dan tahu yang menghasilkan kemandirian. Tahu sehari-hari adalah apa yang setiap orang ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Ada tahu panjat pohon, tahun memetik buah kelapa, tahu menjatuhkan buah kelapa dari atas pohon kelapa, tahu mengupas kelapa, tahu minum air kelapa dan tahu-tahu sejenisnya. Apa yang ada dalam otak kita adalah bentukan tradisi. Misalnya karena orang Indonesia menyebut buah kelapa maka generasi berikutnya menyebut buah kelapa. Nama buah kelapa bukan pemberian zaman kini, kita juga agak sulit mencari siapa orang yang pertama kali menyebut buah kelapa, udara, angin dan seterusnya. Kita tahu dari orangtua, kita juga tahu dari para guru selama 6 tahun, kita juga tahu bersama guru dan rekan-rekan ssiswa di SMP dan seterusnya sampai ke perguruan tinggi.
Jadi tahu biasa yang ada dalam otak atau pengetahuan kita adalah hasil warisan pendidikan non formal maupun formal. Di sekolah formal, kita berinteraksi dengan sejumlah tahu baru. Misalnya di daerah saya tidak ada rambutan. Tetapi setelah ada di Jakarta, saya tahu buah rambutan dan pohon rambutan, saya juga tahu kbuah kecapi dan buah kecapi ketika berada di salah satu daerah yaitu di wilayah Cilengsi-Jawa Barat. Ini tahu yang saya peroleh dari masyarakat yang menyebut pohon kecapi dan buah kecapi, rekan-rekan saya mengucapkan demikian, jadi saya juga tahu itu dan menyebut demikian.
Tahu-tahu biasa yang ada di pengetahuan manusia terbentuk demikian karena ada metode mengetahui dan menyebut atau menamakan tahu salah satu realitas yang disebut masyarakat dengan istilah tertentu. Misalnya buah duku, pohon duku. Metode tahu tentang buah duku tentu dari masyarakat, seperti di tempat jual beli atau pasar, baik di pinggir jalan maupun di pasar-pasar. Ada yang menjual buah duku, orang menyebut buah duku maka saya dapat pengetahuan tentang buah duku. Namun pohon duku tidak dapat dihadirkan di pasar atau di jalan jadi harus ada tahu langsung yaitu melihat pohon duku secara langsung atau melalui media seperti gambar pohon duku. Salah satu media yang dapat digunakan untuk tahu pohon duku yaitu Google Pencaharian.

Cerita di atas menegaskan tentang adanya tahu-tahu dalam otak kita. Tahu ini bersifat umum dan dikategorikan tahu biasa.Jadi tidak perlu diadakan penelitian. Namun ada tahu yang diperoleh melalui berpikir radikal terhadap realitas. Tahu ini disbut “hikmat”/kebenaran. Istilah kerennya yaitu Filsafat. Tahu yang diperoleh dengan cara filsafat adalah berpikir secara mendalam terhadap realitas. Berpikir mendalam terhadap realitas akan menghasilkan kebenaran yang disebut dengan kebenaran pengethuan. Maka orang yang berpikir mendalam atau berfilsafat terhadap realitas, atau sebagian dari realitas adalah orang yang cinta hikmat atau kebenaran. Kebenaran disini yaitu kebenaran pengetahuan. Misalnya ada anyak orang yang melihat buah apel jatuh ke tanah, tetapi hanya satu orang yang berpikir mendalam terhadap realitas buah apel jatuh ke tanah. Orang ini memikirkan secara mendalam buah apel yang jatuh kebawah. Mengapa jatuh ke bawah, bukan ke atas atau ke samping atau melayang-layang. Ketika ini dipikirkan secara mendalam maka lahirlah ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan kemudian menyimpulkan jawaban atas pertanyaan mengapa buah apel jatuh ke tanah. Lalu melalui eksperimen yang dilakukan berkali-kali lalu ditemukan pengetahuan yang benar yaitu “gaya grafitasi Bumi”. Mmaksudnya buah apel jatuh ke bawah karena adanya gaya grafitasi bumi. Cara berpikir dan perwujudan pemikiran ini kemudian merasa telah mendapat pengetahuan yang benar maka berdirilah sebuah disiplin ilmu yang disebut Fisika. Dalam fisika udah ada kumpulan-kumpulan pengetahuan yang benar. Berpikir mendalam juga tentu membutuhkan metode untuk menemukan pengetahuan yang benar.

Kemudian dari proses ini maka lahirlah apa yang disebut dengan kebenaran Ilmu pengetahuan. Untuk mendapatkan pengetahuan yang baik maka seorang mesti menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah menurut Sugiyono (2014:3) adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini yaitu kegiatan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan yang benar itu didasarkan pada ciri-citri keilmuan, yaitu:
1. Rasional
2. Empiris
3. Sistematis
Menurut Sugiyono (2014:3) Rasional berarti penelitian yang kita lakukan harus dengan cara-cara masuk akal. Dengan demikian hasilnya juga dapat dicerna secara akal sehat. Penelitian tidak boleh mengandung unsur kuasa magig. Misalnya kuesioner berjalan sendiri ke responden kemudian responden mengisinya. Ada cerita kuno di daerah saya, ketika orang berkebun (ladang pindahan) yang letaknya jauh dari tempat tinggal, kadang harus melewati beberapa bukit untuk sampai di kebun atau ladang. Sering jalan juga terjal, hati-hati melewatinya. Biasanya hasil kebun ketika musin panen yang biasanya jatuh pada bulan Mei atua Juni, dimasukan dalam bakul yang terbuat dari anyaman kulit bambu hutan yang diolah sedemikian rapih kemudian dibuat bakul. Bakul-bakul ini di isi dengan hasil panen seperti padi, jagung, labu dan semangka.Kemudian dipikul dengan cara menyangkutkan tali bakul di kepala kemudian dipikul menuju tempat penyimpanan hasil kebun yaitu di Kampung. Hasil panen yang sudah dirapikan dimasukan dalam rumah adat yang kami sebut dengan “su”. Rumah adat berbentuk persegi dengan bumbungan menjulang ke langit, ada yang satu tingkat, ada pula yang dua tingkat. Di tempat inilah disimpan jagung dan padi. Rumah adat ini punya empat tiang. Masing-masing tiang dibuat alat penghalang terhadap tikus, yaitu pada ujung tiang tempat diletakkan balog, sudah dibuatkan papan dengan bentuk bundar, tengahnya diberi lobang sesuai ukuran tiang. Alat ini dipasang pada keempat tiang. Lalu dimulai bangunan rumah adat sampai selesai. Untuk ke rumah adat, biasanya menggunakan sebuah tangga yang dibuat dari bambu hutan. Bambu ini memiliki kekuatan yang berbeda dengan bambu biasa. Ketika istirahat malam, tangga ini dinaikan kemudan pintu tempat tangga ditutup. Demikian juga pada waktu mennggalkan rumah adat, tangga dimasukan kedalam rumah adat kemudian pintu ditutup dan diikiat. Belum ada gembok. Mungkin sekarang sudah ada yang pasang gembok. Namun seiring dengan perkembangan penduduk yang cenderung ke tempat-tempat tertentu dan membuat rumahyang modelnya sama di berbagai daerah maka rumah adat itu tidak banyak yang bertahan. Ibaratnya mulai punah.

Rumah adat ini letaknya di bukit. Jadi pada satu bukit berkumpul beberapa rumah adat dengan marga yang berbeda tetapi tetap rukun. Waaktu kecil saya masih mengalami yaitu berkunjung ke sanak saudara yang masih tinggal di rumah adat dan bermalam beberapa hari di sana. Tempat masak juga ada didalam rumah adat, sekali gus tempat tidur dan ruang makan menyatu dalam satu tempat.

Pada bagian bawah dibuat tempat berteduh bagi keluarga maupun tamu. Tempat itu kami sebut bale-bale di rumah adat. Biasanya pada waktu musim dingin, keluarga mencari kayu bakar kemudian dibuat api lalu api dari kayu bakar itu berfungsi sebagai penghangat di kala dingin. Siapa saja di kampung itu dapat tidur bersama-sama. Tetapi ini khusus laki-laki. Perempuan ada di bagian atas, yaitu pada tingkat pertama dari rumah adat atau ‘Su”.
Oleh karena letaknya yang jauh maka biasanya hasil panen bisa berjalan sendiri ke tempat penyimpanan yaitu ke rumah adat. Apakah cerita ini benar atau tidak tetapi tempo dulu ada kuasa di luar diri manusia yang dipakai untuk mengatasi masalah. Kira-kira cara ini tidak masuk akal dan tidak dapat dipakai dalam penelitian ilmiah pada ciri pertama yaitu aspek rasional.
Empiris. Menurut Sugiyono (2014:3), ciri empiris disini yaitu cara ilmiah yang dipakai untuk mendapatkan pengetahuan harus diamati indera manusia. Sehingga siapapun yang melalkukan penelitian dapat mengetahui. Sistematis. Menurut Sugiyono(2014:3), sistematis yang dimaksud yaitu ada langkah-langkah dalam melakukan penelitian. Langkah-langkah penelitian itu harus logis. Dengan demikian memperoleh data empiiris yaitu data yang teramati dengan kriteria: Valid, reliabel dan objektif.
Efektivitas penerapan Metode Ilmiah Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi dalam penelitian bergantung pada bagaimana mengaktualisasikan paradigma penelitian dari penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi. Peneltian kuantitatif dapat dikatakan efektif apabila penelitian yang kita lakukan bermaksud untuk menguji teori. Setelah teori diuji dan hasilnya diterima maka penelitian kuantitatif menjadi efektif bagi kita. Sementara dalam penelitian kualitatif dapat dikatakan efektif apabila penelitian kita berhasil menemukan teori-teori baru dalam penelitian. Bila tidak menemukan teori baru dalam penerapan penelitian kualitatif maka penelitian kualitatif tidak efektif bagi kita. Selanjutnya kombinasi penelitian yaitu mengkombinasikan penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dikombinasikan suatu penelitian appabila menghasilkan uji teori yaitu menerima teori tertentu dan menemukan teori baru dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.

Menurut Sugiyono (2014;16), metode penelitian kombinasi merupakan metode penelitian yang didasarkan pada filsafat pragmatisme yaitu sebuah gabungan positivisme dan pospositifisme. Dengan kata lain penelitian kombinasi adalah penelitian gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Hasil olah data dapat disajikan dalam bentuk kuantitatif dengan analisa data menggunakan SPSS dan penelitian kualitatif yang ingin menemukan data secara empiris (natural atau alami).

Efektivitas Penggunaan Metode Penelitian Kuantitatif

Efektivitas menggunakan metode penelitian kuantitatif didasarkan pada beberapa alasan yang diutarakan oleh Sugiyono sebagai berikut:
1. Menggunakan metode penelitian kuantitatif apabila masalah yang diteliti sudah jelas. Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan, hal-hal yang mengganggu sehingga untuk penyelesaiannya perlu penelitian. Masalah juga diartikan sebagai perbedaan antara teori dan praktik. Misalnya membahas tentang cara mengatasi ketimpangan ekonomi di daerah A, maka peneliti harus menunjukkan data ketimpangan ekonomi tersebut.
2. Menggunakan metode penelitian karena peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas tetapi tidak mendalam dari populasi yang diteliti.
3. Metode penelitian kuantitatif digunakan apabila peneliti ingin mengetahui adanya pengaruh atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Misalnya pengaruh minum susu coklat terhadap prestasi belajar
4. Metode penelitian kuantitatif digunakan apabila hendak menguji teori yang dirumuskan dalam sebuah hipotesis. Itulah sebabnya dalam penelitian kuantitatif Sarjana, Magister dan Doktor harus ada hipotesis. Baik hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif, maupun hipotesis asosiatif
5. Metode penelitian digunakan apabila peneliti ingin mengetahui data yang akurat yang didasarkan pada fenomena empiris yang dapat diukur.

Bila masalah penelitian sudah jelas maka kita dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan krangka penelitian sbb:

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Identifikasi Masalah
Batasan Maslah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Deskripsi Teori
Kerangka Berpikir
Hipotesis

Penelitian yang Relevan
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode dan alasan penggunaan Metode
Populasi dan Sampel
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisa Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Penelitian
Pembahasan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Sedangkan Penelitian Kualitatif sbb:
BAB I
PENDAHULUAN
Masalah Penelitian
Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
BAB II STUDI KEPUSTAKAAN
Kajian A
Kajian B
Kajian C
dst
BAB III
METODE PENELITIAN
BAB IV
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Misalnya kita ingin meneliti secara kualitatif Burung yang Efektif dipelihara orang. Tentu kita mengadakan penelitian kualitatif yang bersifat naturalistik atau alamiah. Kita datang ke keluarga yang memelihara burung. Misalnya kita mengamati burung yang terbang dan duduk di atas rumah dan seterusnya. Perhatikan gambar berikut ini:

Penelitian seperti yang dimaksud di atas digunakan untuk menemukan teori tentang burung yang lebih efektif dipelihara manusia. Untuk itu kita perlu membaca berbagai lietratur tentang peneitian kualitatif.
Efektivitas Penggunaan Metode Penelitian Kualitatif
Efektivitas menggunakan metode penelitian kualitatif didasarkan pada beberapa alasan yang dikemukakan oleh Sugiyono sebagai berikut:
1. Masalah penelitian belum jelas, masih samar-samar/remang-reman. Bila ini terjadi pada mahasiswa maka sebaiknya menggunakan metode penelitian kualitatif. 2. Bila ingin memahami makna dibalik data yang tampak. Artinya peneliti ingin mendapatkan makna yang mendalam terhadap realitas yang diteliti. Peneitian seperti ini cocok menggunakan metode penelitian kualitatif.
3. Bila hendak memahami interaksi sosial. Interaksi sosial itu sifatnya kompleks dan tidak dapat diamati secara menyeluruh dengan menggunakan kuesioner dan olah data. Cocoknya menggunakan pengamatan mendalam sehingga memahami interaksi sosial atas komunitas yang diteliti.
4. Pengembangan teori. Bila seseorang hendak mengembangkan sebuah teori sebaiknya menggunakan metode penelitian kualitatif. Penemuan teori tidak dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif karena peneltian kuantitatif sifatnya menguji teori
5. Meneliti sejarah perkembangan. Bila ingin melacak kehidupan seorang tokoh maka penelitian yang cocok adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan seperti wawancara mendalam terhadap tokoh sentral/pelaku utama atau orang yang tahu tokoh tersebut. (Sugiyono, 2014:47)
Efektivitas Penggunaan Metode Penelitian Kombinasi
Efektivitas menggunakan metode penelitian kombinasi didasarkan pada beberapa alasan berikut:
1. Bila ingin melengkapi hasil penelitian kuantitatif yang diperkaya dengan data-data yang bersifat kualitatif yang tidak bisa diperoleh dengan metode kuantitatif
2. Peneliti ingin mendapatkan data yang lebih menyeluruh (komprehensif) yang dapat dicari dengan metode kuantitatif dan kualitatif dalam waktu yang sama
3. Peneliti ingin melakukan penelitian yang bersifat proses dengan metode kuantitatif dan kualitatif (Sugiyono, 2014:48)
4. dll

Semoga Bermanfaat