Tuesday, August 14, 2018

Efektivitas Metode Penelitian K3

ad300
Advertisement
Apa yang dimaksud dengan metode penelitian K3? Apakah ini makhluk baru dalam metodologi penelitian atau makluk lama yang dibarukan. Ya ini metode lama. K1 adalah Kuantitatif, K2 adalah Kualitatif dan K3 adalah Kombinasi. Jadi yang saya maksudkan dengan singkatan K3 adalah Metode penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi.

Orang yang tahu yang dapat mengambil keputusan, orang yang tidak tahu tidak dapat mengampil keputusan. Di dalam keputusan ada tahu. Tahu itu bermacam-macam. Tahu sehari-hari, tahun mendalam, dan tahu yang menghasilkan kemandirian. Tahu sehari-hari adalah apa yang setiap orang ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Ada tahu panjat pohon, tahun memetik buah kelapa, tahu menjatuhkan buah kelapa dari atas pohon kelapa, tahu mengupas kelapa, tahu minum air kelapa dan tahu-tahu sejenisnya. Apa yang ada dalam otak kita adalah bentukan tradisi. Misalnya karena orang Indonesia menyebut buah kelapa maka generasi berikutnya menyebut buah kelapa. Nama buah kelapa bukan pemberian zaman kini, kita juga agak sulit mencari siapa orang yang pertama kali menyebut buah kelapa, udara, angin dan seterusnya. Kita tahu dari orangtua, kita juga tahu dari para guru selama 6 tahun, kita juga tahu bersama guru dan rekan-rekan ssiswa di SMP dan seterusnya sampai ke perguruan tinggi.
Jadi tahu biasa yang ada dalam otak atau pengetahuan kita adalah hasil warisan pendidikan non formal maupun formal. Di sekolah formal, kita berinteraksi dengan sejumlah tahu baru. Misalnya di daerah saya tidak ada rambutan. Tetapi setelah ada di Jakarta, saya tahu buah rambutan dan pohon rambutan, saya juga tahu kbuah kecapi dan buah kecapi ketika berada di salah satu daerah yaitu di wilayah Cilengsi-Jawa Barat. Ini tahu yang saya peroleh dari masyarakat yang menyebut pohon kecapi dan buah kecapi, rekan-rekan saya mengucapkan demikian, jadi saya juga tahu itu dan menyebut demikian.
Tahu-tahu biasa yang ada di pengetahuan manusia terbentuk demikian karena ada metode mengetahui dan menyebut atau menamakan tahu salah satu realitas yang disebut masyarakat dengan istilah tertentu. Misalnya buah duku, pohon duku. Metode tahu tentang buah duku tentu dari masyarakat, seperti di tempat jual beli atau pasar, baik di pinggir jalan maupun di pasar-pasar. Ada yang menjual buah duku, orang menyebut buah duku maka saya dapat pengetahuan tentang buah duku. Namun pohon duku tidak dapat dihadirkan di pasar atau di jalan jadi harus ada tahu langsung yaitu melihat pohon duku secara langsung atau melalui media seperti gambar pohon duku. Salah satu media yang dapat digunakan untuk tahu pohon duku yaitu Google Pencaharian.

Cerita di atas menegaskan tentang adanya tahu-tahu dalam otak kita. Tahu ini bersifat umum dan dikategorikan tahu biasa.Jadi tidak perlu diadakan penelitian. Namun ada tahu yang diperoleh melalui berpikir radikal terhadap realitas. Tahu ini disbut “hikmat”/kebenaran. Istilah kerennya yaitu Filsafat. Tahu yang diperoleh dengan cara filsafat adalah berpikir secara mendalam terhadap realitas. Berpikir mendalam terhadap realitas akan menghasilkan kebenaran yang disebut dengan kebenaran pengethuan. Maka orang yang berpikir mendalam atau berfilsafat terhadap realitas, atau sebagian dari realitas adalah orang yang cinta hikmat atau kebenaran. Kebenaran disini yaitu kebenaran pengetahuan. Misalnya ada anyak orang yang melihat buah apel jatuh ke tanah, tetapi hanya satu orang yang berpikir mendalam terhadap realitas buah apel jatuh ke tanah. Orang ini memikirkan secara mendalam buah apel yang jatuh kebawah. Mengapa jatuh ke bawah, bukan ke atas atau ke samping atau melayang-layang. Ketika ini dipikirkan secara mendalam maka lahirlah ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan kemudian menyimpulkan jawaban atas pertanyaan mengapa buah apel jatuh ke tanah. Lalu melalui eksperimen yang dilakukan berkali-kali lalu ditemukan pengetahuan yang benar yaitu “gaya grafitasi Bumi”. Mmaksudnya buah apel jatuh ke bawah karena adanya gaya grafitasi bumi. Cara berpikir dan perwujudan pemikiran ini kemudian merasa telah mendapat pengetahuan yang benar maka berdirilah sebuah disiplin ilmu yang disebut Fisika. Dalam fisika udah ada kumpulan-kumpulan pengetahuan yang benar. Berpikir mendalam juga tentu membutuhkan metode untuk menemukan pengetahuan yang benar.

Kemudian dari proses ini maka lahirlah apa yang disebut dengan kebenaran Ilmu pengetahuan. Untuk mendapatkan pengetahuan yang baik maka seorang mesti menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah menurut Sugiyono (2014:3) adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini yaitu kegiatan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan yang benar itu didasarkan pada ciri-citri keilmuan, yaitu:
1. Rasional
2. Empiris
3. Sistematis
Menurut Sugiyono (2014:3) Rasional berarti penelitian yang kita lakukan harus dengan cara-cara masuk akal. Dengan demikian hasilnya juga dapat dicerna secara akal sehat. Penelitian tidak boleh mengandung unsur kuasa magig. Misalnya kuesioner berjalan sendiri ke responden kemudian responden mengisinya. Ada cerita kuno di daerah saya, ketika orang berkebun (ladang pindahan) yang letaknya jauh dari tempat tinggal, kadang harus melewati beberapa bukit untuk sampai di kebun atau ladang. Sering jalan juga terjal, hati-hati melewatinya. Biasanya hasil kebun ketika musin panen yang biasanya jatuh pada bulan Mei atua Juni, dimasukan dalam bakul yang terbuat dari anyaman kulit bambu hutan yang diolah sedemikian rapih kemudian dibuat bakul. Bakul-bakul ini di isi dengan hasil panen seperti padi, jagung, labu dan semangka.Kemudian dipikul dengan cara menyangkutkan tali bakul di kepala kemudian dipikul menuju tempat penyimpanan hasil kebun yaitu di Kampung. Hasil panen yang sudah dirapikan dimasukan dalam rumah adat yang kami sebut dengan “su”. Rumah adat berbentuk persegi dengan bumbungan menjulang ke langit, ada yang satu tingkat, ada pula yang dua tingkat. Di tempat inilah disimpan jagung dan padi. Rumah adat ini punya empat tiang. Masing-masing tiang dibuat alat penghalang terhadap tikus, yaitu pada ujung tiang tempat diletakkan balog, sudah dibuatkan papan dengan bentuk bundar, tengahnya diberi lobang sesuai ukuran tiang. Alat ini dipasang pada keempat tiang. Lalu dimulai bangunan rumah adat sampai selesai. Untuk ke rumah adat, biasanya menggunakan sebuah tangga yang dibuat dari bambu hutan. Bambu ini memiliki kekuatan yang berbeda dengan bambu biasa. Ketika istirahat malam, tangga ini dinaikan kemudan pintu tempat tangga ditutup. Demikian juga pada waktu mennggalkan rumah adat, tangga dimasukan kedalam rumah adat kemudian pintu ditutup dan diikiat. Belum ada gembok. Mungkin sekarang sudah ada yang pasang gembok. Namun seiring dengan perkembangan penduduk yang cenderung ke tempat-tempat tertentu dan membuat rumahyang modelnya sama di berbagai daerah maka rumah adat itu tidak banyak yang bertahan. Ibaratnya mulai punah.

Rumah adat ini letaknya di bukit. Jadi pada satu bukit berkumpul beberapa rumah adat dengan marga yang berbeda tetapi tetap rukun. Waaktu kecil saya masih mengalami yaitu berkunjung ke sanak saudara yang masih tinggal di rumah adat dan bermalam beberapa hari di sana. Tempat masak juga ada didalam rumah adat, sekali gus tempat tidur dan ruang makan menyatu dalam satu tempat.

Pada bagian bawah dibuat tempat berteduh bagi keluarga maupun tamu. Tempat itu kami sebut bale-bale di rumah adat. Biasanya pada waktu musim dingin, keluarga mencari kayu bakar kemudian dibuat api lalu api dari kayu bakar itu berfungsi sebagai penghangat di kala dingin. Siapa saja di kampung itu dapat tidur bersama-sama. Tetapi ini khusus laki-laki. Perempuan ada di bagian atas, yaitu pada tingkat pertama dari rumah adat atau ‘Su”.
Oleh karena letaknya yang jauh maka biasanya hasil panen bisa berjalan sendiri ke tempat penyimpanan yaitu ke rumah adat. Apakah cerita ini benar atau tidak tetapi tempo dulu ada kuasa di luar diri manusia yang dipakai untuk mengatasi masalah. Kira-kira cara ini tidak masuk akal dan tidak dapat dipakai dalam penelitian ilmiah pada ciri pertama yaitu aspek rasional.
Empiris. Menurut Sugiyono (2014:3), ciri empiris disini yaitu cara ilmiah yang dipakai untuk mendapatkan pengetahuan harus diamati indera manusia. Sehingga siapapun yang melalkukan penelitian dapat mengetahui. Sistematis. Menurut Sugiyono(2014:3), sistematis yang dimaksud yaitu ada langkah-langkah dalam melakukan penelitian. Langkah-langkah penelitian itu harus logis. Dengan demikian memperoleh data empiiris yaitu data yang teramati dengan kriteria: Valid, reliabel dan objektif.
Efektivitas penerapan Metode Ilmiah Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi dalam penelitian bergantung pada bagaimana mengaktualisasikan paradigma penelitian dari penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi. Peneltian kuantitatif dapat dikatakan efektif apabila penelitian yang kita lakukan bermaksud untuk menguji teori. Setelah teori diuji dan hasilnya diterima maka penelitian kuantitatif menjadi efektif bagi kita. Sementara dalam penelitian kualitatif dapat dikatakan efektif apabila penelitian kita berhasil menemukan teori-teori baru dalam penelitian. Bila tidak menemukan teori baru dalam penerapan penelitian kualitatif maka penelitian kualitatif tidak efektif bagi kita. Selanjutnya kombinasi penelitian yaitu mengkombinasikan penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dikombinasikan suatu penelitian appabila menghasilkan uji teori yaitu menerima teori tertentu dan menemukan teori baru dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.

Menurut Sugiyono (2014;16), metode penelitian kombinasi merupakan metode penelitian yang didasarkan pada filsafat pragmatisme yaitu sebuah gabungan positivisme dan pospositifisme. Dengan kata lain penelitian kombinasi adalah penelitian gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Hasil olah data dapat disajikan dalam bentuk kuantitatif dengan analisa data menggunakan SPSS dan penelitian kualitatif yang ingin menemukan data secara empiris (natural atau alami).

Efektivitas Penggunaan Metode Penelitian Kuantitatif

Efektivitas menggunakan metode penelitian kuantitatif didasarkan pada beberapa alasan yang diutarakan oleh Sugiyono sebagai berikut:
1. Menggunakan metode penelitian kuantitatif apabila masalah yang diteliti sudah jelas. Masalah penelitian adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan, hal-hal yang mengganggu sehingga untuk penyelesaiannya perlu penelitian. Masalah juga diartikan sebagai perbedaan antara teori dan praktik. Misalnya membahas tentang cara mengatasi ketimpangan ekonomi di daerah A, maka peneliti harus menunjukkan data ketimpangan ekonomi tersebut.
2. Menggunakan metode penelitian karena peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas tetapi tidak mendalam dari populasi yang diteliti.
3. Metode penelitian kuantitatif digunakan apabila peneliti ingin mengetahui adanya pengaruh atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Misalnya pengaruh minum susu coklat terhadap prestasi belajar
4. Metode penelitian kuantitatif digunakan apabila hendak menguji teori yang dirumuskan dalam sebuah hipotesis. Itulah sebabnya dalam penelitian kuantitatif Sarjana, Magister dan Doktor harus ada hipotesis. Baik hipotesis deskriptif, hipotesis komparatif, maupun hipotesis asosiatif
5. Metode penelitian digunakan apabila peneliti ingin mengetahui data yang akurat yang didasarkan pada fenomena empiris yang dapat diukur.

Bila masalah penelitian sudah jelas maka kita dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan krangka penelitian sbb:

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Identifikasi Masalah
Batasan Maslah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Deskripsi Teori
Kerangka Berpikir
Hipotesis

Penelitian yang Relevan
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode dan alasan penggunaan Metode
Populasi dan Sampel
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisa Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Penelitian
Pembahasan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Sedangkan Penelitian Kualitatif sbb:
BAB I
PENDAHULUAN
Masalah Penelitian
Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
BAB II STUDI KEPUSTAKAAN
Kajian A
Kajian B
Kajian C
dst
BAB III
METODE PENELITIAN
BAB IV
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Misalnya kita ingin meneliti secara kualitatif Burung yang Efektif dipelihara orang. Tentu kita mengadakan penelitian kualitatif yang bersifat naturalistik atau alamiah. Kita datang ke keluarga yang memelihara burung. Misalnya kita mengamati burung yang terbang dan duduk di atas rumah dan seterusnya. Perhatikan gambar berikut ini:

Penelitian seperti yang dimaksud di atas digunakan untuk menemukan teori tentang burung yang lebih efektif dipelihara manusia. Untuk itu kita perlu membaca berbagai lietratur tentang peneitian kualitatif.
Efektivitas Penggunaan Metode Penelitian Kualitatif
Efektivitas menggunakan metode penelitian kualitatif didasarkan pada beberapa alasan yang dikemukakan oleh Sugiyono sebagai berikut:
1. Masalah penelitian belum jelas, masih samar-samar/remang-reman. Bila ini terjadi pada mahasiswa maka sebaiknya menggunakan metode penelitian kualitatif. 2. Bila ingin memahami makna dibalik data yang tampak. Artinya peneliti ingin mendapatkan makna yang mendalam terhadap realitas yang diteliti. Peneitian seperti ini cocok menggunakan metode penelitian kualitatif.
3. Bila hendak memahami interaksi sosial. Interaksi sosial itu sifatnya kompleks dan tidak dapat diamati secara menyeluruh dengan menggunakan kuesioner dan olah data. Cocoknya menggunakan pengamatan mendalam sehingga memahami interaksi sosial atas komunitas yang diteliti.
4. Pengembangan teori. Bila seseorang hendak mengembangkan sebuah teori sebaiknya menggunakan metode penelitian kualitatif. Penemuan teori tidak dapat menggunakan metode penelitian kuantitatif karena peneltian kuantitatif sifatnya menguji teori
5. Meneliti sejarah perkembangan. Bila ingin melacak kehidupan seorang tokoh maka penelitian yang cocok adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan seperti wawancara mendalam terhadap tokoh sentral/pelaku utama atau orang yang tahu tokoh tersebut. (Sugiyono, 2014:47)
Efektivitas Penggunaan Metode Penelitian Kombinasi
Efektivitas menggunakan metode penelitian kombinasi didasarkan pada beberapa alasan berikut:
1. Bila ingin melengkapi hasil penelitian kuantitatif yang diperkaya dengan data-data yang bersifat kualitatif yang tidak bisa diperoleh dengan metode kuantitatif
2. Peneliti ingin mendapatkan data yang lebih menyeluruh (komprehensif) yang dapat dicari dengan metode kuantitatif dan kualitatif dalam waktu yang sama
3. Peneliti ingin melakukan penelitian yang bersifat proses dengan metode kuantitatif dan kualitatif (Sugiyono, 2014:48)
4. dll

Semoga Bermanfaat
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.