Wednesday, January 30, 2019

Cara Efektif Mendapatkan Perjalanan HolyLand

Cara Efektif Mendapatkan Perjalanan HolyLand
Malam ini sebelum saya tidur, saya memposting tentang sharing bersama teman-teman yang sudah punya pengalaman perjalanan Holyland ke beberapa tempat sebagaimana yang disaksikan dalam kitab Suci (bible. Salah satu yaitu ke Yerusalem dan beberapa tempat seperti Mesir dan wilayah lain sebagaimana dikisahkan dalam narasi dalam Perjanjian baru. Teman-teman itu mendapat peluang keberangkatan ke tanah perjanjian karena ada travel atau tour, mereka menjadi pandu rohani.

Saya kemudian merenung kapan bagian saya dapat mengadakan perjalanan ke beberapa tempat sebagaimana yang disaksikan dalam kitab suci yang saya yakini. Saya percaya suatu saat saya pasti mendapat kesempatan untuk perjalanan ke holyland. Tentu perjalanan itu akan menambah semangat dalam memahami apa yang disaksikan dalam kitab suci yang saya yakini.

Saya pernah ditawarkan tetapi saya harus mencari beberapa orang, kemudian sebagai kompensasinya saya gratis untuk biaya perjalanan PP ke Holyland. Tentu ini menyenangkan namun mencari sekian orang untuk perjalanan ke Yersalem atau ke Israel dan beberapa tempat lain sebagaimana disaksikan dalam Perjanjian Lama dan Baru tentu tidak mudah. Orang yang kita cari harus punya kekuatan keuangan untuk biaya tiket pesawat dan biaya hotel dan makan selama ada di tanah perjanjian.


Saya kemudian gagal berangkat karena tidak punya peluang membawa jumlah orang yang disyaratkan. Ya tentu belum waktunya untuk saya ke sana. Perjalanan ke Jerusalem tentu hanya untuk kepentingan wisata rohani. Itulah sebabnya saya yakin suatu saat nanti pasti mendapat kesempatan perjalanan rohani ke tempat yang dikatakan dalam Alkitab. Saya yakin soal itu. Sekarang saya harus mencari dan mencari. Namun kalau sistem itu masih berlaku. Jika tidak maka saya harus mempersiapkan biaya perjalanan PP. Tentu sangat besar biaya tersebut. Namun mujizad masih ada. Demikian keyakinan saya.

Sebagai orang yang berkecimpung dalam edukasi teologi, saya memiliki motivasi untuk suatu saat mewujudkan kerinduan Bible Land Tours. Mengunjungi tempat-tempat yang bersifat historis. Peristiwa historis itu penting dan tentu berkait erat dengan tempat dan waktu. Tempat tidak mungkin berlalu, sementara waktu bisa berlalu. Dengan berkunjung atau bepergian ke Israel sebagaimana yang dilakukan dalam perjalanan holyland maka saya berpeluang untuk melihat apa yang kami yakini dengan tanah perjanjian.

Tentu perjalanan ke sana membutuhkan biaya membeli tiket, penginapan di hotel seperti hotel di Yerusalem seperti Royal View Jerusalem, The Post Hostel Jerusalem dan hotel-hotel di Mesir, Hotel Holyday Cairo, Hotel Jas Aquaviva, Kempiski Nile Hotel Cairo, serta biaya-biaya lain selama ada di tempat yang dituju. Kita juga perlu mempersiapkan biaya untuk membeli oleh-oleh dari sana. Teman saya pernah membawa oleh-oleh dari sana dalam bentuk "buah ara", "Biji sesawi" sebagaimana yang disampaikan oleh Isa tentang iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung. Artinya iman yang berhubungan dengan terjadinya mujizad. Untuk biaya hotel silakan lihat di bookingdotcom

Shalom

Piring Rotan Asli Efektif Mengatasi Masalah Cuci Piring

Piring Rotan Asli Efektif Mengatasi Masalah Cuci Piring
Refisi Juni 2019
Tema blog ini tentang teori efektivitas, khususnya dalam Pendidikan. Dengan demikian artikel yang diposting dalam laman ini disesuaikan dengan tema blog. Salah satu topik yang hendak kami sampaikan disini yakni edukasi tentang "piring rotan" dalam perspektif efektivitas. Hal ini menegaskan bahwa tulisan ini merupakan tulisan spiral dalam tema efektivitas. Dalam unsur spiral ini kami mengambil dari kehidupan rumah tangga. Setiap rumah tangga pasti membutuhkan tempat makan yang disebut piring. Kebutuhan akan piring telah membuat kreativitas dan inovasi piring mulai dari teknologi sederhana sampai canggih dan kemudian kembali lagi ke alam. Salah satunya menggunakan rotan, sapu lidi dari kelapa untuk membuat piring. Dengan demikian hari ini blog efektivitas menghadirkan sebuah artikel edukasi pendidikan keluarga tentang masalah mengatasi kendala dalam mencuci piring yang menumpuk pada pagi hari dan sore hari. Pekerjaan seperti ini sering membuat lelah. Terlebih lagi bila tidak ada yang membantu cuci piring, pemilik rumah yang harus menanganinya.


Apa yang disebutkan di atas merupakan cara mengatasi "keluahan antara keluarga kecil": ayah dan ibu serta anak-anak. Terlebih lagi kalau ayah dan ibu sibuk kerja dan anak-anak juga sibuk kuliah. Praktis sulit mengatasi masalh dalam mencuci piring dan gelas serta sendok sehabis makan dan minum. Oleh karena itulah pemilik blog ini menghadirkan sebuah artikel berbagi pengalaman dalam hal "Cuci piring, gelas dan sendok dengan beralih pada menggunakan piring efektif. Apakah itu? Silakan simak dalam artikel berikut ini.

Baca juga: Apakah Anda mau beli tiket pesawat, kereta api dan kamar hotel dengan layan tiket.com?

Kehidupan keluarga kecil yang terdiri atas ayah, ibu dan 3 anak memang membahagiakan. Namun masalah yang kami hadapi yaitu tidak ada tenaga khusus yang dapat membatu kami dalam membersihkan piring, sendok, gelas ketika selesai makan dan minum. Praktis piring, sendok dan gelas yang dipakai pada pagi hari diletakkan di tempat cuci piring sampai kami pulang dari kantor atau setelah anak-anak pulang dari kuliah. Demikian juga makan dan minum pada malam hari, esok paginya sebelum berangkat kerja kami harus mencuci untuk dipakai serapan sebelum berangkat ke kantor dan anak-anak pergi kuliah. Masalah ini terus berulang dari waktu ke waktu. Kami pernah dibantu oleh seorang saudara namun tidak bertahan lama karena ia harus kembali ke kampung halamannya untuk menikah dan tentu tidak kembali lagi. Kamipun komit untuk melakukan pekerjaan di rumah dengan usaha sendiri. Kadang kami bergantian mencuci piring dan gelas serta sendok, ada yang mendapat jatah untuk sapu dan ngepel rumah.
Suatu saat kami berkunjung ke keluarga (Adik isteri) di bilangan perumahan di daerah Bekasi. Kami menginap selama 1 malam. Pada waktu malam, saya dan isteri serta anak-anak dan keluarga kecil dari adik ipar saya menjamu kami makan pada malam hari. Piring nasinya unik yaitu terbuat dari anyaman rotan. Setelah selesai makan saya bertanya kepada adik ipar saya, lalu mereka katakan bahwa piring dari anyaman atau di internet dikenal dengan sebutan “piring lidi”, atau “piring rotan” atau Anyaman lebih praktis dari pada menggunakan piring makan yang terbuat dari bahan non rotan seperti piring kaca, piring melamin dll. Mereka katakan, anak-anaknya sibuk kuliah sehingga tidak ada yang membantu untuk mencuci piring dan gelas kotor. Dari masalah ini, mereka kemudian beralih untuk menggunakan piring dari anyaman rotan (piring rotan).



Piring rotan dapat dipakai berulang-ulang dan tidak perlu dicuci, cukup saja dipakai kertas pemungkus makanan yang dijual di pasaran. Kita bisa mencari pembungkus makanan yang praktis dan ekonomis. Pembungkus makanan ini dipakai sebagai alas dari piring rotan. Setelah makan, kertas pembungkus makanan dibuang atau dikumpulkan di tempat pembuangan sampah non organik untuk kemudian dijadikan kompos jika mau, namun bila keluarga tidak mau repot dengan urusan ini, ya dibuang ke tempat sampah.

Penggunaan piring dan pembungkus makanan tentu sangat praktis dan efektif mengatasi masalah cuci piring. Kamipun kemudian menggunakannya di rumah dan hasilnya efektif membantu kami dalam mengatasi masalah mencuci piring yang kadang menumpuk dan mencucinya juga butuh beberapa menit. Namun dengan menggunakan piring yang kami sebutkan di atas, pekerjaan di rumah dalam soal makan menjadi mudah. Kami tidak lagi sibuk mencuci piring. Dengan begitu efektif menghemat air di rumah.

Kertas pembungkus makanan juga mudah ditemukan. Cari saja “Pembungkus Makanan Yang Praktis dan Ekonomis”. Satu bungkus itu didalamnya terdapat puluhan kertas yang dapat dipakai sebagai tatakan untuk menahan nasi dan sayuran yang berkuah. Selain untuk keluarga, waktu menjamu tamu keluarga juga kita dapat menggunakan piring rotan. Jadi kalau mau cari kerta, silakan tanya saja dengan menyebut nama” Kertas Nasi Bunga /bakul.”, pasti gampang menemukan dan membelinya.
Jadi, efektivitas dari piring rotan dan kertas pembungkus makanan terletak pada berkurangnya kesibukan mencuci piring dengan air, dengan begitu kita menghemat tenaga untuk bekerja pada pagi hari sampai sore hari. Sehabis makan kertas dibuang sedangkan piringnya disimpan untuk waktu makan berikutnya.

Piring Rotan dapat dibeli secara online di toko online. Bisa juga dibeli di toko yang menjual alat-alat makanan. Kalau mau membeli secara online maka silakan saja cari di Google. Nanti google akan memunculkan beberapa toko online yang menjual piring yang terbuat dari rotan. Setelah itu jika berminat silakan dipesan. Setelah transfer uang ke rekening virtual toko online maka pesananpun siap di antar ke alamat rumah. Namun kita tetap berwaspada, jangan sampai ada yang menipu kita. Pastikan bahwa toko online yang menjual piring rotan adalah toko online terkenal. Kewaspadaan ini penting. Namun jangan juga berlebihan. Karena di dunia online ada yang melayani dengan hati. Artiinya ada yang melayani pesanan jual produk secara jujur.

Demikian sharing pengalaman keluarga dan semoga bermanfaat
Salam

Tuesday, January 29, 2019

Efektif Bersikap Multikultural Terhadap Mereka Yang Merayakan Imlek di Tahun 2019

Mengajar pelajaran Pendidikan Multikultural di homebase saya membuka pemahaman saya untuk mendalami perbedaan. Saya sebagai anak bangsa yang sadar berada dalam negara yang warganya berada dalam ragam perbedaan atau berada dalam negara yang multikultural maka saya mesti juga menunjukkan sikap multikulturalku. Saya memang tidak merayakan Imlek tetapi saya menghargai mereka yang merayakan imlek. Untuk itulah saya berusaha membahas secara sederhana apa yang saya ketahui tentang Imlek atau dalam perayaan tahun baru imlek biasanya orang mengucapkan: "Gong Xi Fa Cai". Ingat saya hanya menulis tentang sikap saya dalam menghargai perbedaan yang ada di negara tercinta, yaitu Indonesia.
Sebentar lagi kita memasuki bulan Februari 2019, pada tanggal 5 Februari 2019 akan ada perayaan imlek yang dilakukan oleh sesama anak bangsa, dalam hal ini orang-orang Tionghoa. Mereka dan orang lain, termasuk saya yang menghargai perbedaan tentu kita ucapkan "Gong Xi Fa Cai". Selanjutnya saya ulangi postingan saya terdahulu tentang Imlek. Dalam tahun baru Imlek umumnya diucapkan “Kong Xi Fa Chai pada saat perayaan tahun baru imlek tiba atau sesuadahnya. Untuk maksud ini saya membahas secara singkat tentang Tahun Baru Imlek yang saya lakukan disini sebagai upaya pendidikan multikultural.




Sumber Gambar: Pixabay (Free)

Dalam pendekatan pendidikan multikultural maka setiap orang berada pada budaya. Oleh karena itu manusia dan dalam budayanya mesti dihargai sebagaimana mestinya. Walaupun begitu, tulisan ini tidak dapat dijadikan sebagai salah satu refrensi terbaik. Karena refrensi terbaik tentang Imlek pasti datang dari anak bangsa yang merayakan hari imlek. Merekalah yang paling tahu tentang imlek, sedangkan saya hanyalah salah satu dari mereka yang berusaha belajar tentang perayaan tahun baru imlek.

Biasanya pada saat imlek tiba pasti ada libur. Liburan itu dipakai untuk saling berkunjung dan mengucapkan "Gong Xi Fa Cai". Ada yang mengunakan waktu liburan imlek untuk ke kampung halaman, memilih hotel yang cocok untuk liburan imlek, memilih penerbangan yang cocok pada saat tiba liburan imlek. Hari raya imlek menjadi salah satu hari raya yang kita kenal di Indonesia. Hari raya imlek biasanya dilakukan oleh saudara-saudari kita dari etnis Cina.

Pengertian Gong Xi Fa Chai

Kita pasti sudah terbiasa mendengar kata "Gong Xi Fa Chai" namun apa artinya. Beberapa informasi di situs online menyatkan bahwa Gong Xi Chai artinya selamat sejahtera. Dengan demikian, bila kita mengucapkan gong xi fa chai berarti kita menyampaikan selamat sejahtera


Bagi mereka yang tinggal di Bangka, Medan, Kalimantan Barat, dan di setiap daerah pasti ingin merayakan imlek di daerah bersama keluarga. Di daerah saya ada juga saudara-saudara saya keturunan Tionghoa. Mereka juga pasti merayakan imlek. Ada berlibur ke Kupang dan selanjutnya ke Alor, Flores, Sumba Timur dan Sumba Barat, Sumba Barat Daya, ke Soe, Kefamenanu,Atambua, ke Ambon, ke Papua, ke Sulawesi dan daerah-daerah lain. Pasti sudah memilih penerbangan yang cocok. Pesawat yang dipilih untuk penerbangan ke daerah dalam hal berlibur untuk merayakan imlek dan megucapkan Kong Xi Fa Chai.
Bagi mereka yang memilih untuk merayakan imlek di Bali pasti sudah memilih hotel-hotel yang berada di daerah dan juga penerbangan ke tempat-tempat yang dianggap surga dunia dan menikmati keindahan wilayah tersebut sampai kembali dari masa libur.

Imlek tahun 2019 jatuh pada tanggal 5 Februari. Jadi hari raya imlek dirayakan pada 5 Februari 2019. Tentu pada tanggal ini saudara-saudara kita yang merayakan imlek telah mempersiapkan perayaan imlek dengan acara-acara penting sesuai kebiasaan yang ada dalam tradisi imlek. Salah satu kota yang biasanya ramai dengan ornamen imlek yaitu kota Singkawang, dan Pontianak. di Daerah lain juga pasti ada, hanya saja sepemgetahuan saya yang pernah beberapa waktu di Kalimantan Barat menyaksikan bagaimana ramainya imlek di kota yang saya sebutkan. DI kota ini warga etnis Tionghoa tentu dalam jumlah yang relatif banyak. Singkawang misalnya kita kenal ada kota "amoy". Saya baru tahu ternyata Amoy adalah sebutan untuk gadis remaja yang beranjak dewasa. lihat situs keepo.me

Selama perayaan imlek, sebuah lampu yang terkenal yang selalu ditemptkan di dalam rumah yaitu Lampion merah yang digantung selama perayaan Tahun Baru Imlek. lampu ini digantung sebagai makna keberuntungan (wikipedia)

Beberapa sumber yang saya temukan di google menyebutkan bahwa penulisan Kong Xi Fa Chai bergantung pada bahasa yang dipakai. Bila bahasa Mandarin maka facai tidak menggunakan h, jadi tidak ditulis Chai. Peggunaan Ch hanya ada pada bahasa Kantonis dan bahasa Hakka. Jadi menulis Chai dan Cai dua-duanya bisa digunakan.
Namun bila saya salah memahami maka mohon dikoreksi oleh saudara kita yang merayakan imlek atau mereka yang belajar khusus tentang budaya Tionghoa.

Pakaian Perayaan imlek

Pada saat perayaan imlek tiba, ada pakaian yang dikenakan oleh laki-laki dan perempuan. Pakaian ini disebut dengan pakaian imlek laki-laki dan pakaian imlek perempuan. Pilihan warna yaitu warna merah.Pakaian yang dimaksud disini yakni baju yang dipakai saat Imlek.

Baju Cheongsam dan Changshan

Baju imlek yang digunakan oleh para wanita atau kaum perempuan adalah baju Cheongsam. Baju ini merupakan baju tradisonal yang menurut informasidibuat tahun 1920 di sebuah daerah yaitu Shianghai. Baju Cheongsam yang dipakai oleh para kaum wanita dari etnis Tionghoa menggambarkan simbol kelas sosial. Maksudnya mereka yang menggunakan baju ini (Cheongsam) adalah para wanita dari kelas sosial atas atau wanita kalangan atas. Warna dari baju ini addalah warna merah yang melambangkan “kebahagiaan”. Warna merah dalam tradisi Tionghoa atau China merupakan lambang kebahagiaan. Jadi, perempuan yang menggunakan baju Cheongsam berwarna merah adalah wanita yang berbahagia atau berada dalam suasana bahagia. Sedangkan para laki-laki menggunakan baju Changshan. Baju Changshan berasal dari bahasa piyin Changshan yang memiliki arti baju panjang

Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, saudara-saudara kita suku Tionghoa atau keturunan Chinese (Bila sebutan ini salah mohon maaf) yang merayakan Imlek, biasanya menghias rumah mereka dengan dekorasi warna merah. Warna merah tentu punya arti bagi saudara-saudara kita suku Tionghoa di Indonesia dan juga di berbagai belahan dunia. Dalam haria raya imlek ada yang disebut dengan "Ang Paw". Ang paw itu dikasih oleh saudara-saudara. Tentu tidak ketinggalan membeli baju baru untuk perayaan tahun baru imlek, beli sepatu baru dll.

Mereka yang merayakan Imlek di luar Jakarta, pasti sudah memesan tiket pesawat, tiket kereta api, hotel. Apalagi berlibur ke Bali dan tempat tempat wisata lainnya yang berskala internasional. Di Papua ada Raja Ampat, dll. DI NTT ada danau kelimutu, Komodo dll. Tentu dalam perayaan imlek ini juga pasti ada diskon secara besar-besaran. Bagi kita yang mau berbelanja seperti membeli kaca mata, membeli ikat pinggang, beli jas, sepatu, kemeja pasti ada diskon. Silakan cari pasti ketemu diskon yang mencapai 70%.

Salam Gong Xi Fa Chai


Monday, January 28, 2019

Efektif Menggunakan Celana dan Sepatu Olahraga Bermerek Internasional

Efektif Menggunakan Celana dan Sepatu Olahraga Bermerek Internasional
Mampukan Anda menjawab merek Celana dan Sepatu olah raga bermerek internasional yang saya maksudkan? Silakan baca sampai selesai dan memberi jawaban untuk membuktikan kemampuan menjawab apa yang saya maksudkan dalam artikel ini. Selamat membaca dan menemukan jawaban. Baiklah saya mulai dengan sebuah pengalaman pribadi.

Ketika saya masih di Sekolah Menegah Pertama pada tahun 1980 – 1983, dan SMK tahun 1983 – 1985, saya dan teman-teman selalu memilih celana olahraga bermerek internasional. Celana pendek itu banyak digemari oleh anak-anak SMP dan SMA di kota asal saya. Ya pengalaman masa lalu kadang menyenangkan. Khususnya pengalaman ketika di sekolah bersama dengan guru olah raga dan guru bidang stdudi lainnya. Guru dan murid punya pilihan dalam menggunakan pakaian bermerek dunia, khususnya pada saat olah raga.


Pada waktu itu, kami belum mengenal gosokan pakaian dengan gosokon bertenaga listrik, kami terbiasa dengan isterika (gosokon) yang menggunakan bara api yang berasal dari kayu kusambi karena baranya bertahan beberapa jam. Kayu kusambi juga sering kami gunakan untuk membuat gasing (alat bermain para anak-anak remaja). Kami menggunakan kayu ini karena kayu ini padat dan keras. Untuk mendapatkan kayu kusambi kering dapat ditempuh dengan mencari sendiri ke hutan atau membeli di pasar. Di pasar ada penjual kayu bakar, khususnya kayu kusambi. Kayu ini juga sangat cocok dipakai untuk membakar batu bata. Selain kayu kusambi, kami juga mengunakan tempurung kelapa, tempurung kelapa dibakar kemudian arangnya dimasukan dalam alat gosokan pakaian yang kami sebut dengan isterika pakaian. Pilihan lain yaitu kami pergi ke Jalan-jalan raya, melihat pohon mahoni, kami kemudian mengambil kulit kayu mahoni yang sudah tua, biasanya kulit mahoni yang sudah tuah agak terbuka dengan kulit yang masih mudah, kami mengambilnya beberapa potong kemudian membawanya ke rumah dan membakar untuk dijadikan arangnya menggunakannya di alat gosokokan pakaian dan mulai menggosok pakaian kesayangan seperti celana olah raga bermerek internasional. Bahannya lembut dan berkualitas, tidak mudah sobek. Itulah sebabnya kami lebih suka menggunakan celana ini.

Hari ini tanggal 29 Januari 2019, saya melihat sebuah pesan sponsor tentang sepatu yang dulu tidak kami kenal di kota kelahiran kami. Sepatu ini mereknya sama dengan celana yang biasa kami pakai untuk olah raga ketika kami masih di SMP dan SMA/SMEA sekarang SMK. Nama celana dan sepatu tersebut akan saya sebutkan. Saya senang karena sepatu yang saya lihat hari ini di sebuah situs toko online dengan merek yang tertulis di Celana yang kami gunakan pada waktu SMP. Di sepatu sebagaimana yang saya maksudkan tertulis merek sepatu. Merek sepatu inilah yang memberi daya rangsang dari luar untuk mengingat pengalaman saya ketika menggunakan celana bermerek internasional yang di jual di kota kami. Sekarang tebak apa merek celana dan sepatu yang saya maksudkan. Untuk membantu pembaca memastikan merek celana dan sepatu bertaraf dunia ini maka saya membuat sebuah cerita berdasarkan sebuah video yang menceritakan sebuah peristiwa di sebuah Negara yang disebut Chili. Demikian cerita ini.

Sebuah keluarga di Chili menemukan seeokor hewan yang disebut Puma. Binatang ini diduga berasal dari peliharaan. Bintang ini terkenal dengan kekuatannya, khususnya dalam berlari. Puma itu ditemukan di dapur, ketika ibu ini mempersiapkan sarapan, ia menemukan kaki seekor hewan yang diduga kucing namun ternyata “PUMA”. Pemilik rumah ini namanya Ammalin Haddad. Hewan ini tidak menyerang pemilik rumah, informasi kemudian disampaikan kepada petugas kebun binatang dan petugas segera datang dan membawa puma ke kebun binatang.(Berita di:youtu.be/wi5u13s6Qmc)
Jadi, berdasarkan cerita saya, silakan menjawab merek celana dan sepatu yang saya maksudkan. Apakah celana dan sepatu yang saya maksudkan adalah:
a. Brand Adidas
b. Brand Puma
c. Brand lain
Bila Anda menjawab opsi jawaban a atau b maka pertanyaan selanjutnya mengapa pemilik usaha menggunakan nama tersebut. Adakah filosifis tertentu yang melekat pada brand ini sehingga kebanyakan orang di seluruh dunia, khususnya di dunia olah raga menggunakan merek celana, khususnya merek sepatu yang saya maksudkan dalam artikel ini.
Lalu efektivitasnya ada dimana. Menurut saya, efektivitas celana dan sepatu ini terletak pada kualitas. Artinya celana dan sepatu dengan merek ini dibutuhkan orang banyak di seluruh dunia. Sepatu ini bila dipakai dalam olah raga maka sangat efektif menolong orang yang menggunakannya dalam pergerakan. Bahkan begitu simple dan memberi efek yang luar biasa, sepatunya ringan ketika digunakan untuk berolah raga, berjalan kaki, bersantai dan lain-lain.


Sekarang di mana kita membeli sepatu bermerek internasional yang saya maksudkan di atas, praktisnya cari di google dan pesan secara online, transfer biaya pembelian sepatu dan sepatu yang kita pesan pasti di antar ke alamat kita. Silakan cari di toko online ternama yang ada di Indonesia. Harganya juga sudah dicantumkan dalam situs toko online. Tetapi kalau mau manual ya silakan ke toko sepatu di kota Anda.

Di toko online saya melihat satu set mulai dari sepatu, celana, baju kaos dengan merek yang saya sebutkan di atas, dapat secara efektif digunakan untuk olahraga lari dan olah raga fitness. Kabar menariknya ada jaketnya juga. Silakan lihat sendiri caket bermerek sama dengan sepatu, celana dan baju yang saya sebutkan di atas. dll

Semoga bermanfaat

Sunday, January 27, 2019

Efektif Mendisiplinkan Anak Remaja

Efektif Mendisiplinkan Anak Remaja
Ada berbagai cara yang umum digunakan oleh orang tua untuk mendisiplinkan anak-anak dan remaja, cara mendisiplin berkorelasi dengan model pola asuh yang ada pada orang tua, model pola asuh itu antara lain :
Orangtua yang otoriter biasanya orangtua yang menerapkan hukuman fisik dan aturan-aturan tanpa menjelaskan kepada anak maksud dari peraturan yang ada. Hukuman mental dan fisik akan sering diterima anak-anak dengan alasan terus tetap patuh dan disiplin serta menghormati orangtua yang telah membesarkannya. Anggapan ini memberi kesan bahwa orangtua memaksakan kehendaknya kepada anak untuk mengikuti standar nilai perilaku yang orangtua anggap baik. Bruce Norramere menyatakan,
Baca Juga: Perayaan Hari Raya Imlek 2019
“Orangtua yang otoriter adalah penguasa yang absolute dan perintahnya didalam keluarga tidak dapat ditawarkan. Ia menganggap dirinya berhak bukan hanya untuk memimpin dan mengarahkan anak-anaknya, tetapi juga mencoba untuk membentuk mereka dengan cara apapun yang diperlukan agar menjadi sebagaimana yang diinginkan anak.” (Bruce Norramere, 1980: 24)

Dengan memperhatikan pernyataan di atas, jelas bahwa orangtua yang otoriter adalah orangtua yang ingin berkuasa sendiri dan memiliki sikap sewenang-wenang terhadap anaknya. Segala kekuasaan mutlak ada ditangan orangtua. Singgih D. Gunarsa menyatakan, “Dengan cara otoriter, ditambah dengan sikap yang keras, menghukum dan mengancam, akan menjadikan anak patuh dihadapan orangtua, tetapi dibelakangnya dia akan memperlihatkan reaksi-reaksi, misalnya menentang atau melawan karena anak merasa dipaksa. Reaksi dan melawan bisa ditampilkan melalui tingkah laku yang melanggar-norma-norma dan yang menimbulkan persoalan dan kesulitan baik kepada diri sendiri maupun di lingkungan rumah, sekolah dan pergaulannya”. (Singgih D. Gunarsa, 2004: 82)
Hal ini menjelaskan bahwa pendiplinan dengan cara otoriter akan membentuk anak menjadi pemberontak terhadap orangtua dan bukan menjadi anak yang penurut. Sikap orangtua yang otoriter dalam mendisiplinkan anak akan mengakibatkan hilangnya kebebasan anak dalam beraktivitas dan pada akhirnya kemampuan anak menjadi tumpul. Hal ini sangat berpengaruh pada anak terutama pada perilaku hidupnya. Jadi, menerapkan disiplin secara otoriter merupakan suatu cara yang tidak baik pada anak. Anak semestinya diberikan kebebasan dan bimbingan yang penuh dengan pengertian dan kasih sayang.

Ada beberapa cara yang umum digunakan oleh orang tua untuk mendisiplinkan anak-anak dan remaja, yaitu:

1. Pendengar yang baik
Komunikasi adalah penyampaian suatu informasi dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam komunikasi itu, ada pihak yang berbicara dan ada pihak yang mendengarkan. Pihak yang mendengarkan akan mendapatkan informasi dan kemudian akan mengerti informasi yang disampaikan oleh pihak yang berbicara.
Untuk dapat mengerti informasi yang disampaikan oleh seorang anak, orangtua harus menjadi pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik merupakan figur yang disukai dan disenangin oleh anak pada orangtuanya. Questin J. Schultze menyatakan, “Mendengarkan juga suatu hal yang penting untuk membina hubungan kasih dalam keluarga. Terlalu banyak orangtua yang menghabiskan waktunya untuk berbicara pada anak-anak mereka, tetapi terlalu sedikit waktu yang diberikan untuk mendengarkan mereka” (Questin J. Schultze, 1996 :12). Pernyataan di atas, menjelaskan bahwa orangtua bukan hanya memberi nasehat saja, mendidik dan membimbing dengan baik dan benar, tetapi orangtua juga harus memberikan waktu untuk mendengarkan apa yang menjadi keluhan, masalah, keinginan, dan harapan anak.
Kadangkala orangtua sering lupa dan menganggap informasi dari anak¬anaknya tidak begitu penting untuk didengarkan sehingga sering mengabaikan jika anak mau berbicara tentang keluhan-keluhannya. Orangtua juga sering memberikan alasan dengan sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak bisa memberikan waktunya untuk mendengarkan informasi-informasi dari anak.



Anna Yulia menyatakan, “Jika anak anda sudah besar, dia akan merasa dikasihi jika anda menyatakan waktu yang berkualitas untuknya seperti meluangkan waktu untuk duduk dan menemaninya sambil mendengarkan dengan penuh antusias cerita-cerita tentang pengalaman di sekolah, tentang teman-temannya dan gurunya”. (Anna Yulia, 2007 : 42) Dari pernyataan di atas menjelaskan bahwa dengan memberikan waktu bersama dengan anak dan mendengarkan setiap keluhan-keluhan mereka, akan membawa dampak yang baik dalam diri anak. Abdulla Bin Abbas menyatakan,
“Banyak sekali manfaat bagi anak dari sikap orangtua yang selalu mendengarkan secara efektif antara lain: a. Membantu anak meningkatkan rasa percaya diri untuk mengungkapkan sesuatu, b. Mengajarkan kepada anak bahwa kita menghormatinya, c. Dapat mengerti perasaan anak, d. Meringankan beban perasaan anak, e. Membantu melihat akan permasalahan yang sering dialami anak dan jika bisa memberinya jalan pemecahnnya, f. Dapat membuat hubungan anak dengan orangtua semakin akrab, g. Anak tidak akan mencari solusi lain yang salah untuk dijadikan sebagia tempat curhat hati” (Abdulla Bin Abbas, 2007: 115).

Pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa waktu yang diluangkan orangtua bersama dengan anak sangat bermanfaat bagi anak baik dalam hubungan dengan orangtua maupun dalam ia menyelesaikan satiap persoalan-persoalan yang dihadapinya. Oleh karena itu, orangtua harus memberikan waktu untuk menemani anak, mendengarkan berbagai keluhan, permasalahan dan keinginan seorang anak.

2. Tidak Bertindak Otoriter

Seringkali orangtua cenderung beranggapan bahwa menjadi orangtua yang bertanggung jawab terhadap anak-anak mereka orangtua harus memberikan pembinaan sikap yang baik sesuai dengan keinginannya. Orangtua menginginkan anaknya berperilaku sesuai dengan apa yang mereka ajarkan dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang mereka perintahkan. Orangtua juga mengharuskan anaknya mempunyai sikap yang sesuai dengan keinginan hatinya. Anggapan terkesan memaksakan anaknya untuk mengikuti standar nilai perilaku yang dianggap orangtua baik. orangtua yang seperti ini lebih cenderung disebut orangtua yang otoriter. BK. Narayan menyatakan,

“orangtua yang otoriter adalah orangtua atau pengaruh memberikan peraturan-peraturan pada anak dan mematuhinya. Tidak ada penjelasan pada anak mengapa ia harus mematuhi perintah dan anak tidak diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya tentang aturan itu. Anak harus mematuhi aturan itu jika ia tidak mau dihukum”. (BK. Narayan, 2009 : 86)

Dari pernyataan di atas jelas bahwa orangtua yang otoriter adalah orangtua yang memaksakan kehendaknya kepada anaknya, yang artinya segala sesuatu yang menyangkut diri anak harus atas keinginan orangtua. Jika anak tidak mematuhi peraturan atau perintah dari orangtua, maka anak akan dihukum. Oleh karena itu jika orangtua terus memaksakan kehendaknya kepada anak yang sesuai dengan aturan dari orangtua maka ketika anak mengalami masalah maka anak tidak mampu untuk mengatasinya. Anak akan berkecil hati dan tidak percaya diri dalam menjalani hidupnya atau anak akan memberontak melawan orangtua karena merasa ia terlalu di kekang dalam menentukan sikapnya. Dengan demikian memberikan disiplin secara otoriter kepada anak-anak atau dengan paksaan serta keras akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak bermanfaat sama sekali dalam pembentukan sikap anak.
Sikap orangtua yang keras akan menjadikan pribadi seorang anak menjadi pribadi yang keras bahkan menjadi pemberontak. Dengan sikap orangtua yang otoriter akan mengakibatkan hilangnya kebebasan, inisiatif dan aktivitas anak menjadi tumpul. Hal ini menggambarkan bahwa memberikan disiplin yang otoriter merupakan suatu cara yang tidak ideal yang diterapkan pada diri anak, anak semestinya diberikan kebebasan dan bimbingan yang penuh pengertian sehingga anak merasa bahagia. Pada dasarnya, menanamkan disiplin dengan meyakinkan tanpa ada paksaan dan kekerasan akan membuat anak menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Dengan demikian, orangtua harus menjauhkan sikap yang otoriter dalam menanamkan disiplin pada anak sebab dengan cara tersebut bukan suatu cara yang baik dalam pembentukan sikap anak. Tuhan memberikan wewenang kepada orangtua untuk mendidik anak dengan penuh kasih bukan dengan cara paksaan melainkan mendidik dengan penuh kasih dan pengertian.

3. Menjadi Patner diskusi dan tempat pencurahan perasaan anak

Ketika pertama kali anak memasuki usia sekolah, anak mengalami dan merasakan berbagai pengalaman baru di lingkungan sekolahnya. Pengalaman anak dapat berupa pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan. Anak mengalami situasi yang baru di sekolah, teman-teman yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, guru yang ramah maupun yang tidak dan kegiatan-kegiatan yang baru di sekolahnya. Dalam hal ini, jelas bahwa anak membutuhkan seseorang yang menjadi pendengar dalam menceritakan pengalaman-pengalaman yang baru di alaminya di sekolah. Orangtua sebagai sosok yang paling dekat dengan anak seharusnya dapat menjadi tempat yang tepat bagi anak-anaknya dalam mencurahkan perasaan dan isi hatinya (Chairrinza Graha, ,2008 : 5). Penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa anak-anak sangat merindukan orangtuanya menjadi patner dan tempat mencurahkan perasaan isi hatinya.

Dengan demikian, setiap orangtua hendaknya menjadi petner yang baik untuk anak-anak karena anak merindukan orangtuanya menjadi tempat mencurahkan isi hatinya. Dengan cara ini, dapat membantu anak menyelesaikan segala permasalahan dan persoalan yang ia hadapi dan membuat hubungan orangtua dan anak dapat terjalin dengan baik.

4. Menjadi Orangtua Yang Demokratis

Pola pendisiplinan orangtua yang demokratis adalah pendisiplinan yang memprioritaskan kepentingan anak dan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan serta tidak berharap yang berlebihan yang melampauhi kemampuan anak (Singgih D. Gunarsa dan Yulia D. Gunarsa, 2008:10). Dari pernyataan di atas jelas bahwa pendisiplinan yang demokratis memperlihatkan dan menghargai kebebasan anak. Namun, kebebasan yang diberikan bukan kebebasan yang mutlak tetapi anak di bimbing dengan pengertian oleh orangtua sehingga anak dengan orangtua saling mengerti dan memahami satu dengan yang lainnya.

Pola pendisiplinan yang demokratis akan memberikan dampak yang positif kepada anak misalnya anak mandiri, bertanggung jawab, kreatif, mudah kerjasama dengan orangtua, dan ramah terhadap orang lain. Oleh karena itu, pola pendisiplinan yang demokratis memberikan dampak yang baik bagi anak maka pola pendisiplinan perlu di terapkan.

1). Berorientasi pada kasih sayang

Pola pendisiplinan yang berorientasi pada kasih sayang. Orangtua memberikan kebebasan pada anak untuk memilih dan melakukan sesuatu tindakan dan pendekatannya kepada anak bersifat akrab dan bersahabat. Pengawasan¬pengawasan yang diberikan orangtua dalam mendisiplinkan anak diterapkan dengan fleksibel. Hal ini dilakukan untuk memancing sikap terbukan dan tanggung jawab anak, sehingga diharapkan apapun yang dilakukan anak dapat diketahui oleh orangtua. Orangtua yang demokratis adalah orangtua yang menjalin persahabatan dalam mendisiplinkan anak, memiliki kesabaran dan kegigihan dalam mengasuh dan mendidik anak, sehingga anak merasa dihargai sebagai seorang individu. Anak yang memiliki orangtua yang bersikap demokratis cenderung bisa menghargai dirinya sendiri dan orang lain.

2). Menghargai pendapat anak

Pendisiplinan anak yang demokratis sangat menghargai pendapat apabila sesuai dengan norma orangtua, maka akan disetujui untuk dilakukan sebaliknya. Jika pendapat dan keinginan anak tidak sesuai, maka orangtua memberikan keterangan sambil meyakinkan perbuatan anak. Oleh karena itu, orangtua memberikan kebebasan kepada anak dan menghargai pendapatnya.

3). Menjadi sahabat

Pendisiplinan anak yang demokratis harus bersahabat dimana orangtua menghargai pendapat dan perasaan anak. Setiap anak menginginkan orangtua menjadi sahabat dan tempat untuk mengadu. Anna Yulia menyatakan, “Ada satu hal lagi yang anak perlukan, terutama jika ia tidak punya teman sebayanya atau jika anak-anaknya memasuki masa remaja, yaitu menjadikan dirinya menjadi teman anak.” (Anna Yulia Singgih, 47). Dari pernyataan di atas menjelaskan bahwa anak merindukan orangtua menjadi sahabatnya dan orangtua menjadi sahabatnya. Dengan demikian, orangtua hendaknya menjadi sahabat anak-anaknya bukan menjadi musuh. Orangtua tidak boleh membuat batasan-batasan dengan alasan supaya anaknya segan kepada orangtuanya. Akan tetapi, kehangatan kasih sayang hendaknya dikomunikasikan disela-sela disiplin.

Semoga bermanfaat



Peningkatan Prestasi Belajar Anak

Peningkatan Prestasi Belajar Anak
Prestasi belajar memungkinkan anak untuk memiliki kemampuan menciptakan sesuatu produk teknologi. Misalnya kereta api, pesawat, tiket pesawat, alat-alat koneksi internet, handphone Android, Smart dll merupakan hasil karya dari mereka yang memiliki prestasi dalam belajar. Dalam hal ini peningkatan prestasi belajar adalah tingkat kemanusiaan yang dimiliki anak atau siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar.


Baca Juga: Perayaan Hari Raya Imlek 2019

Prestasi belajar dalam definisi ini menegaskan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar-mengajar. Serah dengan pemahaman ini, Winkel menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai seseorang. Prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Prestasi belajar juga dapat diartikan kemajuan dalam perkembangan siswa setalah siswa tersebut mengikuti kegiatan belajar dalam waktu tertentu.


Prestasi belajar memiliki beberapa fungsi yakni:

1. Prestasi belajar sebagai indicator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai peserta didik
2. Prestasi belajar sebagai lambing pemuasan hasrat keingintahu atau tendensi keingintahuan (couriosity) dan merupakan kebutuhan umum manusia.
3. Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Prestasi belajar dapat dijadikan sebagai pendorong peserta didik dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berperan.
4. Prestasi belajar sebagai bahan informasi dalam inovasi pendidikan.
5. Prestasi belajar dapat dijadikan indicator daya serap (kecerdasan) peserta didik.

Jadi prestasi belajar adalah hasil dari kegiatan belajar yang dilakukan oleh seorang anak atau siswa yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan dengan penilaian: sangat baik, baik, cukup, sedang dan buruk. Dengan kata lain, prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, umumnya prestasi belajar berbentuk pemberian nilai (angka) dari pendidik (guru/dosen) kepada siswa sebagai indikasi sejauhmana siswa telah menguasai materi pelajaran yang disampaikan, yang dinyatakan dalam angka, huruf atau kalimat dan terdapat dalam periode tertentu.



Menurut Winkeal seperti dikutip oleh Dimayanti “belajar adalah sebagai suatu aktivitas, mental psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan menetap (konsisten) dan berbekas.” (Dimayanti, 1999: 143). Hal ini berarti belajar adalah suatu kegiatan yang aktif yang sungguh dilakukan dengan penuh kesadaran. Menurut Purwanto “belajar adalah suatu perubahan tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku lebih buruk atau lebih baik, perubahan-perubahan itu terjadi melalui latihan dan pengalaman dan bersifat relatif menetap (Purwanto, Dick, 1990: 107)

Papasaran di atas menegaskan bahwa belajar adalah perubahan yang meliputi tiga ranah, kognitif, afektif dan psikomotorik. Seseorang dikatakan belajar apabila terjadi perubahan dalam dirinya, perubahan itu terjadi melalui pengalaman-pengalaman langsung maupun tidak langsung. Artinya pengalaman belajar dapat terjadi melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung. Dikatakan demikian karena tidak semua pengalaman belajar dapat diperoleh secara langsung. Misalnya pelajaran tentang ikan hiu dapat dilakukan peserta didik melalui pengalaman langsung tetapi juga melalui pengalaman tidak langsung. Disini terletak kebutuhan media pembelajaran. Namaun pokok ini tidak dibahas disini karena variabel penelitian ini yakni prestasi belajar.

Berdasarkan paparan di atas, belajar merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar dan rutin pada seseorang sehingga akan mengalami perubahan secara individu baik pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku yang dihasilkan dari proses latihan dan pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan belajar.

Bila ingin memberi hadiah kepada anak untuk meningkatkan prestasi belajar maka hal itu boleh dilakukan oleh orangtua. Misalnya anak yang mencapai prestasi belajar dapat diajak atau diberi tiket pesawat untuk perjalanan ke beberapa negara tetangga di Asia, atau ke Amerika, Eropa dll. Bila anak meminta di wilayah Nusantara misalnya membeli tiket kereta api dan biaya untuk penginapan di Hotel. Katakanlah di Yogya, Bali dan daerah-daerah lain.

Semoga bermanfaat

Efektif Mendisiplinkan Anak Untuk Belajar

Efektif Mendisiplinkan Anak Untuk Belajar
Apa itu disiplin? Menurut Suradinata (1996: 150), disiplin pada dasarnya mencakup pelajaran, patuh, taat, kesetiaan, hormat kepada ketentuan/peraturan/norma yang berlaku. Dalam hubungannya dengan disiplin belajar merupakan unsur pengikat, unsur integrasi dan merupakan unsur yang dapat menggairahkan seorang anak untuk belajar bahkan dapat pula sebaliknya.

Berdasarkan definisi di atas, disiplin merupakan faktor pengikat belajar, yaitu merupakan kekuatan yang dapat memaksa seorang anak untuk mematuhi peraturan serta prosedur belajar yang telah disepakati dan telah ditentukan oleh orangtua dengan berpegang pada peraturan tersebut. Dalam konteks keluarga di mana anak berada dalam pengawasan orangtua sehingga disiplin dapat dipahami sebagai tindakan kepatuhan anak untuk menghormati dan melaksanakan suatu system yang mengharuskan anak untuk tunduk kepada keputusan, perintah dan peraturan yang berlaku dalam keluarga. Dengan kata lain, disiplin adalah sikap menaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan dan diberlakukan di keluarga.

Baca Juga: Perayaan Hari Raya Imlek 2019

sebagai bangsa yang multikultural kita perlu saling mempelajari hari raya keagamaan agar kita dapat membangun saling menghargai satu dengan yang lain


Selain definisi di atas, ada pula yang membahas definisi disiplin dari segi bahasa. Arti disiplin bila dilihat dari segi bahasanya adalah latihan ingatan dan watak untuk menciptakan pengawasan (kontrol diri), atau kebiasaan mematuhi ketentuan dan perintah. Jadi arti disiplin secara lengkap adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapa pun (Asy Mas’udi, 2000: 88).




Disiplin adalah kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan atau pengendalian. Disiplin bertujuan mengembangkan watak agar dapat mengendalikan diri, agar berprilaku tertib dan efisien” (Kadir, 1994: 80). Menurut Djamarah, disiplin adalah "Suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pridadi dan kelompok” (Djamarah, 2002: 12).

Disiplin mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Berkualitas atau tidaknya belajar siswa sangat dipengaruhi oleh faktor yang paling pokok yaitu kedisiplinan, disamping faktor lingkungan, keluarga, sekolah, serta bakat siswa itu sendiri. Dengan demikian peranan orangtua dalam mendisiplinkan anak memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar anak sebagai siswa di sekolah.
Jadi, yang dimaksud dengan disiplin orangtua terhadap anak untuk belajar adalah sikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan norma yang ada dalam menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap anak untuk mau belajar.

Unsur Penting dalam Disiplin

1. Hukum/peraturan

Dalam konteks keluarga, setiap keluarga memiliki peraturan-peraturan yang berlaku dalam keluarga. Aturan-aturan itu mesti dipatuhi oleh anggota keluarga. Salah satu anggota keluarga yaitu anak. Anak wajib mengikuti aturan yang berlaku dalam rumah. Khususnya dalam konteks belajar, setiap keluarga memiliki aturan bagi anaknya untuk belajar. Ada aturan belajar pada malam hari, persiapan mengikuti ujian tengah semester maupun ujian akhir semester. Ada orangtua yang menentukan aturan jam belajar yang mesti diperhatikan anaknya. Hukum atau peraturan dalam rumah dalam hubungannya dengan belajar adalah orang tua membentuk disiplin belajar anak di rumah dengan peraturan seperti: membuat jadwal belajar; mengajak, mengontrol, dan mendampingi anak dalam belajar; mengikutkan tambahan belajar di luar rumah dan sebagainya. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa perlu ada aturan di rumah tentang belajar anak. Anak tidak cukup hanya belajar di sekolah tetapi di rumahpun anak harus belajar. Di rumah orangtua memiliki peranan yang sangat besar dalam mendisiplinkan anak untuk belajar. Mendisiplinkan anak untuk belajar di rumah dapat dilakukan dengan cara sebagaimana yang disebutkan di atas. Intinya ada aturan di rumah tentang belajar anak. Anak diatur demikian rupa sehingga mendapat prestasi belajar yang baik.
Selain peraturan yang dijelaskan di atas, unsure disiplin tentang hokum atau aturan di rumah tentang belajar dapat dipahami dalam beberapa bentuk disiplin tentang belajar sebagai berikut.

Disiplin dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar

Pokok ini lebih pada suasana di sekolah akan tetapi di dalam keluarga, orangtua dapat mendisiplinkan anak untuk belajar dengan menyesuaikan dengan cara belajar anak. Anak yang memiliki cara belajar yang efektip memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada anak yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif.

Untuk belajar secara efektip dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap anak. Belajar secara efektip dan efisien dapat dilakukan oleh anak yang berdisiplin. Anak yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama yang perlu disadari dan dilakukan oleh orangtua adalah menolong anak agar agar dapdisukai. Misalnya anak yang lahir dan besar di kota-kota besar akan merasa memahami materi yang dipelajari apabila ia belajar sambil mendengar music, sedangkan anak yang lahir dan besar di kampong menginginkan belajar dalam suasana yang tenang, tidak ingin ada bunyi-bunyian yang dapat mengganggu konsntrasi belajar. Jadi kesadarn belajar itu penting. Kesadaran belajar akan membuat seorang anak menentukan strategi dan metode yang cocok dalam belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan lebih berhasil apabila kita memiliki : (1) Kesadaran atas tanggung jawab belajar, (2) Cara belajar yang efisien, (3) Syarat-syarat yang diperlukan (Oemar Hamalik, 2005: 1)

Demikianlah cara-cara belajar yang perlu diperhatikan oleh setiap siswa, karena dengan memiliki cara belajar yang baik akan membantu siswa dalam mencapai prestasi yang tinggi, dan cara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik secara teratur setiap hari, apabila siswa memiliki sikap disiplin. Jadi siswa yang pada dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan cara belajar yang tepat baginya.

2. Mendisiplin Menggunakan waktu belajar

Disiplin terhadap pemanfaatan waktu dapat dibagi dalam beberapa bagian yakni:

a. Cara mengatur waktu belajar.

Salah satu bentuk disiplin yang dapat dilakukan orangtua terhadap anak sehingga anak dapat melakukan kegiatan belajar yaitu dengan cara mengatur waktu belajar. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh anak adalah terdapat banyak keluhan yaitu kekuragan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien. Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak habis-habisn. Sikap yang demikian itu harus ditinggalkan oleh anak karena yang demikian itu tidak bermanfaat baginya. Kemampuan mengatur waktu merupakan suatu keterampilan yang sangat penting, bahkan ada ahli keterampilan studi yang berpendapat bahwa ”keterampilan mengelola waktu dan menggunakan waktu secara efisien merupakan hal yang terpenting dalam masa studi maupun seluruh kehidupan siswa” (The Liang gie, 1995:167).
Hal yang sama ditegaskan oleh Harry Shaw yakni:
Learning to use time is a valuable skill, one that will play dividends not only in studying but all through life. In fact, the ability to use time efficiently may well be one of the most significant achiements of your entire life.

Artinya belajar menggunakan waktu merupakan suatu keterampilan perolehan yang berharga, keterampilan yang memberikan keuntungan-keuntungan tidak saja dalam studi, melainkan sepanjang hidup. Sesungguhnya, kemampuan menggunakan waktu secaara efisien dapat merupakan salah satu prestasi yang terpenting dari seluruh hidup anda (The Liang gie, 1995:167)
Orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan waktunya. Dalam ajaran islam disiplin dalam pemanfaatan waktu sangat dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar saja, tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu dan kesempatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan baik menumbuhkan disiplin dalam mempergunakan waktu secara efisien.

b. Pengelompokan waktu.

Orangtua perlu mendisiplinkan anak dalam mengelompokkan waktu untuk belajar. Anak yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu, berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi.
Beberapa pedoman pokok yang perlu dipahami dan kemudian diterapkan olah siswa adalah sebagai berikut :

1). Kelompokkanlah waktu sehari-hari untuk keperluan studi, makan, mandi, olah raga, dan urusan-urusan pribadi atau sosial 2). Selidiki dan tentukanlah waktu yang tersedia untuk studisetiap hari. 3). Setelah mengetahui waktu yang tersedia, setiap siswa handaknya merencanakan penggunaan waktu itu dengan jalan menetapkan macam-macam mata pelajaran berikut urutan-urutannya yang harus dipelajari setiap hari. 4). Setiap siswa perlu pula menyelidiki bilamana dirinya dapat belajar dengan hasil yang baik. 5). Mata-mata pelajaran yang akan dipalajari diurutkan dari yang tersukar sampai yang termudah. 6). Siswa hendaknya membiasakan diri untuk seketika mulai mengerjakan tugas-tugas yang berkorelasi dengan studi. 7). Berkaitan dengan pengembagan kesadaran waktu, setiap siswa hendaknya menyadari ke mana berlalunya dan untuk apa waktu 24 jam sehari (atau 168 jam seminggu, 720 jam sebulan, 8760 setahun) yang dimilikinya (The Liang gie , Ibid, 170)
. c. Penjatahan waktu belajar.

Setiap siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara taratur.dan untuk belajar secara teratur setiap hari harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak bayak membuang waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan dipekajari suatu saat dan apa yang harus dikerjakannya. Oleh karna itu agar siswa tidak dihinggapi keraguan-keraguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar.
d. Disiplin terhadap tugas.
1. Mengerjakan tugas rumah
Ada beberapa petunjuk mengerjakan tugas dengan baik, baik itu berupa pekerjaan rumah atau latihan dari buku pegangan soal buatan sendiri, sebagai berikut :
a). Siapkan terlebih dahulu peralatan dan buku-buku yang diperlukan, misalnya buku catatanm buku pegangan, ringkasan, rumus-rumus, daftar-daftar yang lain, kertas, alat tulis, penggaris, jangka, penghapus dan lain-lain yang diperlukan.
b). Tentukan berapa lama waktunya anda akan mengerjakan tugas tersebut.
c). Bacalah petunjuk terlebih dahulu dengan baik-baik, jika soal itu bukan buatan sendiri.
d). Bacalah soalnya satu demi satu dari nomor satu sampai nomor terakhir.
e). Mulailah mengerjakan dengan memilih nomor yang paling mudah dulu, baru nomor yang lain dari nomor yang agak mudah sampai yang terahir.
f). Jika mengalami kesulitan dalam mengerjakannya, lihatlah catatan atau buku pegangan atau ringkasan untuk mendapatkan tuntunan.
g). Jika terpaksa tidak dapat mengerjakan lagi, catatlah soal itu dan di lain waktu mintalah petunjuk kepada orang lain, misalnya kepada kakak atau ayah, teman-teman atau kepada guru yang bersangkutan.
h). Sesudah semua soal dikerjakan, periksalah kembali semua nomor jawaban itu.
i). Koreksilah jawaban itu dengan memakai kunci atau melihat ke buku catatan atau pegangan.
k). Betulkan jawaban-jawaban yang salah.
m). Jika tugas itu harus dikumpulkan, salinlah dikertas yang baik dengan tulisan yang jelas dan rapi, jangan lupa menulis nama, kelas, mata pelajaran apa, dan hari atau tanggal berapa tugas itu diberikan atau dikumpulkannya.
n). Jika tugas itu sudah dikembalikan, periksa dan betulkan jawaban anda yang salah.
o). Jika tugas itu tidak dikumpulkan, salinlah jawaban yang sudah betul dan atau dikoreksi ke dalam buku latihan atau di kertas tersendiri untuk dipelajari lebih lanjut.
p). Jika anda menyalinnya ke dalam kertas sendiri, bendellah menjadi satu untuk tiap-tiap mata pelajaran kemudian dibukukan atau dimasukkan ke dalam map.
q). Simpanlah baik-baik pekerjaan itu, baik tugas dari guru muapun bukan.(Ibid, h. 89-89)


Manfaat Disiplin

Berdasarkan definisi tentang disiplin maka dapat dipahami bahwa disiplin memiliki beberapa manfaat bagi anak. Dengan demikian ada beberapa dampak positif dari disiplin terhadap anak yaitu:
1. Tidak menganggap remeh suatu pekerjaan
2. Tidak banyak juga mereka mengulur waktu
3. Mempunyai sikap tanggung jawab yang besar, dan lain sebagainya
Itulah beberapa dampak positif yang terdapat dalam pribadi anak yang mempunyai sikap disiplin yang besar, bagi anak” yang tidak sama sekali menerapkan sikap disiplin dalam dirinya akan sangat terganggu dalam kegiatan sehari”nya dalam hal akademik pun mungkin bisa dibilang mereka lemah. Ada beberapa dampak negatif yang terdapat dari pribadi yang tidak mempunyai rasa disiplin yang besar.
Berikut adalah beberapa dampak negatif bagi anak yang tidak mempunyai sikap disiplin : 1. Menganggap remeh suatu pekerjaan
2. Banyak mengulur waktu
3. Tidak sama sekali mempunyai rasa tanggung jawab yang besar, dan lain sebagainya.
Dalam hal menumbuhkan sikap disiplin dibutuhkan beberapa upaya dan dukungan, upaya yang harus dilakukan adalah mensupport diri sendiri, support dalam diri bisa mengalahkan rasa malas dan menumbuhkan sikap disiplin yang kuat, juga dukungan dari orang tua, teman sepergaulan , guru , dan lain sebagainya.
Dalam hal menumbuhkan rasa disiplin yang kuat dukungan orang tua itu perlu. Peran orang tua dalam hal seperti ini sangat dibutuhkan. Kalau dukungan orang tua bener dan tegas dapat menumbuhkan mental tegas anak sehingga menghasilkan sikap disiplin yang kuat. Ada sebagian keluarga yang mendisiplin anak untuk belajar dengan cara memukul. Bila anak tidak dipukul maka anak tidak akan mau belajar. Dengan kata lain masih banyak para orangtua yang menerapkan hukuman pukulan kepada anaknya agar anaknya mau berubah khususnya mau melakukan kegiatan belajar. Sering anak-anak menangis karena merasa sakit bagaimana menerima pukulan. Para orangtua memiliki paradigm lama yaitu bahwa inilah cara yang paling tepat untuk mendidiknya anak-anak yang malas melakukan suatu kegiatan di rumah Akan tetapi benarkan mendidik anak dengan pukulan akan membuat anak bertambah cerdas atau malah sebaliknya.
Asumsi orang tua sebagaimana yang dinyatakan di atas bertentangan dengan temuan seorang sosiolog yaitu Prof. Murray Straus. Straus menyatakan bahwa anak yang dididik dengan kekerasan akan membuat tingkat kecerdasan anak semakin rendah, bahkan bisa mempengaruhi IQ anak. Hal yang mungkin terjadi ketika tindakan kekerasan pada anak termasuk pemukulan anak akan mempengaruhi sisi emosionalnya. Boleh jadi anak akan menjadi rendah diri dan rasa sosialnya menurun dan anak cenderung berdiam diri. Sedangkan menurut Dr. Rahli Briggs dari New York mengungkapkan bahwa mendisiplinkan anak dengan cara kekerasan termasuk pemukulan di bagian tubuhnya maka anak akan merekam bahwa hal tersebut diperbolehkan dan merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan masalah.

Semoga bermanfaat