Tuesday, August 14, 2018

Efektivitas Media Pembelajaran Dalam Kurikulum Berbasis KKNI

Efektivitas Media Pembelajaran Dalam Kurikulum Berbasis KKNI
Media pembelajaran dalam artikel ini diceritakan dalam konteks pengalaman perjalanan ke Ambon beberapa tahun yang lalu. Cerita ini bermaksud untuk menerangkan apa yang dimaksud dengan media pembelajaran dan efektivitasnya dalam pembelajaran. Khususnya dalam kurikulum KKNI yang berbasis peserta didik. Silakan ikuti dalam kisah pengalaman perjalanan di Pintu Kota dan Belut Morea di Ambon berikut ini.

Pintu Kota Ambon



Pintu kota adalah nama sebuah tempat di salah satu tanjung di pantai Ambon, jaraknya puluhan kilometer dari kota Ambon ke arah …. Disebut pintu Kota karena bentuknya seperti pintu. Bila dihubungkan dengan kota ambon memang masih jauh, namun orang disana menyebutnya pintu kota. Sebutan ini bila dipandang dari sisi ketika memasuki teluk ambon maka kapal harus melewati teluk yang letaknya diapit oleh dua tanjung, salah satu tanjung itu letak lokasi pintu kota.

Bila kita berada di lokasi pintu kota, pemandangan laut dan ombak menyenangkan. Dan bila kita memandang bukit pintu kota dari sisi pada waktu kita memasuki daerh wisata tersebut kelihatan tidak menyeramkan. Namun ketika kita naik ke atas bukit dan menengok ke sebelahnya, kita akan ketakutan karena jurang. Bila tidak hati-hati maka akan jatuh ke laut. Penjelasan ini belum terlalu efektif membuat kita mengerti tentang pintu kota. Namun bila kita ke daerah tersebut maka kita akan melihat secara dekat dan pengetahuan kita tentang pintu kota akan bertambah baik dan sangat baik. Hal ini disebabkan karena pengalaman langsung. Kita mengalami secara langsung apa itu pintu kota. Saya sendiri sudah melihatnya secara langsung ketika berada di kota Ambon. Saya juga sudah pernah ke lokasi pintu kota (lihat gambar)

Saya sudah sempat naik ke atas bukit pintu kota. Pengalaman langsung ini membuat pengetahuan saya tentang pintu kota jauh berbeda ketika saya hanya mendengar atau membaca dari internet atau cerita orang. Dalam konteks pembelajaran, pengalaman belajar seseorang peserta didik berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang sudah punya pengalaman langsung atas objek tertentu atau benda tertentu yang akan kita jelaskan, sementara yang lain belum pernah mengalami secara langsung. Oleh karena itu perlu ada pengalaman belajar tidak langsung. Pengalaman ini diwujudkan melalui media. Media adalah segala alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan (materi). Alat yang tidak menyampaikan pesan tidak dapat disebut media.

Jadi, media itu segala barang/sumber daya alam yang dijadikan sebagai alat menyampaikan bahan pelajaran ke peserta didik. Papan tulis tidak dapat disebut media kalau tidak digunakan untuk menulis materi yang akan disampaikan ke peserta didik. Bila ada tulisan di papan tulis maka papan tulis disebut media karena papan tulis telah dipakai untuk menyampaikan informasi.
Sekaran, bila saya menjelaskan tentang pintu kota melalui ucapan ferbal, anak pasti mengerti tetapi tingkat pengertiannya atau pengetahuannya tentang pintu kota belum sempurna. Namun ketika pintu kota itu dibawa ke kelas melalui foto atau video rekaman maka foto dan video tersebut akan membantu peserta didik dalam memahami/mengetahui tentang pintu kota. Pengalaman ini disebut pengalaman belajar tidak langsung. Melalui media, peserta didik memperoleh pengalaman belajar tidak langsung terhadap pintu kota.
Disini kita sepakat bahwa media itu efektif menolong peserta didik dalam tingkat pemahaman atas topic yang diajarkan atau dipelajari secara bersama-sama.
Penjelasan singkat di atas menegaskan beberapa prinsip pembelajaran. Pertama pembelajaran adalah mengusahakan terjadinya pengalaman belajar dalam diri peserta didik. Mulai dari pengalaman belajar ltidak langsung maupun pengalaman belajar langsung. Kedua, tidak semua peserta didik memiliki pengalaman yang sama. Ada yang sduah memiliki pengalaman langsung namun ada pula yang dapat diupayakan melalui media. Media menolong peserta didik mengalami pengalaman belajar tidak langsung pada objek tertentu yang dipelajari.

Belut Morea. Disebut demikian karena beluk ini ada di daerah yang disebut Morea. Belut-belut itu ada dalam kolam, belut itu akan keluar dari lubang mereka kalau pawangnya member mereka makan telur. Nampaknya belut Morea sudah terbiasa dengaan telur. Untuk itu setiap yang hendak ke Morea dan melihat belut raksasa maka dia harus membeli telur dan telur tersebut diserahkan kepada pawang belut. Ketika pawing belut memagang lelur dan memancing belut agar keluar dari lubangnya maka sang pawang itu akan mengutik air dengan jari telunjuk dengan ibu jari. Tindakan ini menghasilkan bunyi. Hasil bunyi ini memancing belut keluar dari lubang kemudian diberi makan telur yang bagian atasnya sudah dilubanggi. Di saat inilah kita akan melihat belut yang sangat besar. Saya sudah punya pengalaman langsung dengan belut Morea tersebut. Sudah memegang belut Morea. (lihat foto).
Untuk melihat Pintu KOta dan Belut Morea, kita harus mengunjungi kota Ambon. Bila punya saudara atau kenalan maka bisa numpang tinggal selama beberapa hari di kota Ambon sambil mengatur perjalanan ke pintu kota dan ke tempat wisata Morea untuk melihat belut raksasa.

Perjalanan ke Ambon ditempuh melalui jalan laut dan udara. Kalau jalan darat tidak sampai-sampai. Alias tidak ada jalan darat ke AMbon. Jadi kita harus menggunakan transportasi laut maupun udara. Saya beberapa kali ke sana dengan menggunakan pesawat.
Rute penerbangan pesawat ke Ambon juga ramai. Misalnya Jakarta Ambon dan Ambon Jakarta. Saya waktu itu menggunakan Batik Air dan beberapa pesawat yang saya sudah tidak ingat karena sudah lama.
Perjalanan pertama ke Ambon saya menginap di rumah kenalan. Kemudian perjalanan kedua, saya menginap di hotel beberapa hari. Hotel-hotel di Ambon juga hotel berkualitas. Tinggal kita sesuaikan dengan dompet.Pada perkunjungan pertama dan kedua inilah saya menggunakan untuk melihat beberapa tempat wisata di kota Ambon seperti Pintu Kota dan Belut Morea.
Perjalanan ke tempat wisata tersebut menggunakan mobil kenalan di Ambon. Jika menyewa mobil bisa juga. Silakan cari karena pasti sangat banyak layanan sewa mobil di Ambon.

Selain itu makanan Ambon seperti ikan bakar juga sangat enak. Kami pernah santap ikan bakar sepuas-puasnya di kota Ambon.

Semoga menginspirasi

Efektivitas Blogspot sebagai Media Proses Pembelajaran

Efektivitas Blogspot sebagai Media Proses Pembelajaran
Apakah Blogspot dapat dipakai dalam proses pembelajaran?

Lalu efektivitas blogspot sebagai media pembelajaran terletak di mana? Belajar adalah perubahan pengalaman. Pengalaman itu tentu berbeda-beda. Ada pengalaman belajar (perubahan kognitif, afektif dan psikomotorik) dalam diri peserta didik tentang materi yang dipelajari yang terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Dalam hal ini tidak semua pengalaman belajar pada diri peserta didik yang dapat terjadi secara langsung. Ada peserta didik yang dalam kasus tertentu belum punya pengalaman tentang objek yang dipelajari sementara yang lain sudah memiliki pengalaman langsung tentang objek yang dipelajari. Misalnya pengalaman anak tentang objek wisata Ancon, ada peserta didik yang sudah mempunyai pengalaman langsung, sedangkan yang lain belum pernah ke Ancol. Mereka yang belum pernah ke Ancol atau taman bunga di daerah Cibodas hanya menyaksikan melalui gambar atau foto baik yang visual diam atau bergerak. Disinilah diperlukan media Pembelajaran. Media pembelajaran berfungsi menjadi sarana pembelajaran tidak langsung kepada peserta didik atas objek-objek tertentu dari materi pelajaran yang disajikan sebagai pengalaman belajar peserta didik.
Dalam dunia pendidikan ada banyak alat yang dapat dijadikan sebagai Media Pembelajaran. Salah satunya yaitu blogspot. Awalnya blogspot dijadikan sebagai media informasi yang bersifat pribadi atau 'diary' tetapi kemudian dalam perkembangannya blogspot dapat digunakan untuk beragam keperluan. Salah satunya yaitu dipakai untuk pendidikan.

Beberapa tahun yang lalu saya memanfaatkan blog sebagai bahan ajar online. Setiap materi ajar saya diposting di blog. Saya mulai menata blogspot secara baik dengan sistaatika sebagai berikut.

Membuat email khusus dari gmail untuk membuat blog
Membuat blog dari platform blogspot (free) Menata template blog:
Bagian ini terdiri dari dua usaha, yaitu:
1. Menata tata letak blog dengan template blog dari blogspot
Ada banyak template yang disediakan oleh blogspot. Kita dapat memilih sesuai salera kita
Kemudian memposting materi ajar/bahan ajar
Caranya:
Perhatikan kurikulum yang digunakan. Bila mengunakan K2013 maka itu berarti pelajaran di SD, SMP, SMA
Buat Kompetensi Inti dan posting di laman blog setelah itu buat tombol navigasi "Kompetensi Inti"
Lakukan hal yang sama untuk Kompetensi Dasar, Capaian Pembelajaran, Indikator dan lain-lain sesuai Silabus dan RPS berbasis K2013. Lalu posting. Setelah semuanya diposting, buatlah tombol navigasi yang memudahkan pengunjung untuk mencari informasi dengan cara klik pada tombol navigasi.
Kemudian catat link weblog dan bagikan kepada peserta didik dan mulailah proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan infokus. Usahakan laptop terkoneksi wifi sekolah. Lalu buka blog Anda dan mulailah pembelajaran di sekolah.
Jika peserta didik membawa hp Android maka pembelajaran dapat dilakukan dengan berbasis Android. Namun harus dikontrol sehingga anak tidak salah gunakan Hp Android di kelas ketika sedang belajar. Namun hal ini harus disepakati dengan peserta didik dan bila perlu dengan ketua/rektor/kepala sekolah. 2. Menata tata letak blog dengan template blog pihak ketiga
Bila mau agar tampilan blog lebih profesional maka pakailah template pihak ketiga. Seperti template pada blog ini. Tombol navigasinya sudah ada kita tinggal membuat postingan kemudian menata tombol sesuai keperluan belajar.

Pemanfaatan blog dalam proses pembelajaran tentu efektif menunjang proses belajar -mengajar.

Semoga bermanfaat

Cabe Toraja yang Efektif Berbuah

Beberapa waktu yang lalu istriku menanam bibit Cabe dari Toraja yang diberikan oleh seorang teman yang asalnya dari Toraja. Teman ini mendapat kiriman bibit Cabe dari keluarganya di Toraja. Isteriku selanjutnya menanam di pot kemudian di letakkan di teras rumah. Hasilnya Cabeh Toraja tumbuh dan menghasilkan buah. Buah cabe Toraja juga unik.


Pohon Cabe Toraja sebagaimana yang nampak pada gambar di atas belum banyak menghasilkan buah tetapi paling tidak ada hasilnya, yaitu berbuah. Buah ini juga tentu melalui usaha yang cukup dari isteri saya. Ia bertanya kepada group pecinta tanaman Cabe kemudian mendapat informasi bagaimana merawat pohon Cabe sampai menghasilkan buah. Jadi, walau buahnya masih satu tetapi buah ini melalui usaha pemeliharaan terhadap pohon Cabe Toraja. Lengkapnya pohon Cabe Toraja seperti ini.

Bila tanaman-tanaman Pohon Cabe seperti Cabe Toraja ditempatkan dalam pot kemudian di letakkan di depan rumah atau di pekarangan rumah maka tumbuhan pohon cabe akan memberi kontribusi kesejukan kepada penghuni rumah. Jika tidak percaya silakan di coba.
Isteriku menanam 9 pohon tetapi beberapa pohon gagal berbuah. Penyebabnya yakni kurang diberi pupuk KoHek (kotoran Hewan. Informasi ini diperoleh dari group belajar berkebun denganbarang bekas.

Saya teringat di kampung halaman. Di daerah saya ada cabe rawit yang dimakan oleh burung dan bila kotorang burung yang tercampur dengan biji cabe rawit itu jatuh ke tanah dan tumbuh maka Cabe tersebut akan tumbuh secara baik di hutan dan akan memberikan buah Cabe rawit yang sangat banyak dan kualitas pedasnya sangat berbeda dengan yang ditanam manusia. Biasanya rasa pedan akan sangat meningkat dengan yang ditanam oleh manusia. Artinya Cabe rawit hasil dari kotaran burung yang jatuh ke tanah dan tumbuh serta menghasilkan buah maka rasa pedasnya dua kali lipat dari pedan biasanya. Dengan kata lain sangat pedas. Orang-orangtua sangat suka kualitas cabe demikian.

Seiring dengan perkembangan zaman, cabe diproduksi lagi menjadi saos cabe dan sambal cabe yang setia menemani masakan dan hidangan makanan di berbagai tempat seperti di restoran, rumah makan, di hanamasa, rumah makan Jepang, rumah makan korea dll. Tentu cabe juga diolah menjadi oleh-oleh daerah seperti: Toraja, Ujung Pandang, Timika, Surabaya, Kupang, Balikpapan, Bandar Lampung, Medan, Batam, Cilacap, Bontang, Manado, Siau, Sangir, Sumba, Flores, Kalabahi-Alor, Alor Timur, Peitoko, Mazmur, Langkuru, Mademang, Akawera, Lilamana, Mampir, Belekuru, langkuru dll.Jadi cabe juga membuka peluang untuk menjadi oleh-oleh Nusantara.
Semoga terinspirasi

Monday, August 13, 2018

Sekolah Efektif

Sekolah Efektif
Apa itu Sekolah Efektif?

Sekolah yang berhasil membentuk peserta didik sesuai standar yang ditetapkan secara nasional maupun melampaui standar nasional adalah sekolah yang berhasil mencapai tujuan. Indikatornya dapat diperhatikan dalam perubahan yang terjadi dalam diri peserta didik dan tamatan atau alumni sekolah yang bersangkutan yang sukses diterima pada level sekolah berkualitas di atas satuan pendidikan tersebut. Selain itu sekolah yang berhasil mencapai tujuan ditandai dengan adanya animo orangtua peserta didik yang mendaftar di sekolah yang bersangkutan mengalami peningkatan bahwkan sampai ada peserta didik yang tidak diterima dalam yang yang dituju karena kualitas sekolah tersebut meningkat. Dua anak saya ketika di daftarkan pada SMP Negeri terdekat tempat tinggal saya pada beberapa tahun yang lalu kini mengalami peningkatan yang sangat signifikan karena anak saya yang ketiga yang juga di daftarkan ke sekolah yang sama pada tahap pertama gagal diterima. Namun setelah itu mendaftar pada tahap selanjutnya berhasil diterima dengan persaingan yang cukup berat. Akhirnya anak saya diterima pada sekolah yang bersangkutan. Kasus ini menunjukkan bahwa SMP Negeri yang saya maksud kini mengalami kesuksesan yang sangat tinggi (penilaian saya) karena dipimpin oleh seorang pemimpin/kepala sekolah yang punya visi untuk meningkatkan kualitas sekolahg pada peringkat terbaik. Upaya kepala sekolah yang demikian tentu memberi pengaruh positif pada apa yang dalam judul ini disebut sekolah Efektif. Pada tahun 2018 banyak orangtua yang berjubel mendaftarkan anaknya pada SMP Negeri yang saya maksudkan. Satuan pendidikan yang sama maupun yang berbeda pasti punya kerinduan, khususnya para kepala sekolah sudah, sedang dan akan berjuang untuk mewujudkan sekolah seperti yang diharapkan dalam judul artikel. Jika demikian apa itu sekolah yang sukses itu? Silakan ikuti dalam artikel berikut ini

1. Pengertian Sekolah Efektif?

Kita mulai dengan arti kata “sekolah”. Kata sekolah yang kita gunakan di Indonesia di ambil dari bahasa Latin dari kata “skhole”, scola, scolae atau schola. Kata-kata ini memiliki arti waktu luang atau waktu senggang. Dalam penelitian terhadap kata sekolah, sebagaimana yang muncul dalam pengertian yang dirumuskan oleh Krishnamurti (dalam Pora, 2004:16) menyatakan bahwa pengertian senggang yang dimaksud dalam arti kata skhole dan beberapa kata yang serumpun yaitu waktu senggang dalam arti waktu yang tidak terbatas bagi seseorang dalam belajar ilmu pengetahuan dan dirinya.

Berdasarkan pada arti kata ini, sekolah dapat diartikan tempat tempat/wadah/organisasi/lembaga yang telah mendapat izin resmi pemerintah dan mengkhususkan atau menggunakan waktunya mulai hari senin sampai jumad atau sabtu untuk melaksanakan kegiatan pendidikan (mengajar dan memberi teladan) yang bertujuan mempengaruhi pengalaman belajar peserta didik sesuai perencanaan nasional maupun institusi/kelembagaan.
Sementara kata efektif dalam judul sekolah efektif diartikan sejumlah kegiatan pendidikan dalam lembaga pendidikan mulai dari satuan pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang memberi efek atau pengaruh/membawa hasil/berhasil guna/mencapai tujuan yang terwujud dalam diri peserta didik dalam satuan pendidikan tertentu.

Berdasarkan uraian di atas maka Sekolah Efektif adalah sekolah yang mewujudkan tujuan pendidikan dalam diri peserta didik. Tujuan pendidikan yang dimaksud disini dapat tercapai pada periode tertentu sesuai batasan waktu yang berlaku dalam setiap satuan pendidikan. Batasan waktu untuk Sekolah Dasar adalah 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama adalah 3 Tahun, Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan 3 tahun. Sekolah Efektif adalah sekolah yang mencapai standar atau melebihi standar yang ditentukan secara nasional. Dalam hal ini, sekolah efektif adalah sekolah yang mempunyai tingkat ketersesuaian yang tinggi antara apa yang telah dirumuskan untuk dikerjakan dengan hasil yang dicapai sekolah pada satuan pendidikan tertentu.

2. Komponen Sekolah Efektif

Setiap kita yang bertindak sebagai kepala sekolah, guru hendaknya memahami bahwa sekolah efektif ditandai dengan komponen-komponen tertentu yang menegaskan bahwa suatu sekolah dapat dikatakan efektif. Tentu kita tertolong dengan epistemologi para peneliti dalam pendidikan seperti Bosker dan Guldemon (dikutip Moerdiyanto, 2007:6). Mereka telah mengarahkan pikirannya dan melanjutkannya dalam temuan-temuan empiris (kebenaran empiris) dengan menegaskan bahwa sistem sekolah efektif terdiri dari 5 komponen, yaitu:

1. Konteks. Sekolah Efektif adalah sekolah yang menghasilkan lulusan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Artinya perencanaan sekolah tentang pengalaman belajar mesti merekonstruksi kemampuan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga setiap lulusan dalam sekolah yang bersangkutan dapat berkarya dalam masyarakat sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat. Misalnya Sekolah yang berada di daerah gersang. Sekolah harus merancang pembelajaran yang nantinya memampukan peserta didik untuk mampu mengubah daerah gersang menjadi daerah yang memberi kenyamanan bagi warga. Daerah afrika yang gersang dapat dibantu oleh Negara Israel dalam teknologi membuat awan menjadi air dan mereka berhasil menanam kopi dan menjadi salah satu negara penghasil kopi.
2. Input. Komponen input adalah sumber daya yang tersedia di sekolah. Sumber daya itu seperti tersedianya guru-guru yang berkualitas. Guru-guru yang berkualitas adalah guru-guru yang mengajar peserta didik berdasarkan apa kebutuhan yang sedang diharapkan oleh masyarakat. Ilmu yang diersiapkan guru adalah ilmu yang memampukan peserta didik untuk mampu melakukan sesuatu di masyarakat, bukan ilmu teks books.
3. Proses. Komponen proses yang dimaksud disini yaitu proses pembelajaran. Guru menggunakan strategi dan metode pengajaran yang sesuai standar kompetensi. Dalam kurikulum 2013 proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran berbasis peserta didik. Demikian juga pembelajaran di SMK yang menerapkan kurikulum berbasis KKNI. Guru bertindak fasilitator, peserta didik yang lebih banyak merekonstruksi pengetahuan dalam proses pembelajaran. Istilah saya, dalam kurikulum 2013, proses pembelajaran itu memberi peluang penumpang membawa pesawat, sang pilot duduk bersama penumpang. Penumpang dipandang sebagai pribadi yang memiliki kemampuan. Selain itu komponen proses dalam sekolah efektif (sekolah yang sukses) adalah iklim sekolah dan kurikulum yang digunakan. Tentang kurikulum, sudah jelas yaitu menggunakan kurikulum 2013 edisi refisi dan Kurikulum berbasis KKNI. Sedangkan iklim sekolah adalah sistem kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah dapat menerapkan sistem kepemimpinan yang mendatangkan iklim sekolah yang menentramkan guru dan peserta didik, gurupun melakukan proses pembelajaran dengan sistem atau pendekatan yang memungkinkan terjadinya iklim pembelajaran yang menyenangkan.
4. Output. Output dalam konteks sekolah efektif yaitu hasil belajar peserta didik, pencapai tujuan pembelajaran secara keseluruhan
5. Outcome. Outcome dalam konteks sekolah efektif yaitu peserta didik yang dihasilkan dalam sekolah memiliki peluang bekerja di masyarakat dan menerima penghasilan sesuai kompetensinya
Komponen-komponen sekolah efektif yang dibahas di atas bukanlah satu-satunya pendapat yang dapat dipakai secara standar untuk topik sekolah efektif. Saya katakan demikian karena masih banyak ahli atau peneliti pendidikan yang menaruh pikiran rasional dan empiris atau kebenaran rasional dan kebenaran empiris baik dengan metodologi kuantitatif (menguji teori) maupun metodologi kualitatif (menemukan teori) yang memiliki hasil penelitian yang tentu sama dan juga berbeda dengan pendapat di atas. Artinya lima komponen itu dapat bertambah, urutan komponen juga bisa berubah. Penamaan komponen atau penggunaan istilah-istilah dalam unsur-unsur sekolah efektif juga dapat muncul dalam wajah baru. Istilahnya bisa sama atau bisa berbeda.

3. Faktor-faktor Sekolah Sukses (sekolah yang dimaksud dalam judul)

Sekolah yang dimaksud dalam judul artikel di atas dipengaruhi oleh ragam faktor. Artinya sebuah sekolah dapat dikatakan sukses karena dipengaruhi oleh hal-hal yang menyebabkan terjadinya pengaruh dalam diri peserta didik, para orang tua, masyarakat. Dalam tataran epistemology sekolah sukses, Heneveld sebagaimana yang dikutip dalam Moerdiyanto (2007:5), yaitu:

3.1. Sekolah yang mendapat dukungan orangtua peserta didik dan lingkungan
3.2. Sekolah yang mendapat dukungan sistem pendidikan
3.3. Sekolah yang mendapat dukungan materi yang memadai/cukup
3.4. Sekolah yang ditopang oleh kepemimpinan yang efektif
3.5. Sekolah yang para gurunya melaksanakan pengajaran yang baik
3.6. Sekolah yang Memiliki Fleksibilitas dan otonomi dalam melaksanakan pendidikan
3.7. Sekolah yang memiliki waktu yang cukup di sekolah
3.8. Sekolah yang memiliki harapan yang tinggi dari peserta didik
3.9. Sekolah yang para gurunya memiliki sikap positif 3.10.Sekolah yang memiliki peraturan dan disiplin
3.11.Sekolah yang memiliki kurikulum yang terorganisir
3.12.Sekolah yang memberi penghargaan dan insentif
3.13.Sekolah yang menyediakan waktu pembelajaran yang cukup
3.14.Sekolah yang menggunakan variasi strategi pembelajaran
3.15.Sekolah yang frekuensi pekerjaan rumah
3.16.Sekolah yang mengadakan penilaian dan umpan balik

Enam belas faktor kesuksesasan tersebut di atas ditetapkan oleh Heneveld sebagai hal-hal yang menyebabkan terjadinya keberhasilan sebuah sekolah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan itu tercapai karena pemenuhan 16 faktor di atas.

KESIMPULAN



Sekolah efektif adalah sekolah yang berhasil membawa peserta didik pada tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Para lulusan sekolah dapat bersaingan pada level sekolah berkualitas demikian juga ketika memasuki perguruan tinggi, selain itu tamatan sekolah dari sekolah efektif sangat dibutuhkan masyarakat. Kebutuhan ini disebabkan karena sekolah secara efektif membentuk peserta didik dengan kompetensi dan karaker yang diharapkan dalam masyarakat maupun dunia kerja.

Semoga bermanfaat

Efektiivitas 6 Jenis Sumber Belajar

Efektiivitas 6 Jenis Sumber Belajar
Apakah efektivitas 6 jenias Sumber Belajar itu dan Apakah benar-benar efektif mempengarui belajar? Tentu jawabannya tidak mudah tetapi juga tidak terlalu sulit untuk mewujudkannya. Mengapa demikian? karena semuanya berpulang kepada subjek dan objek sumber belajar itu.

Subjek belajar adalah siapa saja yang melakukan belajar, khususnya belajar formal di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah kejuruan dan Perguruan Tinggi baik berbentuk universitas, Institut, sekolah tinggi, akademi mapun politeknik.Dalam hal ini peserta didik dan guru dapat menjadi subjek belajar. Guru juga tetap belajar dan mengajar. Mengajar yang tidak ada akses belajar akan menjadikan pengetahuan yang sangat sempit. Oleh karena itu guru terus menerus belajar. Demikian pula peserta didik juga harus belajar. Mereka belajar pada banyak sumber termasuk guru menjadi salah satu sumber.
Di atas telah kita nyatakan bahwa guru termasuk salah satu dan bukan satu-satunya sumber belajar. Alasannya nanti kita perhatikan dalam teori klasifikasi sumber belajar.

Sekarang mari kita memperhatikan efektivitas 6 jenis sumber belajar itu.
1. Pesan. Di manapun kita pergi kita selalu mendapat pesan atau informasi. Zaman ini zaman dunia media. Melalui media kita mendapat pesan atau informasi. Pesan atau informasi ini dalam pendidikan kita sebut dengan materi pelajaran atau materi kuliah. Pesan itu ada dalam setiap mata pelajaran atau mata kuliah. Melalui setiap pelajaran atau mata kuliah peserta didik mendapat pesan atau pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang berpengaruh pada diri peserta didik. Melalui mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan, peserta didik mendapat pesan.
2. Orang. Orang juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar karena melalui manusia seperti guru dll bertindak sebagai penyimpan, pengelola, penyaji pesan. Jadi, guru dan dosen serta tutor, peserta didik, tokoh masyarakat, atau orang lain yang berinteraksi dengan peserta didik 3. Bahan. Bahan ajar dalam bentuk transparansi, melalui guru, audio, video, film, buku, modul, majalah adalah sumber belajar dalam kategori atau klasifikasi bahan.
4. Alat. Segala alat yang dapat dipakai untuk menyimpan pesan seperti: proyektor, slide, video, tv, radio dll. Alat-alat ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Alat disini berfungsi sebagai media. Jadi media adalah salah satu sumber belajar.
5. Teknik. Teknik adalah prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang, dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Misalnya belajar sendiri, demonstrasi, ceramah, Tanya jawab, dll. (Ahmad Rohani, 2014:103)
6. Lingkungan. Lingkungan yang dimaksud disini yaitu situasi sekitar di mana pesan disampaikan. Contoh Lingkungan fisik seperti gedung sekolah, kampus, perpustakaan, laboratorium, dan lingkungan non fisik seperti: suasana belajar, dll.
Sumber belajar di atas merupakan suatu system atau mata rantai yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Keenam jenis sumber belajar di atas dapat saling mendukung dan mempengaruhi terjadinya belajar dalam diri peserta didik. Suatu hal yang belum diketahui oleh peserta didik mungkin tidak dapat diperoleh dari guru ataupun dosen tetapi dengan berinteraksi atas jenis-jenis sumber belajar maka seorang pelajar memiliki jawaban atas masalah pengetahuan atau ketrampilan yang dihadapinya.
Jadi tercapainya tujuan belajar dalam diri peserta didik dengan 6 jenis sumber belajar di atas memungkinkan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Bila tercapai tujuan maka tercapailah apa yang menjadi tema dalam blog ini. Tema sentral dalam blog ini memerlukan sumber-sumber belajar yang efektif mewujudkan perubahan kognitif dan afektif serta psikomotorik dalam diri peserta didik.

Salam Sumber Belajar

7 Efektivitas Sumber Belajar

7 Efektivitas Sumber Belajar
Apa itu sumber belajar dan 7 efektivitas sumber belajar ?
Kita akan mendapat jawaban melalui artikel singakt berikut ini. Untuk itu para pembaca diharapkan membaca dengan cermat, khususnya bagi pendidik. Dikatakan demikian karena kita yang berada dalam pekerjaan sebagai pendidik profesional mesti memahami dan memanfaatkan sumber belajar yang relevan sehingga memudahkan terjadinya belajar dalam diri peserta didik. Untuk itu silakan ikuti artikel berikut ini.


Belajar adalah pengalaman langsung dan tidak langsung. Yang saya maksudkan dengan penalaman disini yaitu perubahan yang terjadi dalam diri peserta didik. Perubahan itu menurut taksonomi Benyamin Bloom S. Bloom terdiri dari: perubahan kognitif, afektif dan psikomotorik. Jadi, belajar adalah proses peruhan dalam tiga ranah peserta didik. Untuk mewujudkan perubahan itu, peserta didik atau manusia muda perlu berinteraksi secara edukatif dengan aspek-aspek dari dimensi ekstrenal peserta didik. Salah satunya yaitu sumber-sumber belajar. Sumber belajar adalah tempat atau media dimana seseorang mendapat pesan/informasi/bahan/materi ajar yang memberi manfaat bagi diri peserta didik.
Bila kita melihat dari sisi definisi, sumber belajar dapat dapat didefinisikan dalam beberapa pengertian. Misalnya menurut Ahmat Rohani (2014:102)sumber belajar adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang dan yang memungkinkan atau memudahkan terjadinya proses belajar.

Dalam teori motivasi, ada dua motivasi yang mempengaruhi diri peserta didik dalam belajar. Dua motivasi itu yakni: (1) Motivasi instrinsik, dan (2) Motivasi Ekstrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motivasi belajar yang disebabkan oleh faktor-faktor di luar diri seseorang sehingga mendorong seseorang untuk belajar. Itulah sebabnya sumber belajar itu sedemikian penting. Dikakan penting karena memberi dorongan kepada peserta didik untuk belajar. Salah satu aspek luar yang memberdayakan peserta didik untuk belajar adalah faktor eksternal. Faktor eksternal yang dimaksud disini yaitu guru yang mengajar dengan cara yang menarik perhatian, lingkungan atau ruang belajar yang nyaman bagi peserta didik, dan salah satunya yaitu sumber belajar.

Sumber belajar itu mempengaruhi motivasi peserta didik dalam belajar. Itulah sebabnya kini kita mau membicarakan tentang 7 efektivitas sumber belajar. Kita juga dapat menyebutnya dengan manfaat atau kegunaan sumber belajar. Dalam teori sumber belajar, kita kenal ada 7 manfaat sumber belajar (Rohani, 2014:103), yaitu:

1. Sumber belajar (orang, benda, bahan cetak) online bermanfaat untuk member pengalaman belajar secara langsung dan konkrit kepada peserta didik. Bagian ini dapat disebut sumber belajar langsung (pengalaman belajar langsung)
2. Sumber belajar bermanfaat untuk menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi, atau dilihat secara langsung dan konkrit. Biasanya ditampilkan dalam gambar, video, film, majalah dll. Dalam teori belajar bagian ini disebut pengalaman belajar tidak langsung. Disebut pengalaman belajar tidak langsung karena peserta didik mendapat informasi melalui sebuah media yang member informasi tentang sebuah informasi edukatif.
3. Sumber belajar bermanfaat untuk memberikan pemahaman yang luas tentang bahan ajar yang ada atau diberikan di kelas
4. Sumber belajar bermanfaat untuk memberi informasi yang akurat dan terbaru. Bagian ini kita dapat temukan dalam majalah yang biasanya terbit secara berkala, selain itu buku-buku teks maupun bahan ajar yang biasanya direvisi setiap 5 tahun. Revisi ini bermaksud untuk informasi yang lebih mutakhir.
5. Sumber belajar berguna untuk mengatasi masalah pendidikan. Misalnya factor jarak/tempat tinggal. Kuliah e-learning dapat menolong mereka yang tinggal di tempat yang jauh tetapi ingin menyelesaikan studi jenjang S1, S2 dan S3 dapat juga menempuh program pendidikan e-learning. Namun program ini mesti ada regulasi oleh pihak berwewenang. Misalnya perlu ada akreditasi untuk e-learning sehingga mutu atau kualitas terjaga dan tamatannyapun dapat diakui, khususnya ijazahnya dapat dipergunakan karena diakui pemerintah. Untuk itu kalau ada perguruan tinggi yang menyelenggarakan e-learning maka perlu dicek statuts akreditasinya sebelum mengikuti program e-learning. Di Indonesia kita memiliki Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau disingkat BAN PT

6.Sumber belajar berguna untuk memotivasi peserta didik dalam belajar secara mandiri 7. Sumber belajar dapat berguna untuk merangsang daya berpikir, bersikap dan berkembang lebih lanjut. Belajar melalui sumber belajar membat peserta didik untuk menganalisis setiap materi yang ada dalam sumber belajar yang dijumpai.
Demikian 7 Sumber belajar yang dinilai member manfaat dalam mewujudkan efektivitas pembelajaran yaitu mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam setiap materi ajar yang diajarkan di SD, SMP, SMA/SMK dan Perguruan tinggi: Universitas, Institut, Sekolah Tinggi., dan Akademi

Para blogger Pendidikan juga terlibat atau berperan dalam menyediakan sumber belajar online. Sumber belajar online oleh para blogger dalam dunia pendidikan dapat disiapkan dalam dua jenis, yaitu: (1) para blogger yang mempersiapkan blog untuk menjadi sumber belajar yang direncanakan. Bagian ini berkaitan dengan blog yang khusus disiapkan untuk materi ajar yang akan kita sampaikan kepada peserta didik di kelas maupun ruang kuliah.

Bila kita mempersiapkan blog yang khusus dijadikan sebagai sumber belajar. Misalnya kita mengajar Teknologi dan Media Pembelajaran maka buatlah blog khusus tentang Teknologi dan Media Pembelajaran. Dalam blog ini kita posting hal-hal yang penting dalam materi Teknologi dan Media Pembelajaran. Misalnya kita posting “Kompetensi Inti”. Buatlah rumusan kompetensi Inti Mata Kuliah ini kemudian posting di satu laman, kemudian buat tombol navigasi tentang Kompetensi Inti. Demikian seterusnya untuk Kompetensi Dasar, Indikator dan Materi Ajar. Bila teman-teman kuatir materi akan salah digunakan maka posting saja hal-hal pokok dalam blog tentang materi ajar.

Pengalaman saya demikian: Saya membuat blog khusus untuk setiap mata pelajaran yang saya asuh di tempat di mana saya melakukan tugas mendidik. Karena dulu saya mendapat pelatihan AA dengan nuansa Kurikulum Bebasis Kompetensi maka saya buat dalam blog saya tentang Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan pengalaman belajar serta materi ajar.
Semoga bermanfaat

Berpikir Inovatif dan Kreatif yang berpengaruh terhadap Efektivitas Pembelajaran

Berpikir Inovatif  dan Kreatif yang berpengaruh terhadap Efektivitas Pembelajaran
Apakah Ide Inovatif dan Kreatif itu? Efektivitas dapat berkorelasi dengan hasil berpikir dan bertindak. Berpikir adalah bagian dari seni hidup manusia. Oleh karena itu selalu ada perjumpaan logi dan seni. Dalam perjumpaan itu memberi hasil berupa alat yang digunakan untuk mengatasi masalah, khususnya dalam pendidikan.
Semester ini (Agustus-Desember 2018) saya mengajar materi pelajaran Teknologi dan Media Pembelajaran di salah satu Perguruan Tinggi berbentuk Sekolah Tinggi. Saya mencoba berpikir inovatif dan kreatif dalam mengelola proses pembelajaran untuk mata kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran.
Untuk pembelajaran yang mencapai tujuan maka saya terus menerus berpikir dan mewujudkan pikiran itu dalam wujud nyata.Dari berpikir demikian saya sadar apa artinya berpikir inovatif dalam tugas pengajaran. Berikut sedikit berbagi pengalaman.

Berpikir inovatif. Saya mencoba mengarahkan pikiran saya pada alat untuk gantungan pakaian yang biasa dipakai untuk jemuran pakaian anak-anak maupun orang dewasa yang bebannya tentu disesuaikan dengan daya yang ada pada alat jemuran itu. Tentu jemuran yang terlalu berat akan membuat salah satu bagian jemuran patah. Biasanya jemuran yang bisa dikenakan pada alat ini yakni baju singlet, celana dalam, dan baju anak usia balita, Play Group, TK, SD dan SMP. Bisa juga anak yang sudah kuliah dan pakaian orangtua tetapi dalam kategori yang tidak terlalu berat, dan juga sapu tangan. Bisa juga anak yang sudah kuliah dan pakaian orangtua tetapi dalam kategori yang tidak terlalu berat, sehingga efektif menahan beban.
Berpikir adalah bagian dari seni hidup manusia. Oleh karena itu selalu ada perjumpaan logi dan seni. Dalam perjumpaan itu memberi hasil berupa alat yang digunakan untuk mengatasi masalah, khususnya dalam pendidikan.
Semester ini (Agustus-Desember 2018) saya mengajar materi pelajaran Teknologi dan Media Pembelajaran di salah satu Perguruan Tinggi berbentuk Sekolah Tinggi. Saya mencoba berpikir inovatif dan kreatif dalam mengelola proses pembelajaran untuk mata kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran.
Untuk pembelajaran yang mencapai tujuan maka saya terus menerus berpikir dan mewujudkan pikiran itu dalam wujud nyata.Dari berpikir demikian saya sadar apa artinya berpikir inovatif dalam tugas pengajaran. Berikut sedikit berbagi pengalaman.

Berpikir inovatif. Saya mencoba mengarahkan pikiran saya pada alat untuk gantungan pakaian yang biasa dipakai untuk jemuran pakaian anak-anak maupun orang dewasa yang bebannya tentu disesuaikan dengan daya yang ada pada alat jemuran itu. Tentu jemuran yang terlalu berat akan membuat salah satu bagian jemuran patah. Biasanya jemuran yang bisa dikenakan pada alat ini yakni baju singlet, celana dalam, dan baju anak usia balita, Play Group, TK, SD dan SMP. Bisa juga anak yang sudah kuliah dan pakaian orangtua tetapi dalam kategori yang tidak terlalu berat sehingga efektif menahan beban.

Alat Jemuran dapat diinovasikan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan minemap. Namun awalnya berpikir inovatif itu terlahir dari alat jemuran yang tergantung di tempat jemuran. Adapun posisi jemuran masih kosong. Posisi demikian mempengaruhi pikiran saya dalam hal berpikir inovatif. Jemuran itu letaknya di luar rumah, saya kemudian masuk ke dalam rumah kemudian memikirkan secara bertahap apa yang harus saya kembangkan dalam kaitan dengan materi ajar saya. Saya kemudian berhasll memikirkan secara inovatif untuk alat jemuran yang akan saya jadikan sebagai mind map dalam pembelajaran.
br/> Penjelasan di atas menunjukkan alat jemuran yang baru dibeli untuk kemudian diinovasikan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan minemap. Namun awalnya berpikir inovatif itu terlahir dari alat jemuran yang tergantung di tempat jemuran. Adapun posisi jemuran masih kosong. Posisi demikian mempengaruhi pikiran saya dalam hal berpikir inovatif. Jemuran itu letaknya di luar rumah, saya kemudian masuk ke dalam rumah kemudian memikirkan secara bertahap apa yang harus saya kembangkan dalam kaitan dengan materi ajar saya. Saya kemudian berhasll memikirkan secara inovatif untuk alat jemuran yang akan saya jadikan sebagai maind map dalam pembelajaran.

Ketika saya mengarahkan pikirn inovatif dengan gaya blogger yaitu menulis yang menarik dan orisinil, saya kemudian mendapat ide untuk menjadikan alat ini untuk menyampaikan materi ajaran dalam bentuk peta konsep dengan menggunakan jemuran pakaian. Tentu alat jemuran yang saya perkenalkan adalah alat jemuran baru bukan lama. Saya menuruh salah satu mahasiswa untuk membelinya di tempat penjual yang ada di sekitar lokasi kampus.
Ide inovatifnya yaitu:
1. Batang yang menjadi penyanggah dijadikan sebagai bagian untuk mencantumkan nama mata pelajaran, yaitu Teknologi dan Media Pembelajaran
2. Bagian-bagian dari gantungan yang membentang dijadikan sebagai tempat untuk menggantungkan materi pelajaran
3. Caranya yaitu setiap mahasiswa mendapat peluang untuk membahas materi yang sama dari berbagai sumber, hasilnya diketik rapih kemudian di gantungkan pada gantungan pakaian tersebut.
Lihat gambar berikut.
Pengaturan Ide Inovasi dijabarkan sebagai berikut.
Rumuskan Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
Capaian Pembelajaran
Indikator Capaian Pembelajaran
Dan unsur-unsur lain yang diatur dalam Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI) yang diterapkan di SMK maupun di Perguruan Tinggi.

Selamat berpikir inovatif untuk mencapai efektivitas pembelajaran