Friday, October 19, 2018

Teori Efektivitas: Pengertian Ahli

ad300
Advertisement
Pengertian efektivitas dalam teori efektivitas tentu artinya semakin luas dari pada definisi kamus. Pengertian itu dimulai dari pengertian yang sempit sampai pengertian yang sangat luas terhadap kata efektivitas. Pengertian demikian disebabkan karena kebebasan dalam penelitian ilmiah. Dalam penelitian ilmiah, seorang peneliti memiliki kebebasan mendefinisikan variabel yang diteliti. Kebebasan memberi pengertian terhadap variabel yang diteliti tentu tidak dilakukan secara biasa tetapi dilakukan berdasarkan pertimbangan ontologi, epistemologi dan aksiologi dari variabel yang diteliti. Pertimbangan ontologi yaitu seorang peneliti merumuskan sebuah pengertian berdasarkan realitas. Realitas dari variabel efektivitas adalah pustaka-pustaka (buku-buku) yang menuangkan konsep tentang variabel efektivitas. Sementara pengertian yang didasarkan pada epistmologi yaitu rumusan dari definisi efektivitas harus benar, masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan, bersesuaian dengan konsep-konsep terdahulu. Sedangkan pertimbangan aksiologi adalah pertimbangan kemanfaatan. Kemanfaatan itu berlaku bagi peneliti dan pembaca. Dari tiga pertimbangan ini maka kita berusaha memahami arti efektivitas dalam teori efektivitas sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli berikut ini.


L.Gibson sebagaimana yang dikemukakan dalam Herbani Pasolong (2010), yaitu efektivitas diartikan sebagai pencapaian sasaran. Capaian sasaran dalam defisini ini tentu menjadi gambaran tentang derajat efektivitas. Dalam konteks definisi ini, efektivitas berarti mengerjakan sesuatu secara tepat sasaran atau kata kuncinya "tercapai sasaran." Tercapaiannya sasaran ini pastilah berhubungan dengan tujuan. Dengan demikian, setiap karyawan atau setiap orang baik secara prbadi maupun secara kelompok (organisasi)disekatakan efektif apabila memiliki sasaran tentu. Bila sasaran itu tercapai maka proses tersebut disebut efektif.

Definisi Gibosn sebagaimana yang dikemukakan di atas, bukanlah satu-satunya definisi tentang efektivitas. Kita masih memiliki definisi dari ahli yang lain seperti yang dikemukakan oleh Kumorotomo. Menurut Kusmrotomo (2005:362), efektivitas berarti tercapainya suatu ukuran atau standar dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu di kantor atau sebuah organisasi. Jadi, menurut definisi ini, seorang karyawan dapat dikategorikan efektif bila karyawan tersebut dapat menyelsaikan sebuah pekerjaan secara baik di suatu organisasi di mana ia bekerja.

S.P. Siagian (2002:151) mendefinisikan efektivitas sebagai pencapaian suatu sasaran yang telah ditetapkan sesuai target waktu dengan menggunakan sejumlah sumber data tertentu yang diperuntukkan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan organisasi tertentu.

Dalam epistemologi arti kata, Ricard M. Streers dalam Nadia Azlin menolong kita untuk mengerti tentang efektivitas dengan memahami konsep yang dapat diukur atau konsep yang memiliki atribut-atribut tertentu yang disebut dengan indikator efektivitas, yaitu: indikator efektivitas ditentukan oleh kualitas yang ada dalam sebuah organisasi. (Streers dalam Nadia Azlin (2013:18). Selanjutnya, kualitas yang dimaksud dalam sejumlah indikator ini yakni kemampuan organisasi memenuhi apa yang dibutuhkan pelanggan atau produk sebuah perusahan dibutuhkan oleh pelanggan. Efektivitas juga ditandai dengan produktivitas. Maksudnya sebuah organisasi yang efektif adalah organisasi yang memberi layanan kuantitas dalam hal jasa layanan yang dihasilkan. Semakin baik jasa layanan maka semakin efektif sebuah organisasi. Efektivitas dalam paradigma Richard M. Streers juga meliputi kesiagaan, efisiensi, penghasilan dan pertumbuhan. Kesiagaan menegaskan tentang penyelesaian tugas khusus secara baik.


Efektivitas organisasi adalah perbincangan teoritis tentang pencapaian sasaran oleh sebuah perusahan. Efektivitas juga memiliki arti mengerjakan sesuatu secara benar. Sebuah organisasi dikatakan efektif apabila semakin mendekati dan mencapai tujuan organisasi. Tujuan tersebut tentu sesuai dengan visi yang diusung sebuah organisasi.

Variabel-variabel atau konsep yang memiliki atribut dari suatu organisasi yang disebut efektif apabila memenuhi beberapa indikator seperti: Struktur, teknologin, Lingkungan eksternal dan internal, ketertarikan karyawan pada organisasi, prestasi karyawan, kebijakan manajemen organisasi. Misalnya karyawan yang bekerja di sebuah sowroom mobil, bekerja di perusahan yang memproduksi motor, karyawan yang bekerja di perusahan pembuat pesawat komersial seperti Boeig, karyawan yang bekerja dalam penjualan tiket pesawat atau pemesanan pesawat untuk penerbangan ke berbagai wilayah di dunia, perusahan pakaian misalnya Jeans, Levis, karyawan yang bekerja di perusahan yang menghasilkan kostum kesebelasan spserti: MU, Chelsea, Juventus, Arsenal, Barselona, Madrid, kemudian di Belanda ada: Ajax Amsterdam, Eindhoven, Utrecht, Groningen. Tentu ada perusahan yang memproduksi kostum dan bola kaki. Didalamnya ada karyawan, dan perusahan yang menghasilkan produk-produk mobil untuk di ekspor ke berbagai negara seperti Amerika, Jerman, Belanda, Canada, Australia, Timor Leste dll. Karyawan ini tentu bekerja secara efektif. artinya bekerja sesuai tujuan. Bila tujuan tercapai maka karyawan disebut efektif dalam bekerja.

Semoga aksiologis bagi pembaca

Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.