Sunday, December 23, 2018

Dari tanggal 24 Desember 2018 ke 24 Januari 2019: Ada Apa?

ad300
Advertisement
Mengapa menulis tanggal 24 Desember 2018? Dalam tradisi kami di Indonesia Timur, sesuai warisan doktrin Calvinis yang mempengaruhi komunitas gereja, kami biasanya mengadakan doa bersama keluarga menjelang pukul 12.00. untuk menyambut datangnya hari kelahiran Yesus Kristus. Kami kumpul dalam rumah, orang tua memimpin dalam ibadah keluarga, membaca firman TUHAN dari Alkitab dan menjelaskannya, kemudian kami berdoa bersama-sama. Setelah pukul 12.00 lewat, kami selesai berdoa dan mulai mencari sanak saudara untuk mengucapkan selamat natal: Bapak, Selamat Natal mama, selamat natal tante, selamat natal om, selamat natal adik, selamat natal kaka, selamat natak bay, sambil memeluk dan mencium. Terasa nuansa bahagia dan sedih bercampur aduk.

Keindahan dalam suasana kebersamaan kami lewati dalam keyakinan bahwa hal yang sama akan terjadi dalam kehidupan kami pada tahun 2019. Itulah sebabnya kami meyakini pimpinan-Nya dalam liku-liku kehidupan hari demi hari sampai mengakhiri tahun 2019 nanti.


Mereka yang punya motor dan mobil pasti mengunjungi keluarga yang jauh. Pergi bersama keluarga bersalam dengan keluarga yang lain. Saya tidak tahu kondisi sekarang di daerahku. Tetapi seiring perkembangan tranportasi, khususnya mudahnya orang membeli motor dan mobil di dealer-dealer motor dan mobil yang ada di daerah maka pasti acara hari ini tanggal 24 Desember pasti bertambah meriah.Pasti juga ada yang belanja celana kesukaan seperti Jeans-jeans yang disuka anak muda, jam tangan, sepatu dan handphone yang baru, serta anting-anting untuk mereka yang wanita. Semuanya melengkapi menyambut hari malam natal.

Jadi, tanggal 24 Desember adalah tanggal dimana kami menyiapkan diri untuk malamnya kami doa bersama dan setelah lewat jam 24.00 kami keluar rumah untuk bersalam natal. Itulah tradisi yang dibangun dalam diri kami. Namun kini dalam rantau tradisi itu mungkin ada tetapi sebagian menjadi hilang atau tidak lagi. Ada doa bersama pada tanggal 24 Desember namun untuk bersalaman dan mengucapkan selamat natal hanya dilakukan melalui WA, maupun telepon kepada keluarga yang nun jauh. Komunikasi ini dapat terlaksana dengan baik karena ada sarana telekomunikasi. Perkembangan telekomunikasi itu sangat pesat di Nusantara. Baru-baru ini saya hadir di sebuah kota yaitu kota Kupang, saya melihat banyak perkembangan, ada tover yang saya tidak pernah lihat ketika saya berada di kupang pada tahun 1998, namun pada awal Januari 2019 ketika saya terbang dengan sebuah pesawat komersial yang punya jadwal penerbangan langsung Jakarta ke Kupang, saya menyaksikan banyak kemajuan di kota Kupang. Perkembangan ini tentu ditopang dengan sistem kepemimpinan Nasional yang baik. Jalan-jalan dibangun secara baik, ada perbaikan bandar udara di kota yang saya tuju. Ada alat-alat teknologi mutakhir yang dipergunakan untuk pembangunan dimaksud.


Kami melakukan tradisi ini dalam sebuah keyakinan yang pasti bahwa orang yang percaya Yesus Kristus Pasti Selamat atau memiliki hidup kekal. Ini ajaran Alkitab yang diformulasikan dalam teologi Calvin dengan penegasan: Sekali selamat tetap selamat. Selamat tidak akan hilang. Ada predestinasi bagi orang-orang pilihan-Nya. TUHAN yang memilih siapa yang diselamatkan atau dipindahkan dari sona merah yaitu kondisi gawat darurat (dosa = maut) kepada keadaan aman yaitu keselamatan kekal. Ini sebuah doktrin yang diajarkan kepada kami orang-orang Kristen, khususnya Gereja arus Calvinis. Pengorbanan Yesus itulah yang membuat kami pasti selamat. Demikian pengajaran orangtua kepada kami sebagai orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Ini kayakinan saya sebagai orang Kristen.
Sebuah lagu Kristen yang menyatakan begini: Sandaranku tidak yang lain, melainkan darah dombahu, diatas Yesus Karangku, aku berdiri dan teguh, dasar yang lain rebah runtuh. Sgenap amalku (perbuatan baikku) tidak yang lain melainkan darah dombahu ...". Lagu ini mengajarkan orang Kristen untuk tetap berpegang kepada Yesus Kristus. Perbuatan baik orang Kristen bukan syarat diselamatkan tetapi hanya sebagai indikator selamat yang sudah dimiliki orang Kristen yang percaya kepada Yesus Kristus.

Lalu ada apa dengan tanggal 24 Januari 2019. Ya pembaca pasti sudah menebak, yaitu bebasnya seorang yang disebut AHOK dari tahanan di Maka Brimod. Masa tahanan sudah selesai sehngga Ahok akan bebas pada tanggal 24 Januari 2019. Doa saya Tuhan memberkati pak Ahok dan selamat Natal untuk pak Ahok. Ahok pernah menyatakan dengan begitu tegas dan berani: "Saya mati pasti masuk surga". Itulah keyakinan Ahok. Keyakinan itu tentu punya dasar yaitu ajaran Alkitab, lihat Yohanes 3:16.

Salam Natal


Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.