Sunday, July 29, 2018

Belajar dari Efektivitas Cristian Ronaldo ke Juventus

ad300
Advertisement
Kita sering mendengar kata efektif dan prestasi. Namun bagaimana kita memaknai kedua kata ini sehingga mmberi pengaruh edukatif dalam diri kita untuk secara efektif dalam prestasi yang kita toreh di lembaga di mana kita bekerja maupun prestasi secara kolektif. Untuk menjawab maksud ini weblog efektivitas membuat sebuah artikel dengan judul "Belajar Efektivitas Ronaldo ke Juventus". Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, kami hendak menyatakan bahwa artikel ini sebagai artikel yang bersifat inspiratif dalam aspek prestasi. Prestasi yang diuraikan memang dalam dunia olah raga, yaitu di bola kaki, Namun kita bisa belajar apa aarti berpresatasi secara kolektif/komunal dan individual. Sekarang silakan ikuti artikel dibawah ini.

Efektivitas Prestasi Kolektif



Efektivitas Prestasi Kolektif yang dimaksud disini yaitu keberhasilan mencapai tujuan sebagai bagian dari hasil perjuangan/kerja bersama yang berlangsung dalam sebuah tim kerja. Tim kerja disini dalam konteks Ronaldo, yaitu Bola Kaki.


Dalam situs Wikipedia, kita mendapat penjelasan tentang arti kata Prestasi.
“Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Dari pengertian prestasi tersebut, maka pengertian prestasi diri adalah hasil atas usaha yang dilakukan seseorang.” (Wikipedia)
Definisi yang diungkap dalam kutipan di atas menegaskan bahwa prestasi adalah hasil kerja/hasil usaha. Hasil kerja atau hasil usaha secara bersama-sama maupun secara individual. Dalam hal ini dalam prestasi yang dicapai oleh sebuah tim kerja didasarkan pada factor kebersamaan dan kesendirian. Kebersamaan yang saya maksud tentu jelas, yaitu pencapai hasil dalam sebuah tim kerja seperti dalam kesebelasan bola kaki tidak dapat dipisahkan dari kerja sama antara satu pemain dengan pemain lainnya. Dalam kebersamaan itu tidak dapat diabaikan perjuangan individual atau saya sebut dengan keberhasilan kesenderian. Namun kesendirian dalam kebersamaan. Istilah ini mungkin tidak cocok dalam pandangan pembaca tetapi itu sebuah istilah yang hendak saya pakai untuk keberhasilan bersama dan individual dalam sebuah tim kerja seperti dalam kesebelasan bola kaki.
Lalu apa saaja efektivitas prestasi kolektif. Dalam dunia bola kaki kita kenal ada istilah juara Nasional, Juara Liga Indonesia, Juara Liga Eropa, Juara Piala AFC, Juara dunia, dan lain-lain. Ini adalah prestasi kolektif. Prestasi kolektif diperoleh dari perjaungan bersama. Dalam perjuangan bersama muncul perjuangan individu yaitu peran setiap pemain sesuai posisi mereka. Ada yang mendapat peran sebagai penjaga gawang atau kiper, penyerang (Striker), gelandang bertahan, gelandang menyerang, bek dan lain-lain. Seluruh peran individual berlangsung dalam skop tim perjuangan. Itulah sebabnya ketika mencapai prestasi (hasil perjuangan) sebagai juara maka hasil ini disebut prestasi kolektif.

Dalam dunia pendidikan, kerja tim tidak dapat diabaikan. Misalnya dalam satuan pendidikan seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan juga Sekolah Tinggi, Institut serta Universitas tidak dapat mengabaikan prestasi kolektif. Guru yang berhasil menjadi guru teladan, tentu tidak dapat dipisahkan dari lingkup bekerjanya. Bila tidak ada peserta didik, kepala sekolah dan rekan-rekan guru maka sulit untuk menghasilkan seorang yang meraih Guru Teladan. Tidak ada guru lain yang dipakai sebagai pembanding kualitas kerja/kualitas mengajar dan bakti lainnya tidak mungkin seorang guru mendapat prestasi guru teladan. Demikian juga seorang peserta didik yang berprestasi akademik tidak dapat terjadi dalam kesendirian mutlak, pasti ada kebersamaan. Sekolah Teladan, Sekolah Tinggi teladan, Institut berpresatasi, universitas unggulan dll semua karena ada factor kebersamaan. Kebersamaan membuat perjuangan tim menjadi efektif mencapai prestasi.

Efektivitas Prestasi Individual



Tentu untuk bagian ini kita kembali kepada topik artikel yaitu belajar dari Prestasi Ronaldo.

Untuk secara efektif mencapai prestasi maka Ronaldo bergabung dalam kebersamaan, yaitu bergabung dalam klub yang ada pada waktu itu. Klub yang dimaksud seperti: Andoinha tahun 1993-1995, ia melaksankanan karir mencapai prestasi melalui klub ini selama 2 tahun. Kemudian tahun 1995-1997 bergabung di klub Nacional, dan Sporting Lisboa pada tahun 1997 sampai 2001. Semua ini berlangsung dalam periode yang disebut “masa Junior”. Prestasi tidak akan datang tanpa melalui waktu. Waktunya dapat dipastikan bahwa prestasi tidak berlangsung instan tetapi butuh kesabaran dan kerja keras. Itulah yang terjadi pada diri Ronaldo. Demikian juga dalam dunia pendidikan, prestasi yang dicapai secara kolektif maupun individual membutuhkan waktu dan perjuanagan.

Efektifvitas Prestasi Ronaldo di Manchester United FC

Prestasi yang ditoreh Ronaldo ketika ada dalam masa Junior, yaitu: pada tahun 2001-2003 bersama Sporting Lisboa, ia menciptakan 3 gol. Jadi, prestasi Ronaldo yaitu berhasil menciptakan 3 gol dalam masa 3 tahun. Pada tahun 2003 Sporting Lisboa bertanding dengan MU dengan hasil akhir 3-1. Kemenangan itu tidak terlepas dengan kelincahan permainan Ronaldo. Melalui aksi Ronaldo yang cemerlang itu para pemain MU mendesak Alex Ferguson untuk segera merekrut pemain muda/pemain junior yang begitu brilian. Akhirnya ia didatangkan ke Manchester United FC atau MU. Sang Arsitek MU yaitu Alex Ferguson bertanya kepada Ronaldo apa nomor kesukaannya, ia kemudian menjawab nomor 28. Nomor ini adalah nomor kesenangannya di Sporting Lisboa. Tetapi Ferguson menyatakan tidak! Nomor kamu di MU yaitu nomor 7. Jadi, nomor yang dipakai Ronaldo hingga kini adalah nomor yang diputuskan oleh Ferguson. Ingat Nomor 7 di punggung Christian Ronalda maka ingat pula Ferguson.
Pada waktu di MU, Christiano Ronaldo bermain sebanyak 196 dan mencetak 84 gol. Jadi prestasi individual di MU yaitu ia efektif menciptakan 84 gol. Ini prestasi individual Ronalda bagi Timnya yaitu Manchester United FC.
Prestasi Individual Ronaldo di Real Madrid

Setelah Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro bermain di MU, maka pada 1 Juli 2009 ia pindah ke Real Madrid. Kepindahannya ke Real Madrid memecahkan prestasi yaitu ia dikenal sebagai pemain transfer termahal di dunia kala itu. Nilai transfernya mencapai 1,3 triliun atau 80 juta poundsterling. Prestasi CH7 (Cristian Ronaldo) di Real Madrid FC, yaitu:

1. Mencetak 87 Gol dari 81 kali bermain
2. Pencetak Gol terbanyak di La Liga yaitu sebanyak 40 gol
3. Pencetak gol terbanyak di El Clasico sebanyak 15 gol
4. Pencetak gol terbanyak UCL dalam 1 musim yaitu 2013-2014 sebanyak 17 gol
5. Dan masih banyak lagi tetapi kira-kira ini menjadi contoh mengukir efektivitas prestasi secara kelompok maupun individual.

Prestasi Cristian Ronaldo ke Juventus


Setelah Piala Dunia di Rusia, Ronaldo memang tidak efektif membawa kesebelasan Spanyol menjuarai Piala Dunia namun berita fenomenalnya yaitu berita kepindahan dan kepindahannya ke Juventus membuat beberapa prestasi di Juventus. Bayangkan saja, Ronaldo sebelum bermain tetapi sudah berprestasi. Apa saja prestasinya di Juventus? Mari kita lihat satu per satu. Kepindahan Cristian Ronaldo ke Juventus terjadi pada 11 Juli 2018. Nilai transfernya 112 juta Euro atau 99,2 poundsterling. Kalau dibawa dan dirupiakan di Indonesia maka jumlahnya 1,88 triliun.
Prestasi di Juventus, sebelum bermain Ronaldo sudah menghasilakn uang sebesar 60 juta Dolar Amerika atau 862 milliar. Ini sebuah prestasi yang luar biasa. Menurut Tempo.co hasil ini dicapai 1 hari saat Ronaldo bergabung ke Juventus

Prestasi Melalui Jersey dengan Nomor Punggung 7



Selain itu dalam tempo.co, kita mendapat informasi bahwa kaos atau Jersey dengan nomor 7 yang akan dipakai CR7 laris terjual. Dengan kata lain konstum baju dari Ronaldo Laris terjual diantara pemain lainnya.
Uraian prestasi di atas memang terjadi di dunia bola. Namun kita bisa belajar dari Ronaldo apa itu prestasi. Prestasi kita mungkin tidak sebrilian Ronaldo tetapi kita harus berprestasi baik secara kolektif maupun secara individual. Efektivitas prestasi dapat berlangsung dalam kebersamaan yang ditopang dengan kualitas individu-individu dalam tim yang memiliki kualitas kekaryaan yang unggul seperti Ronaldo. Ada pemain yang tidak terkenal tetapi pernah bermain bersama dengan Ronaldo. Namanya tidak dikenal orang tetapi ia punya peran untuk Ronaldo bisa sukses dalam sebuah perjuangan dan menghasilkan prestasi tim dan prestasi individu.
Dalam dunia pendidikan, para guru, dosen, peserta didik, mahasiswa, tenaga kependidikan, para pemimpin di satuan pendidikan, para ketua dan rector serta para puket dan tenaga-tenaga lain yang tidak disebutkan. Semuanya punya peran dalam mewujudkan efektivitas prestasi Sekolah, Institut, Universitas. Bila ada yang berpresatasi, misalnya di SEA Games di Indonesia maka prestasi itu adalah prestasi kolektif tetapi juga individual.
Kiranya efektivitas Prestasi dari Ronaldo yang diuraikan di atas menginspirasi kita dalam prestasi. Untuk mencapai prestasi perlu ada upaya yang efektif. Proses efektivitas inilah yang akan menghasilkan prestasi komunal dan individual.

Selamat Berprestasi
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.