Friday, July 20, 2018

Efektivitas 18 Nilai Pendidikan Karakter

ad300
Advertisement
Dalam kurikulum yang dipakai di Indonesia, salah satu yang diwajibkan menjadi pengalaman belajar peserta didik adalah terbentuknya karakter bangsa dalam diri peserta didik. Oleh karena itu kita menemukan dalam literatur Pendidikan Karakter yang mengemukakan pendidikan karakter. Seperti apa 18 nilai Pendidikan Karakter Bangsa yang diharapkan terbentuk dalam diri peserta didik. Mari kita ikuti dalam artikel singkat berikut ini.

18 nilai pendidikan karakter



Ada 18 nilai pendidikan karakter yang bersumber dari: agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional, yaitu:

1. Religius

Seperti apa deskripsi tentang nilai karakter yang berhubungan dengan religius. Nilai religius disini yaitu sikap dan perilaku dalam melaksanakan ajarag agama yang dianut peserta didik, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Inilah sikap atau karakter pertama dari kehidupan peserta didik sebagai anak bangsa Indonesia.

2. Jujur

Mengapa jujur ini menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik? Karena tidak lingkup kehidupan yang tidak membutuhkan orang yang bersikap jujur. Itulah sebabnya peserta didik harus dibentuk melalui pendidikan, khususnya pendidikan formal agar terbentuk sikap jujur dalam diri peserta didik. Jujur secara arti kamus diberi arti: lurus hati, tidak berbohong, tidak curang. Jujur berarti benar, benar berarti jujur. Orang jujur akan mengaatakan ya atas ya dan tidak di atas tidak. Orang jujur berkata benar, menyampaikan informasi yang benar/memberi kabar sesuai kenyataan yang diketahui dari subjek.(bnd. Haedar Nasir, 2013:71). Jadi, sikap jujur adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan peserta didik pribadi yang dapat dipercayai dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.Bila tidak dibentuk sikap kejujuran maka peserta didik akan melakukan praktik yang tidak terpuji ketika berada dalam sebuah pekerjaan. Misalnya menangani proyek, tanda tangan bon kosong, menambah anggaran. Dalam dunia pendidikan, misalnya tidak melakukan plagiat, menyontek dll.

3. Toleransi

Mengapa toleransi ini penting karena kita di Indonesia berada dalam kemajemukan. Kemajemukan seperti agama. Ada agama-agama yang diakui oleh Negara di Indonesia. Dalam keragaman ini kita mesti membentuk dalam diri sebuah sikap toleransi. Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya (Daryanto, Suryatri Darmiatun, 2013:70)



4. Disiplin

Disiplin berarti ketaatan atau kepatuhan pada aturan. Berdisiplin harus datang dari diri sendiri dan bukan karena orang lain seperti takut atasan dll. Ini disiplin tidak murni. Kita menaati aturan-aturan yang ada karena kesadaran diri sendiri bukan karena takut ada orang lain. Jadi seorang harus menaati aturan berdasarkan kesadaran dirinya sendiri. Mental disiplin tidak boleh bergantung pada pengawasan dari atas, misalnya di satuan sekolah, ada kepala sekolah. Maaf tidak bermaksud menggurui, para guru tidak disiplin karena takut kontrol/pengawasan kepala sekolah. Bila kepala sekolah tidak ada di sekolah maka disiplinpun menjadi luntur. Demikian pula peserta didik, mereka diajar agar disiplin itu berdasasrkan kesadaran diri, bukan karena kontrol guru. Sebab jika demikian maka kita menghasilkan generasi yang sama, disiplinnya tidak murni. Peserta didik disiplin karena ada guru dan kepala sekolah. Di Perguruan Tinggi pun demikian. Jadi, disiplin adalah kesadaran menaati aturan secara murni, yaitu datang dari dalam dirinya. Pada jam mengajar, mengajar sesuai waktu. Pada jam kantor tidak dipakai untuk bermain game dll.

5. Kerja keras

Pembentukan karakter pada diri peserta didik dengan karakter kerja keras perlu ditanamkan pada waktu mengerjakan tugas-tugas. Tugas harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Bila ada hambatan, peserta didik dimotivasi untuk berusaha mengatasi masalah dalam mengerjakan tugas maupun masalah belajar. Peserta didik harus dinasehati agar menyelesaikan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya. Jadi, kerja keras adalah usaha membentuk karakter peserta didik agar mengembangkan semangat kesungguhan dalam mengerjakan sebuah pekerjaan.

6. Kreatif

Peserta didik adalah manusia ciptaan TUHAN. Mereka memiliki kemampuan dalam dirinya. Misalnya kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir bila dimaksimalkan secara baik maka akan menghasilkan hal-hal yang kreatif. Berpikir kreatif dan berusaha mewujudkannya. Peserta didik dimotivasi bahwa ada kemampuan dalam dirinya yaitu potensi berpikir. TUHAN menciptakan langit dan bumi melalui firman-Nya. TUHAN juga telah menciptakan manusia dengan kemampuan akal. Oleh karena itu bila pikiran manusia digunakan secara kreatif maka akan menghasilkan sesuatu yang baru. Dalam kurikulum 2013, ditekankan tentang kompetensi dan karakter. Kreatif adalah kemandirian berpikir untuk menciptakan sesuatu yang baru.

7. Mandiri

Sikap ini yaitu sikap tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. ANak dilatih atau dibentuk secara dini akan kemampuan mandiri. Mereka adalah entrepreneur-entrepreneur masa depan bangsa.

8. Demokratis

Karakter demokratis dapat dibentuk melalui cara berpikir. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menerima perbedaan dalam berpikir terhadap sesuatu dan menyatakan pendapatnya. Pendapatnya juga mesti dihargai. Demokrasi juga dalam hal bersikap, dan bertindak. Semua punya hak dan kewajiban.

9. Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu adalah hal yang manusiawi. Peserta didik ingin mengetahui sesutu lebih dalam dan lebih luas dari apa yang dipelajarinya. Keinginan seperti itu mesti dikembangkan dalam proses pembelajaran. Rasa ingin tahu mendorong mereka bertanya, rasa ingin tahu mendorong mereka bertanya. Sikap ini sikap yang baik. Oleh karena itu guru mesti mengelola rasa ingin tahu anak menjadi sebuah sikap yang terpuji.

10. Semangat Kebangsaan

Semangat kebangsaan itu seperti: cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sikap seperti ini mesti terbentuk dalam diri peserta didik.Sebagai anak bangsa wajib memiliki sikap semangat kebangsaan.

11.Cinta tanah air

Anak diajar untuk kesetiaan, kepeduliaan, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, politik bangsa.

12.Menghargai prestasi

Peserta didik didorong untuk menghasilkan sesuatu bagi bangsa dan menghormati keberhasilan orang lain.

13.Bersahabat/Komunikatif

Anak diajar untuk senang bergaul, senang berbicara, dan bekerja sama dengan orang lain.

14. Cinta Damai
Anaka dibentuk untuk memiliki, sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang, dan aman atas kehadiran dirinya.

15. Gemar membaca

Budayakan kegemaran membaca buku. Karena membaca adalah jendela informasi. Membaca buku-buku yang berguna bagi kebajikan dirinya.

16. Peduli lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam sekitarnya dan mengembangkan tindakan perbaikan atas kerusakan alam yang sudah terjadi

17. Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang peduli dalam memberi bantuan sosial pada orang atau masyarakat yang membutuhkannya

18.Tanggung Jawab

Tanggungjawab yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya yang seharusnya ia lakukan untuk diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial, budaya serta negara dan terlebih kepada Tuhan.

Salam

Yonas Muanley

Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.