Friday, August 10, 2018

Wisuda yang Mengkonfirmasi Visiku

ad300
Advertisement
Tanggal 4 Agustus 2018 berlangsung acara wisuda untuk Strata 1 dan Strata 2 di salah satu Sekolah Tinggi Institut Keguruan SA. Wisuda ini spesial dalam kehidupannku karena mimpiku telah tergenapi. Mimpi itu dimulai tahun 2015 ketika berada dalam deretan tempat duduk dosen di paodium wisuda.
Dalam wisuda kali ini saya dapat melakukan pembukaan sidang senat terbuka, pelantikan dan menutup acara wisuda. Maka dalam kesempatan ini saya ingin memposting salah satu momen wisuda sbb:

Foto di atas menunjukkan satu momen dari keseluruhan acara wisuda di tempat aku berkarya sebagai pendidik. Saya merasa bahagia karena kerinduanku yang pernah muncul dalam hati dan pikiran tahun 2015 dapat terwujud pada tahun 2018. Sebuah proses mewujudkan visi memang butuh waktu. Tidak instan tapi dalam proses perjalanan waktu. Semuanya butuh kesabaran.

Visi yang saya maksudkan dalam judul artikel postingan ini yaitu cita-cita atau kerinduan yang secara tiba-tiba terlintas dalam pikiran ketika saya mengikuti wisuda tahun 2015. Saat itu pikiran saya membayangkan kalau suatu saat saya akan memimpin pembukaan acara wisuda dan diesnatalis, pelantikan dan penutupan sidang senat terbuka dengan acara wisuda dan disesnatalis. Kerinduan ini terwujud melalui penunjukkan menjadi ketua STT IKSM SA.

Baca Juga: Akhirnya kuketuk Palu Juga

Suatu saat dalam pemilihan RT di tempat saya tinggal, ada dari kelurahan menjelaskan bahwa ada berbagai sistem pemilihan ketua RT, ada penunjukkan tetapi ada pula melalui demokrasi yaitu melalui pemilihan. Saya kebetulan mengalam apa yang disebut dengan sistem penunjukkan. Tentu pribadi yang menunjuk punya kewenangan. Berdasarkan kewnangan itu maka ada penunjukkan seseorang dalam jabatan kepemimpinan di lembaga pendidikan.
Pemilihan pemimpin tentu ada banyak cara, cara yang lebih dominan sekarang adalah pemilihan secara demokratis dan langsung. Cara ini ada kelebihan dan kekurangan. Tentu kita bisa belajar dari apa yang terjadi dalam pemilihan bupati, gubernur dan lain sebagainya. Dalam alam demokrasi, pemeilihan pemimpin harus bersifat demokratis. Namun tidak menutup kemungkinan ada praktik penunjukkan untuk menjadi seorang pemimpin. Apapun cara, visi memimpin harus ada dalam diri seorang pemimpin. Apakah dipilih secara demokratis ataupun dipilih menjadi pemimpin melalui cara penunjukkan.

Semoga bermanfaat
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.